
"Lelahnya...
Mari cepat selesaikan ini!" ucap Belphegor dengan wajah mengantuk
Kondisi medan tempur saat ini adalah Pasukan Malaikat dan Pasukan Iblis sudah terbunuh semua akibat dari jatuhnya meteor yang Belphegor turunkan ke bumi. Empat Malaikat dengan empat manusia sedang bersiaga untuk menghadapi Iblis Dosa Kemalasan, Belphegor sedang dalam mode mengamuknya sehingga aura intimidasi darinya sangat menyakitkan bagi empat manusia tersebut.
Henry langsung menggunakan artefak yang dapat menghilangan perasaan terintimidasi, artefak tersebut pernah dia gunakan saat melawan Ragnarok. Setiap artefak yang Henry keluarkan membuat Belphegor melirik kepadanya karena sungguh langka melihat orang yang dapat menggunakan banyak artefak sekaligus.
Henry mengeluarkan artefak dadu yang dia lemparkan ke udara kemudian mengeluarkan angka tiga seketika Park Hyeon dan Chen Li langsung berada di sekitar Belphegor seperti sebuah teleport hingga membuat Belphegor terkejut sampai tidak dapat melawan balik.
Park Hyeon menyentuh pundak Belphegor yang langsung mengaktifkan Kemampuan Hope sedangkan Chen Li sudah mempersiapkan diri untuk meninju wajah Belphegor dengan kuat.
"Kendon Hampura!" teriak Chen Li sambil meninju wajah Belphegor
Punchh...
Pukulan kuat dari Chen Li langsung melempar tubuh kecil Belphegor hingga terseret sejauh 30 meter di permukaan tanah kemudian menabrak batu besar yang berada di belakangnya. Seila mengeluarkan begitu banyak Mana yang dia miliki hingga menciptakan pola magic berlapis tujuh dengan elemen berbeda.
"Tujuh elemen yang mewakili dunia, Rainbow Element!" teriak Seila sambil menyatukan tujuh lapisan pola magic tadi menjadi satu yang kemudian meledakan Belphegor
Zduaarrr...
Ledakan besar terjadi dengan membuat hembusan angin yang sangat kuat serta menciptakan kawah besar tepat di keberadaan Belphegor. Park Hyeon langsung mendekat kepada Henry supaya dia tidak di serang oleh Belphegor selagi dia menunggu Kemampuan Hope selesai. Empat Malaikat yang melihat kerja sama mereka sontak membuat kagum tetapi kesenangan belum bisa mereka dapatkan sebab Belphegor terbang ke atas dengan kondisi tidak terluka ataupun tergores.
"Hufftttt...
Artefak Dadu Elionar yang setiap angka satu sampai enam dapat memberikan efek khusus secara acak tetapi kenapa kamu bisa tepat mendapatkan angka tiga yang memberikan efek teleport?" tanya Belphegor sambil menguap
"Bukankah kamu ingin menyelesaikan ini dengan cepat jadi tidak perlu bertanya tentang bagaimana aku menggunakannya!" balas Henry sambil mempersiapkan diri untuk menggunakan Dadu Elionar
Henry melempar dadunya lagi tapi saat dia berkedip tiba-tiba Belphegor sudah berada di sampingnya sontak tubuhnya langsung terasa berat kemudian menghantam ke permukaan tanah dengan postur tengkurap. Melihat suaminya dalam bahaya, Seila langsung terbang meluncur ke arah Belphegor dengan kecepatan penuh hingga Belphegor sadar akan musuh yang mendekat seketika dia mengeluarkan pedang dari lubang hitam kemudian menebaskannya ke arah Seila secara perlahan.
Slasshh...Tanggg...
Tebasannya tertahan oleh sebuah perisai tetapi dampaknya langsung terlihat di belakang Malaikat yang sedang memakai perisai tersebut. Terlihat struktur permukaan tanah terbelah menjadi dua sehingga menciptakan jurang yang sangat dalam. Malaikat yang memegang perisai tersebut adalah Malaikat Ramiel dengan dia menjaga Seila dari tebasan tadi.
