Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 87: Varlon Versus Syoho (Part 2)


__ADS_3

Getaran luar biasa membuat panggung besar tidak berhenti bergetar karena sedang terjadi bentrokan aura antara Varlon dengan Syoho kemudian sebuah awan petir mulai membesar lalu Varlon menyentuh gemuruh berwarna hitam tersebut seketika di genggaman tangan kanannya terdapat pedang petir hitam dan telapak tangan kirinya sedang mengontrol badai hitam dengan ukuran sudah berubah menjadi kecil karena Varlon menekan badai hitam tersebut.


Zduaarrrr...


Suara gemuruh membuat panggung besar menjadi ribut sedangkan Syoho tersenyum menyeringai melihat kekuatan besar di depan matanya seakan-akan awan hitam tersebut ikut membantu Varlon untuk mengalahkan Syoho.


"Freedom to Use Magic: Kuroikazuchi!" ucap Varlon sambil melayangkan pedang petir hitamnya ke arah Syoho


Zzzduaarrr...


Ledakan petir hitam yang sangat luar biasa nyaringnya hingga membuat arena permukaan pertarungan menjadi retak dengan tebasan dari Varlon memotong tangan kanan Syoho karena tidak berhasil menghindari Kuroikazuchi, kecepatan petir hitam dengan petir ungu sangat berbeda itulah yang Syoho alami.


"Menyerahlah Syoho kali ini biarkan aku membuka dunia untuk menjadi hal yang namanya sebuah kebebasan oleh karena itu, aku akan menjadi pengganti dari Ragnarok-sama!" teriak Varlon dengan full senyuman


Syoho mengambil tangan kirinya yang terpotong kemudian menyatukannya dengan Api Putih yang seketika langsung menyembuhkan luka terpotong tersebut. Syoho mempersiapkan dirinya untuk memberikan serangan balasan untuk Varlon dengan mengeluarkan enam jenis api yang berbentuk lingkaran lalu dia terbangkan di atas Varlon.


"Six Kinds of Fire: Scorching Red Flame!" ucap Syoho sambil mengeluarkan Api Merah yang langsung membakar tubuh Varlon secara cepat


Aggghh...


"Freedom to Use Magic: Black Lightning Spear!" ucap Varlon sambil membuat pedang petirnya menjadi tombak kemudian dia lemparkan ke permukaan arena pertarungan


Zzzduaaarrr...

__ADS_1


Sambaran petir yang sangat dahsyat membuat Api Merah yang membara di tubuh Varlon seketika menghilang tapi dampak rasa sakit mulai Varlon rasakan pada tubuhnya. Syoho mulai kelelahan karena terus mengeluarkan enam jenis api secara bersamaan.


Varlon dan Syoho langsung melanjutkan pertarungan hebat mereka yang terus membuat para penonton bersemangat dan tegang melihat jalannya pertarungan tersebut. Syoho memakai Api Jingga untuk di buat sebuah tongkat panjang dengan ukiran lambang Api Jingga sontak hal itu membuat siapapun ingin mengetahui seberapa hebat tongkat tersebut.


Tiba-tiba Varlon semakin bersemangat dan bersenang-senang hingga kekuatan yang dia miliki semakin bertambah kuat dengan dia terus menyentuh apa yang sebenarnya tidak bisa di sentuh tapi Varlon dengan mudahnya bisa melakukan itu semua tapi kekuatannya semakin tidak terkontrol.


Syoho mengeluarkan Api Hitam kemudian dia bakar arena pertarungan menjadi sebuah lingkaran yang tidak akan bisa padam kecuali dia menghentikannya atau ada yang menggunakan Api Biru. Syoho semakin serius dengan tatapan matanya berubah dingin, Api Merah dan Api Biru langsung dia bentuk menjadi sebuah pedang.


Varlon mengembalikan tombak Api Hitam tadi menjadi sebuah pedang yang diselimuti oleh Api Hitam sehingga bisa beradu pedang dengan Syoho. Namun, semua yang menonton merasakan benturan dahsyat yang sampai beredar dengan berhati-hati.


Slash...Zddduuaaarrr...


Hantaman kedua pedang saling bentrokan hingga merusak lapisan pelindung pertama panggung besar tersebut. Syoho dan Varlon masih beradu pedang dengan menebas dan memotong dengan kuat ke arah musuh mereka masing-masing.


"Hamura!" ucap Syoho sambil menebaskan pedang Api hitamnya secara vertikal yang kemudian membelah permukaan arena pertarungan


Varlon berhasil menahan tebasan tersebut dengan kerusakan pedang petir hitam membuatnya tersambar habis oleh awan Zeus hitam. Tubuh Varlon menjadi gosong tapi dia dengan cepatnya langsung pulih kemudian kembali beradu pedang lagi dengan Syoho hingga pertarungan mereka terjadi begitu lama karena masing-masing tidak mau menyelesikan pertarungan dengan seluruh kekuatan mereka.


