
Tubuh Jack saat ini sangatlah lemah karena daya hidupnya terus-menerus berkurang hingga membuat Seila panik sampai mengeluarkan seluruh Mana miliknya untuk dapat menyembuhkan Jack. Namun, tubuh Jack tidak memperlihatkan tanda-tanda sembuh bahkan rambut sudah sepenuhnya memutih, wajahnya memucat dan tubuhnya dingin.
"Jack bertahanlah!" teriak Henry dengan perasaan cemas dan khawatir
"Tidak akan aku biarkan seorang sepertimu meninggal, Jack bertahanlah!" teriak Seila sambil menukar daya kehidupannya hanya untuk mempertahankan Jack
...
Teriakan mereka berdua seketika membangunkan Jack tapi bukan di dunia nyata melainkan dunia ingatan. Jack langsung memasang wajah cemas dan khawatir seketika pelukan hangat yang sudah lama dia tidak rasakan membuatnya melupakan perasaan itu.
Ibunya memeluk Jack dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang.
"Ryan, apa kamu baik-baik saja kalau ada masalah, bicara saja dengan ibu atau ayah!
Mereka pasti akan membantumu karena kita adalah keluarga!" ucap ibunya sambil tersenyum
"Cerita saja kepada ayah karena masalah apapun akan ayah selesaikan dengan baik!" ucap ayahnya sambil memberikan kesan bisa diandalkan
"Ayah jangan bercanda bukankah tempo hari, ayah kabur karena takut dengan bibi!" ucap kakaknya sambil tertawa
Ibu dan kakaknya tertawa ketika mengingat kejadian tersebut sampai membuat Jack merindukan suasana itu, sesaat Jack melupakan semua yang akan menimpa kepada keluarganya. Dia menikmati setiap moment bersama keluarganya seperti makan bersama, bermain bersama, tidur bersama serta tertawa bersama.
Ibunya memiliki sifat lemah lembut dengan kebaikan yang terus dia lakukan membuat Jack kagum bahkan seluruh tetangga menganggap ibunya sebagai orang suci.
Ayahnya sangat bertanggung jawab kepada keluarganya, setiap pekerjaan akan dia lakukan untuk membiayai kehidupan keluarganya.
Kakaknya sangat menyayanginya bahkan akan selalu melindungi adiknya setiap kali dia melakukan itu membuatnya selalu tersenyum seperti tidak terjadi apapun.
Semua kebahagian yang kini dia rasakan merupakan harapan yang dia inginkan hingga saat Jack merayakan ulang tahun kakaknya terjadi sebuah pesta meriah yang mengikutsertakan seluruh sukunya. Pestanya diadakan pada malam hari dengan api unggun sebagai pertunjukkan tengah malam yang merupakan tradisi suku mereka ketika ada yang berulang tahun.
Waktu demi waktu berlalu dengan penuh kebahagian tapi ada yang mengintai mereka dari kegelapan dengan hawa membunuh. Saat waktu menunjukkan pukul 11.58 kini mereka semua bersiap untuk menyalakan api unggun yang sangat besar dan kakaknya yang akan menyalakan api unggun tersebut.
Tengah malam membuat Mata Biru mereka semua menyala terang seperti sebuah Permata Topaz. Saat api unggun akan dinyalakan tiba-tiba serangan muncul yang mengakibatkan beberapa orang mati terbunuh, keadaan langsung panik dengan para pembunuh bayaran terus melancarkan serangan mereka kepada orang dewasa.
__ADS_1
Sreeet...Sreeet...Sreeet...
Jack melihat semua orang terbunuh dengan cara mengenaskan hingga ayahnya membawa mereka berdua untuk pergi menjauh serta mencari tempat sembunyi. Namun, Jack tidak melihat keberadaan ibunya membuatnya menangis histeris dan terus berteriak untuk dilepaskan tapi ayahnya memeluk erat Jack sambil berlari sekuat tenaga.
Swossh...
Satu anak panah mengenai kaki ayahnya hingga susah untuk berlari karena pergerakannya melambat. Ayahnya menunjukkan wajah marah besar kepada kedua anaknya sambil menyuruh mereka berdua untuk berlari serta bersembunyi.