Belphegor menutup kedua matanya lalu membukanya dengan kuat sehingga menciptakan daya tarikan yang sangat kuat hingga Chen Li yang tidak dapat menahan tarikan tersebut mulai terhisap ke jangkauan serangan Belphegor.
"Dark of Nebula!" ucap Belphegor sambil mengarahkan tangan kanannya untuk menghanguskan tubuh Chen Li dengan kegelapan
"Heavenly Arrow!" teriak Malaikat Mikhael sambil melepaskan busur panah yang langsung mengarah ke tangan kanan Belphegor
Sroottt...
Tangan kanan Belphegor langsung terkena anak panah seketika terpotong secara tidak merata hingga Chen Li selamat sembari membalas Belphegor dengan memukul wajahnya sekali lagi hingga menghantam ke permukaan tanah.
Zdaaarrrr...
Chen Li langsung menjauh lalu Malaikat Sammael terbang di atas Belphegor sambil membesarkan cincin di telapak tangan kirinya.
"Light Heaven!" ucap Malaikat Sammael sambil menembakan cahaya terang ke Belphegor
Syiiinnggg...
__ADS_1
Cahaya terang tersebut langsung menembus tubuh Belphegor kemudian cahaya itu semakin memanas dan terus semakin panas hingga Belphegor memantulkan cahaya terang itu ke arah Malaikat Sammael, dia terkejut tanpa bisa menghindari pantulan cahaya terangnya dan tubuhnya terkena secara langsung hingga Malaikat Sammael berhasil menghentikan Light Heaven dengan kedua tangannya sudah berwarna merah.
"Hufffttt...
Serangan kalian tidak akan memberikan dampak kepadaku!" ucap Belphegor dengan tatapan melas
"Kalau begitu bagaimana dengan ini!" ucap Seila dengan konsentrasi Mana tingkat tinggi
Di langit terdapat ribuan jarum tajam dengan ukuran sedang serta berwarna hitam kemudian Seila melempar ribuan jarum tersebut kepada Belphegor karena dia merasakan ada sesuatu di jarum hitam tersebut, Belphegor menghindari setiap jarum yang mengarah kepadanya tetapi dua jarum hitam mengenai bahu dan dadanya.
"Hoeekkk...
Darah ayah!" ucap Belphegor sambil muntah darah
"Henry!" teriak Seila dengan nada tinggi
Slashh...
Henry langsung menebas kepala Belphegor menggunakan pedang yang merupakan artefak miliknya hingga kepala Belphegor terpotong tapi saat sudah terpotong tiba-tiba muncul darah yang langsung bergerak menuju kepala Belphegor. Darah tadi langsung menarik kepala Belphegor untuk kembali ke tubuhnya sontak membuat Henry panik dengan Belphegor menggunakan Black Ceros di ujung jari telunjuknya.
Henry bergerak tapi pasti tidak akan sempat menghindarinya, Malaikat Ramiel berniat untuk menolong Henry. Namun, Belphegor menyadari keberadaan Ramiel yang bersiap untuk menolong Henry karena itu dia menggunakan tangan kirinya untuk menarik tubuh Seila menggunakan Dark of Nebula sehingga Seila tertarik menuju tangan kiri Belphegor seketika membuat pilihan sulit untuk Malaikat Ramiel.
"Siapa yang harus aku selamatkan!" gumam Malaikat Ramiel dengan mata terus menatap mereka berdua
"Selamatkan Seila, Ramieeel!" teriak Henry dengan suara tinggi
Mendengar teriakan itu membuat tubuh Malaikat Ramiel langsung bergerak cepat menyelamatkan Seila sedangkan Henry menatap Black Ceros yang sudah siap di tembak.
"Black Ceros!" ucap Belphegor sambil menembakannya
Ledakan besar yang langsung membuat Seila menatap dengan tubuh gemetar serta panik.
"Henrryy!" teriak Seila yang sudah selamat dari Dark of Nebula
Saat ledakan selesai.
Mereka semua melihat Henry sudah terbakar oleh Black Ceros hingga tanda kehidupan tidak ada di dalam tubuhnya lagi seketika membuat Seila menatap dengan penuh kemarahan ke arah Belphegor. Seila mengambil pedang milik Malaikat Ramiel kemudian terbang dengan kecepatan penuh menuju Belphegor hingga mereka berdua beradu pedang.
