
Sreetttt...
Mammon mencakar tubuh Henry dengan luka yang sangat dalam dan saat itu Henry sekuat tenaga menahan rasa sakit yang dia terima. Teriakan kesakitan akibat luka yang dia terima membuat medan perang menjadi berisik tapi Mammon saat itu merasakan keanehan di dalam tubuhnya seketika tubuh Mammon muncul bekas cakaran sama seperti yang dia lakukan kepada Henry.
Kegelapan tidak menyembuhkan luka tersebut tapi Mammon tanpa ekspresi tidak menunjukkan rasa sakit hingga dia menendang Henry sejauh mungkin. Kelemahan untuk Mammon, Henry mengetahui hal tersebut sebab saat Mammon setiap kali menyerang terus memberikan dampak yang sama seperti yang lawannya lakukan kepadanya walaupun Henry sudah tidak dapat melihat karena buta dari pertarungannya melawan Beelzebub.
Henry masih bisa memanfaatkan artefaknya untuk dijadikan sebagai mata pengganti sehingga kelemahan Mammon terlihat jelas untuknya bahkan Mammon dengan cakar tajamnya mengelus lukanya seakan-akan baru mengetahui kalau dirinya mempunyai kelemahan.
Keserakahan memang mengambil seluruh yang dia inginkan tetapi saat orang yang dia rampas memiliki kehendak untuk memberikan secara percuma, tentu saja itu bukan Keserakahan. Mammon akhirnya mengetahui kelemahan terbesarnya tapi dia tidak berhenti untuk menyerang sebab kelemahan Mammon mempunyai resiko untuk lawannya.
Luka cakar yang Henry terima sangatlah parah hingga dia kehabisan banyak darah sampai membuat Seila turun untuk mengobati Henry yang sudah berwajah pucat serta napas terengah-engah sontak semuanya kini akan melakukan hal yang sama seperti Henry lakukan tetapi itu semua butuh keberanian. Mammon kembali mempersiapkan diri untuk memilih target selanjutnya lalu dia memilih untuk membunuh manusia terlebih dahulu dengan Park Hyeon sebagai target pertama.
Mammon membuat benang tipis berjumlah 10 di setiap cakar tajamnya atau jarinya seketika dia memainkan benang tipis tersebut menjadi serangan mematikan yang mirip seperti sebuah laser pengaman di bank. Benang tipis tersebut sangat tajam hingga Park Hyeon yang berhasil menghindar tiba-tiba permukaan tanah yang sedang dia injak langsung terbelah rapi dan itu membuat gempa karena perubahan geologi secara mendadak.
Benang tipis tersebut memotong permukaan tanah jika Park Hyeon terkena serangan tersebut akan berakibat fatal untuknya. Malaikat Ramiel menggantikan posisi Park Hyeon dengan dia menerima serangan dari Mammon, saat itu empat benang tipis berbentuk X mengenai tubuh Malaikat Ramiel tapi tidak sampai terpotong oleh benang tersebut sontak membuat yang lain terkejut.
Tapi lukanya cukup serius karena sangat dalam hingga Malaikat Ramiel muntah darah kemudian bertekuk lutut di tanah tapi sebenarnya itu adalah salah satu hal yang sering Malaikat Ramiel dapatkan karena tubuhnya itu sangat kuat ketika terkena luka oleh karena itu Malaikat Ramiel masih berusaha berdiri tegak sambil tersenyum.
Malaikat Ramiel melempar perisai serta pedangnya lalu dia berjalan mendekati Mammon dengan senyuman lebar seakan-akan menantang iblis tersebut. Terlihat luka yang Malaikat Ramiel dapatkan langsung berdampak sama kepada Mammon dan itu membuatnya bertekuk lutut seperti Malaikat Ramiel sebelumnya.
Kini iblis tersebut terkena dua serangan mematikan dengan Malaikat Ramiel menatap ke arah Mammon dengan penuh senyuman lebar sontak Mammon menggunakan cakar tajam dari tangan kanan untuk menembus perut Malaikat Ramiel tapi senyuman lebar masih diperlihatkan kepada Mammon.
Smilee...
