Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 22: Iblis Seperti Monster


__ADS_3

Rusaknya permukaan tanah membuat gunung berapi kembali aktif dengan mengeluarkan magma dari perut bumi. Mereka semua terlempar akibat ayunan pedang Asmodeus yang begitu kuat tetapi yang lebih parah adalah kawah besar dari hasil ledakan Black Ceros.


"Semuanya, apa kalian baik-baik saja?" teriak Julia dengan suara nyaring walaupun tubuhnya saat ini terluka


Mereka semua terlempar begitu jauh sehingga tidak bersama lagi akan tetapi aura besar yang Asmodeus keluarkan memberi mereka petunjuk kalau musuh berada di tengah medan perang. Kekhawatiran terhadap kondisi Jack membuat Julia nekat untuk maju ke kawasan Asmodeus, ternyata bukan hanya Julia yang khawatir sebab dari tempat yang berbeda yaitu Stella, Seila dan Kakek Chen Lin juga memberanikan diri untuk masuk.


Asmodeus merasakan kehadiran mereka berempat yang mana membuatnya menyeringai. Dirinya tidak tahan menahan rasa akan haus darah bahkan dia sampai mengibaskan sayapnya hingga semua debu menghilang dari pandangannya.


"Cukup dengan wajah jelekmu itu dasar iblis kotor, Artefak sangkar burung!" teriak Henry dari atas langit


Swoshh...


Sangkar burung sebuah artefak yang mampu mengurung musuh di dalamnya bahkan bisa melemahkan kekuatan musuh yang terperangkap di sangkar burung. (Artefak kelas A)


Seketika Seila tersenyum bahagia karena dia merasakan kehadiran suaminya yang sudah tiba di medan perang walaupun terlambat tapi kehadirannya menyelamatkan Jack yang sudah sangat sekarat.


Tubuh Jack tergeletak di tempat yang aman dengan setengah badan sudah berwarna hitam pekat akibat dari Black Ceros membuatnya tidak bisa bergerak. Henry melemparkan artefak kelas S yang bernama Elixir dengan itu perlahan membuat Jack sembuh dan hitam pekat dari Black Ceros perlahan menghilang.


Asmodeus masih bersikap tenang kemudian dia dengan sekuat tenaga menebaskan pedangnya untuk menghancurkan sangkar burung akan tetapi serangannya memantul hingga tubuh dari iblis ini terkena serangannya sendiri sampai terluka cukup parah.


Sreettt...Agghhh...


Untuk pertama kalinya dia mengalami muntah darah bahkan luka yang dia dapatkan akibat dari kebodohannya sendiri.


"Manusia keparat. Berani sekali kamu menggunakan darah ayah!" ucap Asmodeus dengan urat keluar di sekitar kepalanya dan dia sangat marah


"Kamu sadar akan hal ini memang sungguh ironis bukan kalau aku menggunakan darah ayahmu itu untuk hal ini dan sepertinya akan ada pertunjukan ayah membunuh anaknya!" ucap Henry yang berada di atas langit dengan menggunakan artefak cincin langit di jari tengahnya


Amarah Asmodeus diperlihatkan dengan tekanan yang amat menekan seperti layaknya grativasi menekan tubuhmu bahkan wajah menyeramkannya dengan warna hitam pekat serta mata berwarna putih membuat Henry merinding dan ketakutan.


Tenangkan dirimu saat ini Asmodeus tidak akan bisa keluar selama 10 menit!" gumam Henry untuk membuat dirinya tenang


"Nikmati waktumu manusia setelah ini selesai, aku akan membunuhmu terlebih dahulu!" ucap Asmodeus dengan tatapan tajam serta haus darah


Henry membalikkan tubuhnya lalu mencari lokasi Seila ketika menemukannya saat itu juga Henry terbang untuk membawa Seila menuju lokasi Jack yang mana tidak akan selamat hanya dengan Elixir untuk itu Seila diperlukan.


Swoshh...


"Sayang, aku perlu bantuanmu!" teriak Henry yang berada di atas langit tepatnya di atas kepalanya Seila


Henry membawa Seila ke tempat Jack untuk memulihkan tubuhnya sedangkan itu Henry segera mencari Julia, Stella dan Kakek Chen Lin. Waktu terus berjalan dengan sabar Asmodeus menunggu momen di mana dia akan membantai mereka semua.