Ting...Tang...Ting...Tang...
"Belphegoorr!" teriak Seila dengan penuh kebencian terhadapnya
"Haaa...
Berisik sekali!" ucap Belphegor sambil menendang perut Seila dengan keras
Hoeekkk...
Seila muntah darah kemudian Belphegor bersiap untuk memotong tubuh Seila tetapi Chen Li langsung mendorongnya dari jangkauan serangan Belphegor hingga tebasan tersebut mengenainya yang membuat badannya terbelah.
Slashh...
Darah berhamburan mengenai tubuh Seila dengan tatapan Chen Li yang sudah berwarna putih seketika membuat dia histeris. Empat Malaikat tidak sempat untuk membantu mereka karena merasakan ketakutan kepada Belphegor atau sesuatu di antara mereka telah tiada.
__ADS_1
"Uriel..." ucap Malaikat Ramiel dengan tubuh gemetar
Belphegor mencoba menyentuh Seila.
"Ramiel jangan diam!
Selamatkan Seila!" teriak Malaikat Sammael
"Dasar bodoh!
Azrael selamatkan mereka berdua dengan Angel of Death!" teriak Malaikat Mikhael sambil terbang dengan cepat untuk menyelamatkan Seila
"Tidak akan aku biarkan!
Chain of Drakness!" ucap Belphegor dengan tangan kanan mengarah kepada Malaikat Azrael
Rantai kegelapan mengikat tubuh api Malaikat Azrael sehingga tidak dapat bergerak kemudian api hitam membakar api birunya yang mana akan sangat berbahaya untuknya. Malaikat Mikhael yang sudah hampir sampai untuk menyelamatkan Seila tiba-tiba sayapnya di pegang oleh Belphegor kemudian dirobek sambil menebas tubuh Malaikat Mikhael sebanyak mungkin hingga penuh dengan luka tebasan.
"Akkhhhh...
Seila!" ucap Malaikat Mikhael dengan tubuh tumbang bersimbah darah
"Mikhael!
Sialan kau Belphegor!" teriak Sammael sambil mempersiapkan cincinnya
Tetapi Belphegor langsung menghilang dari pandangannya dan berdiri tepat di belakangnya sembari menusuk jantungnya dengan pedang yang dia gunakan untuk menebas tubuh Mikhael.
"Aggghhh...
Belphegor!" ucap Malaikat Sammael sambil darah keluar dari mulutnya dan dada kirinya berdarah
"Terimalah pelayanan ini!' ucap Belphegor sambil menusuk jantung Malaikat Sammael dengan puluhan pedang yang dia keluarkan dari lubang hitam
Sroottt...
Tubuh Malaikat Sammael langsung tumbang ke tanah dengan jantung berhenti berdetak dan tubuhnya bersimbah darah. Malaikat Azrael menyadari kalau saudaranya Sammael telah terbunuh dengan teriakan terakhir dia menyuruh Malaikat Ramiel untuk sadar dan melihat sekitarnya sontak membuat Belphegor langsung melempar pedang yang membuat tubuhnya tertancap di batu.
Akkhhh...
"Sammael!
Maafkan aku...maafkan aku, Sammael!" ucap Malaikat Sammael sambil menangis serta menyesal
Belphegor mendekati Seila yang masih histeris kemudian menyentuh kepalanya dengan tangan kanannya.
"Huffftt...
Akhirnya selesai juga tapi karena kamu adalah perempuan, aku akan membuatmu mati dengan cara yang tidak menyakitkan jadi selamat tidur, MATILAH!" ucap Belphegor sambil menghentikan detak jantung Seila
Deg...Deg...Deg...
Seila terjatuh dengan keadaan tidak bernyawa kemudian sebuah pintu muncul di depan Belphegor. Saat itu Jack serta yang lainnya melihat pertarungan yang sudah selesai dengan teman-temannya mati terbunuh dengan cara mengenaskan.
__ADS_1
Bersambung...