
Saat umurku lima tahun, aku sama sekali tidak memiliki bakat atapun Mana dalam jumlah besar padahal seorang Elf memiliki bakat alam yang seharusnya memberikan jumlah Mana besar tapi diriku yang telahir dengan orang tua manusia dan Elf membuatku menjadi seorang setengah Elf. Pernikahan dengan manusia sebenarnya diperbolehkan tapi nenek dan kakekku menolak sebab akan memberikan cacat kepada keturunan mereka. Namun, ayahku bersikeras untuk menikahi sosok yang dia cintai dan dia adalah ibu. Senyum lembut dan tangan halusnya sangat aku sukai walaupun ibuku tidak terlalu di sukai oleh keluarga ayah tapi aku akan selalu menyayangi ibu!
Tapi hinaan dari semua orang membuat mentalku menurun hingga aku secara tanpa sadar menjauhi ibu yang sangat aku cintai itu, ingatan yang tidak ingin aku lupakan dan itu adalah mengabaikan ibuku. Keluarga kami mulai menunjukkan perpecahan dan aku sangat tidak suka akan semua lalu anak itu datang dengan melirik ke arahku sambil menunjukkan senyum lebarnya.
"Namaku Syoho, salam kenal Clara!" ucap Syoho versi kecil sambil tersenyum lebar
Syoho datang ke hutan Elf karena ayahnya sedang perlu dengan ketua para Elf dan mereka merencanakan untuk menginap selama dua hari lalu Syoho yang sebagai seorang manusia mendapatkan tatapan sinis, iri dan masih banyak lagi tapi anak itu mengabaikan semuanya dan berusaha untuk terus tersenyum lebar.
"Syoho, apa yang membuatmu tidak tersinggung dengan mereka?" ucap Clara versi kecil sambil memakai baju olahraga
"Biarkan, mereka hanya tidak punya kerjaan jadi biarkan saja!
Clara, aku sudah mencari tahu tentang penyebab kamu terus murung dan sedih itu adalah tentang dirimu yang adalah seorang setengah Elf!" ucap Syoho dengan tatapan serius
Semuanya sama saja hanya karena aku adalah setengah Elf membuatku terasingkan dan aku berniat untuk berhenti sekolah dan bersosialiasi karena ini demi kebaikanku sendiri tapi tiba-tiba Syoho angkat bicara lagi.
"Cukup buktikan kepada mereka tentang dirimu yang masih bisa berkembang lagipula aku bisa tahu kalau dirimu itu hebat!" ucap Syoho sambil menepuk keuda puncak
Mendengar kata itu dari Syoho seketika tubuhku merinding dengan perasaan meluap-luap membuat jantungku berdebar kuat. Dua hari berlalu dengan Syoho pulang bersama ayahnya tapi pertemuan diriku dengannya membuat perubahan pada kehidupanku seketika bakat dan jumlah Mana yang selalu para Elf banggakan kini aku bisa melampaui mereka semua dengan menggunakan kepintaranku.
Teknik, pengendalian dan pengukuran serta perkiraan sudah aku pikirkan sejauh mungkin hingga perlahan demi perlahan, diriku menjadi seorang setengah Elf yang mampu menyaingi Elf murni. Akhirnya, aku diakui oleh mereka semua kini aku tidak perlu menjauhi ibuku lagi dan aku bisa menjalani kehidupan lagi.
...
__ADS_1
"Tunggu, benarkah kami boleh masuk ke dalam Regu Gate Hunter kalian?" tanya Hamsuke dengan ekspresi terkejut
"Uwaahh...
Akhirnya aku bersamanya!" teriak Yumei dengan penuh semangat
"Kalian memiliki apa yang sangat aku inginkan jadi apa jawabanmu, Hamsuke?" tanya Syoho dengan tatapan serius
Hamsuke dengan ekspresi ingin menangis lalu dia menyetujui ajakan dari Syoho kemudian Yumei juga ikut setuju sembari lompat-lompat kegirangan. Clara menerima setiap keputusan dari Syoho lalu dia melakukan jabat tangan dengan Yumei sebagai tanda rekan baru.
"Mari menjadi rekan yang dapat membantunya menjadi Top Gate Hunter!" ucap Clara sambil tersenyum
"Clara ternyata kamu jauh lebih baik ketika berkaitan dengan Syoho!
Kalau begitu akan aku usahakan menjadi rekan yang terbaik!" ucap Yumei sambil tersenyum
Dengan ini total Regu Gate Hunter mereka berjumlah 4 orang dan semuanya sudah bersiap untuk mengincar Top Gate Hunter. Praktek selanjutnya adalah menggunakan senjata mutakhir, terlihat Gerlando menunjukkan ekspresi kesal dan menyesal.
"Baiklah, selanjutnya adalah Praktek menggunakan senjata mutakhir dan semua murid pasti mengetahui siapa yang memberikan serta rancangan senjata mutakhir?" tanya Stella
Semua murid tidak berani menyinggung nama ibunya Syoho kemudian dia sendiri mengangkat tangan lalu menyebutkan nama ibunya sendiri seketika memberikan suasana yang tidak enak sekaligus sedikit aneh.
"Kak Julia membuat senjata mutakhir bukan untuk bersenang-senang atapun untuk kehidupan sehari-hari memang Kak Julia ada membuat benda-benda yang sangat bermanfaat tapi dia dengan sepenuh jiwa membuat rancangan senjata mutakhir untuk menjadikannya sebuah persiapan!
__ADS_1
Jenis senjata yang cocok untuk mutakhir adalah pistol dan katana hingga saat ini hanya dua senjata itu yang cocok untuk dijadikan sebuah mutakhir kalau begitu langsung kita mulai saja dengan menggunakan pistol sebagai praktek dan aku ingin kalian tahu kalau peluru pistol itu sangat aman tapi akan ada sedikit rasa sakitnya sedangkan katana kali ini tidak akan dipakai karena akan berbahaya ketika guru yang ahli dalam penyembuhan sedang tidak ada jadi mari kita mulai saja!" ucap Stella dengan ekspresi bangga
Semua murid tidak terbiasa menggunakan pistol sehingga target sasaran mereka sering tidak kena tapi berbeda dengan Syoho yang dapat mengenai setiap sasaran secara tepat dan benar seketika Stella teringat dengan Jack yang ahli dalam menggunakan senjata.
"Tidak salah lagi kamu memiliki bakat dari ayahmu!" ucap Stella sambil melihat ke arah Syoho
Dor...Dor...Dorrr...Dorrr...
Praktek senjata mutakhir selesai dengan cepat hingga Stella menjelaskan siapa saja yang mendapatkan nilai bagus dari setiap Praktek.
"Hinata, kamu mendapatkan nilai B+
Hamsuke, kamu mendapatkan nilai C+
Yumei, kamu mendapatkan nilai C+
Clara, kamu mendapatkan nilai B
Dengan ini kita akan bertambah kuat hingga menjadi Top Gate Hunter oleh karena itu apa perintah darimu, kapten!" ucap Stella sambil mencatat nilai muridnya
Ketika pembacaan nilai sudah selesai dan pemanggilan nama mereka kini menjadi sorotan bagi semua murid di kelas mereka sebab memberikan kesan bagus di setiap praktek kini murid kelas mereka tidak menyangkal kalau Regu Gate Hunter yang Syoho pilih dapat mencapai Top Gate Hunter.
"Mari kita mengincari posisi tersebut!" teriak Syoho dengan senyuman
__ADS_1
"Baiklah!" teriak Hamsuke, Yumei dan Clara
Bersambung...