Perut Mammon langsung menunjukkan luka yang sangat parah hingga dia terjatuh ke tanah sembari darah gelapnya terus mengalir sedangkan Malaikat Ramiel masih berdiri tegak dengan menahan lukanya tiba-tiba wujud Pangeran Kegelapan dari Mammon hancur dengan menunjukkan wajah rupawannya.
"Kau lawan yang menyusahkan, Ramiel!" ucap Mammon dengan tubuh tidak bisa bergerak
Saat itulah Malaikat Sammael membuka buku Angel of Death miliknya kemudian menulis perintah ke buku tersebut menggunakan darah dari Mammon sambil menulis kalau iblis tersebut akan mati tanpa bisa hidup kembali. Saat perintah sudah di tulis tiba-tiba keluar sebuah tangan kegelapan untuk melahap tubuh Mammon, dia tidak akan kembali hidup lagi dan selamanya akan mati tanpa bisa dibangkitkan lagi.
Mammon sudah di lahap oleh tangan kegelapan menuju kematian abadi dengan Malaikat kini sudah unggul kembali karena Mammon dan Satan telah dikalahkan dan tersisa Belphegor yang sedang kesulitan melawan Malaikat Uriel.
...
Pertarungan udara mereka dalam beradu pedang dimenangkan oleh Malaikat Uriel yang sudah melukai Belphegor sebanyak tiga kali. Perut, lengan dan punggung masih terluka parah dengan lukanya memberikan bakaran dari pedang Malaikat Uriel. Belphegor tidak dapat melihat kesempatannya untuk memenangkan pertarungan.
"Satan, Mammon!
__ADS_1
Bantu aku melawan Uriel kemudian kita urus sisanya!" teriak Belphegor dengan nada tinggi
Perintahnya tidak di jawab serta dia tidak merasakan aura dari kedua saudaranya.
"Apa yang kalian lakukan cepat bantu aku!" teriak Belphegor sekali lagi sambil melihat ke arah bawah
Medan pertempuran menjadi unggul untuk Pasukan Malaikat dengan Belphegor menyadari kalau dua saudaranya telah terbunuh oleh mereka sontak membuat mata iblis Belphegor bergetar akan kemarahan. Tubuh Belphegor bergetar bersamaan dengan auranya yang langsung meningkat secara pesat lalu Malaikat Uriel yang merasakan hawa mencekam tersebut mulai mengaktifkan Ultimate Cruel Sun yaitu menciptakan bola api ukuran sedang mirip seperti matahari.
Belphegor terus meningkatkan auranya hingga mereka yang berada di bawah merasakan hal yang sama tiba-tiba hal yang tidak Malaikat Uriel inginkan akhirnya muncul tepat di depan matanya. Sebuah Gate Hitam muncul di langit sembari terbuka secara perlahan dan itu membuat Malaikat Uriel memperlihatkan sifat seriusnya.
Saat Gate Hitam terbuka lebar tiba-tiba tekanan yang luar biasa dahsyatnya membuat seluruh orang langsung tunduk dan tidak mampu berdiri begitupun dengan Pasukan Iblis yang masih tersisa. Malaikat Sammael, Azrael, Mikhael dan Ramiel sudah mengetahui siapa yang dapat memberikan tekanan aura yang luar biasa tersebut.
Muncul sosok iblis tidak bersayap, memiliki satu tanduk di sebelah kiri, matanya mirip seperti Belphegor. Kedatangannya membuat Malaikat Uriel berpaling melihat ke arahnya dan itu membuat Belphegor kesal lalu menyerang dengan ganasnya tetapi Malaikat Uriel menurunkan tatapannya ke arah Belphegor dan tatapan tersebut membuatnya mengerti kalau Malaikat Uriel tidak tertarik untuk melawannya.
"Ultimate Cruel Sun!" ucap Malaikat Uriel sambil melemparkan bola matahari ke arah Belphegor yang kemudian tubuh iblis tersebut terlempar ke arah Pasukan Iblis
Panasnya Cruel Sun membakar tubuh Belphegor hingga tubuhnya menghantam ke tanah lalu Cruel Sun meledak dengan membakar seluruh Pasukan Iblis yang masih tersisa. Malaikat Uriel kembali menatap ke arah Lucifer, dampak dari serangan Malaikat Uriel masih bisa Belphegor tahan tapi tubuhnya terluka parah bahkan penyembuhan diri terasa sangat lambat untuknya.