Varlon mencengkram kedua sisi yang kemudian sisi kanan dan kirinya menjadi retak lalu terjadi sebuah kehancuran untuk permukaan arena pertarungan sampai menciptakan sebuah kawah sedang yang mana mereka saling menatap lagi untuk kedua kalinya, Syoho memberikan tekanan kuat kepada Varlon dan untuk membuat tekanan Syoho yang sangat kuat itu tidak bisa masuk ke dalam pikiran dan hati dengan mengandalkan kemampuannya.


Varlon bisa mengatur sesuka hati untuk tubuhnya bahkan detak jantungnya yang saat ini berhenti tapi bisa membuat sistem kerja tubuh masih dapat berfungsi dengan normal. Syoho kembali menggunakan kemampuan besarnya dengan menggunakan kedua Api Hitam dan Merah yang kemudian dia satukan di pedang Api Birunya.


"Varlon berusahalah untuk tetap hidup!" ucap Syoho sambil menyatukan tiga jenis api sehingga menciptakan sebuah daya hancur yang luar biasa mengerikan tepat di pedang yang sedang dia persiapkan untuk sebuah ayunan mematikan

__ADS_1


Varlon mengetahui serangan itu sangat berbahaya kemudian dia mulai serius untuk kembali menyerang dengan seluruh kekuatan yang dia simpan.


"Sepertinya kamu juga harus berusaha, Syoho!" ucap Varlon dengan membuat gravitasi menyatu dengan pedang petir hitamnya


Varlon membuat gravitasi menjadi sangat menekan hingga tekanan yang luar biasa kuatnya sehingga pedang petir hitam yang dia pegang sangatlah berat tapi karena Varlon bisa dengan mudahnya merubah berat tersebut tiba-tiba hanya dia yang bisa menciptakan serangan dahsyat ini.


"Kami Koroshi: Hakai!" teriak Syoho sambil mengayunkan pedangnya dengan kuat


"Kami Koroshi: Zetsumetsu!" teriak Varlon sambil mengayunkan pedangnya dengan kuat


Pedang mereka berdua saling berhadapan tapi kekuatan besar yang mereka selimuti di kedua pedang masing-masing membuat sebuah bentrokan tanpa menyentuh hingga membuat ledakan supernova yang bahkan lebih mengerikan daripada sebelumnya.


Belum sampai di situ, mereka berdua masih berusaha menahan pedang masing-masing hingga batas terakhir kemudian ledakan supernova kedua terjadi lagi dengan merusak pelindung lapisan kedua dan ketiga. Namun, Varlon tidak mengetahui siapa lawan dia sebenarnya seketika sebuah hawa mengerikan membuat Varlon ketakutan setengah mati.


Rasa takut yang Ragnarok alami sudah turun temurun kepada keturunannya sehingga hawa mengerikan itu berasal dari Humanity of Chaos yang Ragnarok lawan dalam duel satu lawan satu seketika daya serangannya Syoho meningkat drastis hingga membuat Varlon kewalahan lalu tebasan mengerikan dari Syoho membuat ledakan ketiga menjadi big bang yang menghancurkan seluruh lapisan tapi para penonton selamat karena Jack membuat lapisan terakhir dengan menggunakan sebagian kekuatan penuhnya.


Hantaman antara kedua pedang membuat arena pertarungan menjadi hancur lembur lalu terlihat Syoho masih berdiri tegak dengan senyum menyeringai bagai iblis dan terlihat Varlon baik-baik saja tanpa terluka sedikitpun karena Syoho sengaja mengincar posisi yang salah.


"Luar biasa sekali karena itu aku mengaku kalah!" ucap Varlon dengan senyuman


"Tadi sangat menyenangkan, Varlon!" ucap Jack sambil tersenyum


"Duel terakhir dimenangkan oleh Syoho dari Akademik Yusshen dengan ini pemenang sebenarnya adalah Akademik Yusshen!" teriak Juri dengan nada tinggi

__ADS_1


Kemenangan besar tersebut membuat penonton Earthleen bagian kanan bersorak-sorak dan bergembira dengan kemenangan tersebut lalu selanjutnya adalah pemilihan peserta yang akan menjadi Generasi Pembunuh Dewa. Pada akhirnya Jack bisa menemukan sosok yang tepat untuk Ragnarok jadi dia diam-diam bertemu dengan Varlon untuk memastikan satu hal lagi yang jika cocok dan menurut apa yang Ragnarok inginkan, Jack akan langsung menobatkan Varlon sebagai penerus dari Ragnarok.


Bersambung...


__ADS_2