
Julia pergi ke sebuah kota kecil yang berada di bawah tanah dengan melewati jalur rel kereta api sebagai pintu masuk kota tersebut. Persyaratan untuk masuk ke dalam kota tersebut adalah mengenal salah satu penduduk kota kecil itu jadi tidak boleh sembarangan orang dan hanya orang tertentu saja.
Julia mengenal sang informan karena dia adalah teman masa kecilnya yang terpisah pada usia 10 tahun karena peristiwa Ragnarok. Sebuah kota kecil nan indah dengan fasilitas terjangkau serta mengikuti teknologi jaman yang mana menjelaskan kalau kota tersebut bukan kota kecil biasa.
Kota kecil tersebut bernama Mapely dengan penduduk rata-rata adalah seorang Gate Hunter yang membantu melawan Ragnarok walaupun nama mereka tidak terukir. Jasa perjuangan mereka sudah tertutup erat oleh Pemerintah Dunia yang tidak ingin menyebarluaskan nama mereka sebab penduduk Mapely menolak hukum Pemerintah Dunia.
Hukum yang dibuat oleh Pemerintah Dunia adalah menaikkan hak/derajat warga sipil sehingga para Gate Hunter yang mendapat dukungan Gate System akan semakin terikat oleh peraturannya.
Gate System melarang penuh untuk para Gate Hunter melukai manusia sehingga banyak kejadian di mana peraturan Pemerintah Dunia membuat para warga sipil sesuka hati kepada Gate Hunter.
Lalu para Gate Hunter yang tidak terima dengan peraturan tersebut mulai membentuk sebuah komunitas yang akan menentang peraturan Pemerintah Dunia dan Gate Hunter tersebut sebagian adalah penduduk Mapely.
...
Julia sudah masuk ke dalam Kota Mapely dengan wajah terpesona melihat keindahan kota tersebut sebab terdapat pohon besar yang berada di tengah kota kecil tersebut. Pohon itu mengeluarkan oksigen, tetesan air dan cahaya matahari yang membuatnya menjadi sebuah pohon kehidupan untuk penduduk Mapely.
Dengan peta kecil yang dia dapatkan dari teman masa kecilnya membuatnya menelusuri beberapa bagian Kota Mapely. Warga di sana sangat ramah kepada pengunjung yang diterima masuk bahkan terlihat kalau suplai makanan mereka sangatlah melimpah sebab pohon besar itu memberikan sebuah benih.
Benih yang menjadi tanaman, aroma khas yang memancing monster kecil yang bisa menjadi pakan daging serta aliran air yang keluar dari akar pohon tersebut ketika di potong. Menurut Julia ini adalah keajaiban besar untuk masa setelah tersegelnya Ragnarok kalau saja Pemerintah Dunia mengetahui ini akan terjadi perang besar-besaran untuk merebut pohon tersebut.
Julia akhirnya sampai ke titik pertemuannya yaitu sebuah bar dengan gambar kelinci sebagai icon bar tersebut. Saat Julia masuk tiba-tiba suasana menjadi sunyi dengan para pelanggan menatap tajam ke arahnya lalu datang teman Julia yang langsung merubah suasana menjadi ramai kembali.
Braakkk...
__ADS_1
Segelas minuman bir dihantamkan ke atas meja hingga membuat suara keras seketika itu Julia langsung diterima oleh para pelanggan lainnya.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Julia!" ucap sosok gadis cantik dengan rambut pirang pendek memakai pakaian pelayan bar
"Maafkan aku yang hanya terus mengirim surat, Laila!" ucap Julia dengan senyum lembutnya ketika melihat temannya baik-baik saja
Manajer bar melihat Julia yang membuatnya langsung mengerti akan tujuan kedatangannya. Manajer itu langsung turun tangan untuk melayani pelanggan dan memberikan waktu istirahat untuk Laila akan tetapi wajah seremnya membuat suasana menjadi tegang untuk para pelanggannya.
(Istri Manajer sangat cantik yang mana membuat para pelanggan betah)
Laila dan Julia berada di ruang istirahat pelayan.