Lima menit telah berlalu kini mereka semua sudah berkumpul sambil berdoa untuk kesembuhan Jack. Seila berusaha keras mengembalikan kondisi tubuh Jack seperti semula bahkan Stella ikut membantu dengan usaha mereka berdua mampu membuat Jack sadarkan diri.


Dengan shock berat, dia bangun sambil memeriksa sekitar tubuhnya serta melihat mereka semua yang  sangat khawatir kepadanya. Julia yang sangat khawatir langsung memeluk erat Jack sambil menangis, Stella menangis, Kakek Chen Lin akhirnya bisa menghela napas lega dan Seila bersyukur dengan Jack yang sudah selamat.

__ADS_1


"Maaf membuat kalian khawatir!" ucap Jack untuk kedua kalinya mendapatkan kehangatan dari mereka selain dari Cero


Waktu hanya tersisa satu menit dan dari kejauhan, Asmodeus sudah berdiri tegak sambil memegang kuat pedang iblisnya serta tatapan kuat yang siap membunuh mereka semua.


"Jack, aku sadar akan maksud darimu. Diriku bukanlah seorang pengecut tapi aku adalah seorang pahlawan dan kali ini akan aku tunjukkan kepada kalian!" ucap Henry dengan wajah serius


"Bukan kamu saja tapi aku akan melawan dengan sekuat tenaga untuk menghadapi Asmodeus!" ucap Kakek Chen Lin dengan penuh semangat


"Ini sangat nostalgia!" ucap Seila sambil tersenyum tulus


Pendahulu Gate Hunter kini sudah berkumpul kembali dan bersiap menghadapi Asmodeus seketika membuat Julia dan Stella kagum dengan keberanian mereka. Satu menit telah berlalu dan sangkar burung sudah menghilang seketika Asmodeus menginjak tanah dengan kuat hingga membuat tapak kaki lalu melompat lurus ke depan dengan kuat sambil mengarahkan pedangnya ke leher Henry.


Zdaarrr...


Asmodeus tidak sadar ada suara hantaman kaki ke tanah seperti dirinya tapi itu sebuah kuda-kuda dari Kakek Chen Lin yang berada di samping kanannya dengan kepalan kuat serta ayunan tinju mengarah ke wajah Asmodeus membuat sebuah pukulan telak.


Punch...Swoshh...


Tubuh Asmodeus terlempar jauh di udara bahkan dirinya terkejut sambil berusaha mengembalikan posisi tubuhnya. Ada yang aneh dengan dirinya saat ini sebab tubuhnya mulai kesakitan dan perlahan mulai mengikis nyawanya seketika Asmodeus teringat dengan darah ayahnya yaitu Ragnarok.


Asmodeus terdiam sejenak bagaikan patung.


"Akhirnya kamu sadar kalau darah Ragnarok adalah sebuah racun mematikan bahkan hanya setetes darahnya bisa membuat kematian untuk makhluk sepertimu jadi bersiaplah, Asmodeus!" teriak Henry dengan penuh semangat


Kekuatan besarnya memang masih ada akan tetapi pergerakan serta tubuh yang kesakitan membuatnya menderita dan tidak bisa mengikuti kecepatan dari musuhnya.


"Kazudon!...horraaa!" teriak Kakek Chen Lin sambil memukul punggung Asmodeus dengan kuat hingga muntah darah


Hueekkk...


"Tubuh kuatku sudah melemah!" gumam Asmodeus sambil menahan rasa sakit


"Raja peri saat ini aku meminjam kekuatanmu untuk mengalahkan lawanku, Tombak Ilahi!" teriak Seila lalu melempar tombak cahaya berwarna hijau ke arah Asmodeus kemudian meledak


Zduarrr...


"Artefak Double Damage. Artefak ini mampu membuat serangan menjadi dua kali lipat dengan ini kamu bisa kami kalahkan, Asmodeus!" teriak Henry


Serangan mereka membuat tubuh Asmodeus terluka parah bahkan darah dari Ragnarok terus mengalir ke seluruh aliran darah. Tubuhnya terduduk lemas membuat mereka bertiga waspada karena tidak ada tanda-tanda kekalahan dari Asmodeus.