"Sialan kau Uriel!" ucap Belphegor sambil menahan rasa sakit
Setelah aku membunuh iblis itu selanjutnya adalah dirimu!" teriak Malaikat Uriel kemudian melirik ke arah Belphegor dengan tajam
"Hahaha...
Adik jangan melawannya karena kamu bukanlah tandingannya tapi aku adalah iblis yang mampu melawan anjing ini!" ucap Lucifer sambil menatap sombong ke arah Uriel
Lucifer memperhatikan kondisi medan perang dan Pasukan Iblis telah kalah total melawan Pasukan Malaikat tetapi masih ada peluang untuk membalikkan keadaan.
"Bertarung di sini bukanlah tempat yang cocok untuk kita!
Uriel, mari bertarung serius tanpa memikirkan keadaan di Dunia Eind sama seperti dulu!" ucap Lucifer sambil menjentikkan jarinya untuk menciptakan sebuah gate menuju Dunia Eind
Dunia Eind adalah dunia buatan yang Lucifer buat pada masa di Dunia Yeverleen ketika dia bertarung melawan Malaikat Uriel karena petarungan mengakibatkan kerusakan yang sangat fatal, Lucifer menciptakan dunia tersebut untuk mereka berdua supaya dapat bertarung sepuas mungkin tanpa mempedulikan keadaan sekitar sebab Dunia Eind yang mirip seperti Dunia Yeverleen tetapi kerusakan yang ditimbulkan akan kembali seperti semula dalam hitungan detik.
Malaikat Uriel tidak bisa menerima hal tersebut karena Belphegor masih hidup, akan berbahaya jika dirinya tidak ada. Namun, Lucifer menatap tajam ke arah Malaikat Uriel seakan-akan mengerti dari pemikiran Malaikat itu.
"Voice!" ucap Lucifer dengan nada pelan
__ADS_1
Mendengar kata "Voice" seketika membuat Malaikat Uriel langsung terbang secepat kilat dengan dia tiba berada di belakang Lucifer sembari membakar pedangnya dengan api matahari yang siap untuk menebas tubuh Lucifer.
"Uriel berada di Dunia Eind!" ucap Lucifer sambil melirik ke arah Malaikat Uriel
Tak...
Hawa keberadaan Malaikat Uriel langsung menghilang karena kemampuan Voice adalah kemampuan yang dapat menjadikan setiap ucapannya menjadi kenyataan dan itu merupakan kemampuan yang sangat berbahaya bagi para Malaikat. Namun, memakai kemampuan tersebut tidak boleh sembarangan karena setiap ucapan akan jadi kenyataan dan Lucifer tidak boleh menyebut sesuatu yang tidak boleh terjadi karena belum saatnya.
"Voice!
Para Malaikat sembuh!
Haaaaa...
Sampai kapan kamu berdiam diri?
Belphegor mengamuklah!" ucap Lucifer sambil masuk ke dalam Dunia Eind
Tak...
Belphegor langsung merubah tekanan auranya menjadi tipis dan lembut tapi sangat mematikan, wajahnya berubah menjadi mengantuk. Para Malaikat berdiri untuk menghadapi Belphegor dengan tubuh mereka menjadi sembuh akibat dari kemampuan Lucifer, entah kenapa dia melakukan itu tapi sepertinya hanya untuk bersenang-senang.
"Hufffttt...
Dua saudaraku sudah tiada karena kalian sudah membunuhnya karena itu aku akan memberikan penyiksaan untuk kalian semua!" ucap Belphegor sambil menjatuhkan meteor
Kali ini Belphegor menjatuhkan ribuan meteor ke bumi dan itu membuat mereka merinding melihat ukuran meteor yang sangat besar dengan jumlah banyak sedang jatuh ke arah bumi. Meteor mencium bumi yang mengakibatkan hantaman dahsyat ke bumi dan itu menciptakan gempa skala besar.
Zduuummm...
Pasukan Malaikat langsung rata akibat meteor tersebut tetapi Malaikat Ramiel memakai perisainya untuk melindungi orang penting dalam pertarungan melawan Belphegor. Belphegor turun untuk menghadapi mereka di medan perang yang sudah luluh lantah.
"Lelahnya...
Mari cepat selesaikan ini!" ucap Belphegor dengan wajah mengantuk
Bersambung...
__ADS_1