Dengan berani, ayahnya berdiri sambil melindungi anaknya dari setiap anak panah yang ditembakan hingga seluruh tubuhnya penuh dengan anak panah sampai membuatnya tumbang ke tanah. Mendapatkan perintah dari ayahnya dengan tangisan sang kakak membawa adiknya lari sejauh mungkin sampai tidak terlihat tapi pembunuh yang mengincar mereka seorang professional.
Kakaknya memikirkan satu cara untuk menyelamatkan adiknya hanya dengan mengambil kain ranting yang cukup tajam kemudian dia melempar adiknya hingga terjatuh ke tanah.
"Ryan, kabur dari sini dan jangan kembali!" teriak kakaknya dengan nada keras sambil menangis
"Kak jangan tinggalkan aku sendirian!" teriak Jack sambil menangis
"Ryan!!!
Kakak akan melindungimu jadi cepat lari dari sini sekarang juga atau aku akan memukulmu!" teriak kakaknya dengan nada keras sambil menangis
Oeeekkk...
Pembunuh itu memeriksa kedua mata kakaknya Jack.
"Sayang sekali kamu sudah berumur 17 tahun, ulang tahunmu seperti kematian untukmu!" ucapnya sambil melayangkan pedangnya hingga kepala kakaknya Jack terpotong rapi
Kepala itu terlempar dengan bercak darah membasahi rumput serta tangisan yang tidak berhenti mengalir walaupun sudah mati terbunuh.
Jack terus berlari...berlari...berlari...berlari tapi dia mengingat ibunya seketika dia melanggar perintah kakaknya kemudian memutar kembali untuk mencari ibunya. Sepanjang dia berlari ada banyak sekali mayat dan itu membuatnya semakin kencang berlari hingga tiba dia di api unggun yang masih belum menyala.
Para pembunuh sudah mengepungnya tapi Jack fokus ke api unggun karena ibunya tersalib kemudian api unggun dibakar sampai membuat apinya berkobar-kobar dengan cepat menbakar tubuh ibunya. Jack menatap kobaran api serta tubuh ibunya yang sudah berwarna hitam, matanya menjadi kosong seperti sudah mati.
Seketika dunia ingatan mulai retak karena kemunculan Sosok ???
__ADS_1
"Pikiranmu mencoba mengingat ini tapi aku terlambat untuk membuatmu melihat kembali kejadian ini, maaf Jack!" ucap Sosok ???
Jack yang selalu tegar kini dia menunjukkan sisi lemahnya hingga tangisan itu membuat sebuah amarah dan balas dendam yang tidak akan berhenti hingga pembunuh itu mati ditangan Jack.
"Tidak apa karena kamu memperlihatkan sesuatu yang sangat aku inginkan!
Tiga wajah orang yang sudah membunuh keluargaku akan aku pastikan mereka menderita seperti apa yang dia lakukan kepada keluargaku!" ucap Jack dengan tatapan tajam serta menakutkan
"Berarti kamu tidak boleh mati!" ucap Sosok ???
Jack berdiri dan secara perlahan tubuh anak kecilnya berkembang hingga usianya saat ini, teriakan dari teman-temannya terdengar di dunia ingatan. Jack kembali ke dunia nyata dengan tubuhnya perlahan kembali serta Mata Birunya sudah terganti dengan yang baru.
Terdeteksi!
Artefak kelas tinggi telah anda tingkatkan serta kutukan Asmodeus sudah menghilang dari tubuh anda kini kemampuan Overdrive telah menghilang sehingga anda resmi mencapai level 100. Anda telah mendapatkan tiga kemampuan baru yaitu Authority, Elemental Bullet dan Change Destiny!
Catatan!
Exp yang didapatkan ketika mengalahkan Asmodeus membuat anda naik level 100 dan beberapa Exp telah dibagikan kepada rekan anda.
Catatan!
Gate Hunter Nickname Julia saat ini level 90
Gate Hunter Nickname Stella saat ini Level 75
Gate Hunter Nickname Park Hyeon saat ini level 80
Gate Hunter Nickname Seila saat ini level 125
Gate Hunter Nickname Henry saat ini level 122
Gate Hunter Nickname Chen Li saat ini Level 135
__ADS_1
Gate System mempersembahkan pencapai itu semua untuk anda kini Sosok ??? akan terus memantau perkembangan anda!
Bersambung...