"Tidak ada pilihan lain. Kekalahan Iblis Napsu, Asmodeus akan sangat memalukan untuk pemegang dosa besar oleh karena itu tidak ada yang boleh mengetahuinya kini kuserahkan jantung ini kepadamu, Lucifer!" ucap Asmodeus sambil mengambil jantungnya lalu mempersembahkannya kepada iblis terkuat


Asmodeus menghancurkan jantungnya lalu tekanan maha dahsyat menghancurkan tanah dan membuat Henry, Seila dan Kakek Chen Lin berusaha keras menahan tekanan tersebut. Asmodeus memberikan jantungnya kepada iblis terkuat yaitu Lucifer dengan itu dirinya mendapatkan kekuatan yang sangat besar.


Tubuh Asmodeus menjadi sangat mengerikan layaknya seekor monster daripada iblis dengan wujud hitam pekat dan hanya memperlihatkan warna putih di mata serta gigi taringnya.

__ADS_1


"Aku mati...kalian akan juga mati di sini!" ucap Asmodeus sambil menebaskan pedangnya yang seketika menghancurkan gunung serta meratakan tanah


Slash...Zdoom...


Angin dari tebasan pedang Asmodeus membuat tubuh mereka terbang.


"Gawat, makhluk ini menjadi semakin berbahaya. Aku harus membawa mereka semua kabur..." gumam Henry sebelum selesai dirinya sudah tertusuk oleh pedang Asmodeus tepat di perutnya


Akkkhh...


Asmodeus dengan wajah kesal menarik pedangnya lalu menghantamkan kepala Henry ke tanah hingga tanah menjadi hancur lembur. Berpikir kalau Henry sudah mati akibat kepalanya hancur, Asmodeus berlanjut mencari mangsa lainnya.


"Sayang sekali!" ucap Henry dengan kepala berdarah dan menahan pendarahan di perutnya


Asmodeus semakin kesal melihat wajah Henry yang masih utuh dengan teriakan nyaringnya membuat kuping kesakitan lalu mulutnya membentuk Black Ceros yang siap menembak Henry akan tetapi Kakek Chen Lin bergerak secepat kilat dan langsung berada di atas kepala Asmodeus.


"Kendon!" ucap Kakek Chen Lin sambil memukul kepala Asmodeus ke tanah hingga hantaman kuat itu membuat tanah menjadi kawah


Zduaarr...


Walaupun kepala mengenai tanah, sebuah serangan Black Ceros masih dia lakukan hingga menembakkannya ke arah Henry seketika itu Seila memantulkan Black Ceros ke atas langit yang mana menjadi sebuah ledakan besar hingga cuaca menjadi mendung dan menutupi cahaya matahari atau lebih tepatnya menjadi malam hari.


Asmodeus mengangkat tubuhnya lalu dengan cepat memukul dada Kakek Chen Lin sampai retak kemudian melempar jauh tubuhnya bukan hanya itu. Seila yang melihat luka parah yang di alami Henry membuatnya tidak waspada dengan pergerakan Asmodeus yang sudah berada di belakangnya.


Henry mendorong Seila untuk tidak terkena serangan dari Asmodeus. Sebuah tebasan kuat mampu Henry tahan dengan Artefak miliknya tapi dampak dari tebasan itu membuat perutnya terluka walaupun tidak terlalu dalam kemudian tubuhnya terlempar jauh akibat dari menahan tebasan kuat itu.


"Manusia!" ucap Asmodeus dengan tatapan mengerikannya


Seila diam mematung melihat monster di depannya. Asmodeus mempersiapkan Black Ceros tepat di wajah Seila...


Suasana gelap seketika membuat Jack bangkit dari kekalahannya lalu menyuruh Julia dan Stella untuk menyelamatkan Kakek Chen Lin dan Henry yang sedang terluka parah.


Saat Black Ceros sudah siap tanpa belas kasih, Asmodeus menembaknya ke arah Seila hingga sinar hitam itu menembus gunung.


Zdoom...


Mereka bertiga kalah telak melawan Asmodeus yang mana sudah menjadi monster mengerikan daripada iblis yang merupakan wujud aslinya. Namun, harapan Asmodeus sirna ketika melihat mangsanya masih hidup lalu sosok yang setara dengannya sedang berdiri di depannya.


"Serahkan sisanya kepadaku. Asmodeus mari kita mulai duel ronde dua ini!" ucap Jack sambil memperlihatkan banyak Sniper Barret melayang di udara


Mata birunya sudah aktif yang memperlihatkan sosok monster di dalam dirinya kini dua sosok monster akan saling membunuh dengan seluruh kekuatan mereka masing-masing.


"Majulah, Jackie!" ucap Asmodeus dengan senyuman mengerikannya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2