"Syukurlah kita dapat bertemu dari sekian lamanya terpisah jadi apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Laila sambil memberikannya minuman
"Aku anggap itu adalah iya!" ucap Laila dengan wajah kesal
"Itu tidak benar jadi lupakan saja!" teriak Julia dengan wajah panik
Keadaan menjadi seperti pesta minum teh dengan Laila yang masih kesal dengan perbuatan Julia. Untuk membuat suasana kembali seperti masa kecil mereka dulu, Julia menceritakan sosok ibunya yang seketika membuat Laila teringat akan kondisinya saat itu.
"Jika saja ibuku dapat melihatmu pasti dia akan sangat bahagia lagipula kamu sudah seperti saudara kandungku!" ucap Julia sembari tersenyum lembut dan sedih
Laila hanya memiliki satu keluarga yaitu kakaknya ketika masa kecil dulu, Laila bertemu dengan Julia yang mana adalah seorang anak dengan kebutuhan yang selalu terpenuhi sedangkan Laila hanya ketahanan dan kerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka berdua.
__ADS_1
Kakaknya bekerja menjadi seorang pelayan di rumah Julia sehingga mereka berdua yang tidak memiliki tempat berteduh mulai diterima oleh keluarga Julia. Mereka berdua selalu bermain bersama, sekolah bersama dan mandi bersama sehingga seluruh pelayan dan orang tua Julia sudah menanggap Laila sebagai saudari Julia.
Hingga kemunculan monster melalui portal atau gate seketika menghancurkan rumah besar tersebut beserta seluruh pelayannya. Kakak Laila berjuang habis-habisan untuk melindungi orang tua Julia tapi dirinya hanya sebatas manusia biasa yang membuatnya tidak dapat melindungi majikannya.
Julia menangis ketika mengetahui kedua orang tuanya meninggal akibat insiden kemunculan monster tersebut seketika membuat Kakak Laila merasa bersalah. Untuk membuat anak majikannya selamat dan aman, Kakak Laila berjuang membawa Julia menuju keluarga pamannya
Hingga pada usia 10 tahun, Julia dan Laila berpisah akibat tidak diterimanya mereka berdua oleh keluarga pamannya. Perpisahan itu membuat rasa kesepian dan kesedihan untuk Julia hingga membuatnya menutup diri lalu bibi yang sangat menyayangi Julia berusaha untuk menghibur anak itu.
Dengan memberikan sebuah pistol silver yang terbuat dari abu kedua orang tuanya walaupun terdengar mengerikan untuk anak kecil menerima benda tersebut seketika saat Julia menyentuh kedua pistol silver itu membuatnya teringat akan kenangan dengan kedua orang tuanya.
Julia mulai bangkit lagi ketika mendapatkan surat dari Laila yang memberitahu kalau dirinya baik-baik saja sebab kakaknya terus melindunginya hingga di mana Julia mendapatkan pengakuan dari Gate System yang langsung menjadikannya seorang Gate Hunter bahkan prestasinya terus bertambah sampai dirinya menjadi Pemimpin Guild Jepang.
"Aku tidak akan pernah melupakan kasih sayang mereka terhadapku!" ucap Laila sambil menangis karena teringat akan kedua orang tua Julia
Suasana menjadi penuh dengan kesedihan hingga terdengar suara langkah kaki yang begitu besar mulai mendekati ruang istirahat lalu pintu terbuka dengan keras membuat hantaman ke dinding, sosok pria dengan rambut sama seperti adiknya langsung menangis melihat Julia.
"Julia-samaaa!" teriak Kakaknya Laila sambil menangis
"Kak Felix jangan membanting pintu seperti itu nanti manajer..." ucap Laila dengan wajah panik melihat manajernya menatap tajam ke arah kakaknya
Felix melihat ke arah belakang lalu dia mendapatkan hukuman dari manajer seketika itu rasa bahagia Julia melihat mereka berdua baik-baik saja membuatnya merasa tenang.
"Syukurlah kalian tidak pernah berubah!" ucap Julia sambil tersenyum bahagia
__ADS_1
Bersambung...