Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 51: Sang Iblis Kecemburuan: Leviathan


__ADS_3

Dunia mimpi yang terdapat banyak keanehan di sekitarnya dan dunia mimpi tersebut merupakan tempat terbaik untuk Leviathan supaya dapat mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Dorr...Dorr...Dorr...


Tembakan dari Jack dan Julia tidak mampu menembus perlindungan Leviathan yang terbuat dari kaca tapi saat peluru mengenai kaca tersebut seakan-akan peluru masuk ke dalam kaca seperti peluru mengenai permukaan air kemudian Stella menggunakan Magic Creation yang berunsur petir untuk menyebar ke seluruh dunia mimpi tapi serangan magic tersebut tidak mempan terhadap Leviathan.


Intinya Leviathan kebal terhadap serangan fisik dan magic sehingga hanya satu cara untuk mengalahkannya yaitu merusak mental dengan menghadapi mimpi yang penuh dengan keanehan walaupun Jack sempat menolak karena menganggap kalau rencana tersebut berbahaya tapi Leviathan akan terus mengurung mereka di dunia mimpi sehingga mereka tidak akan bisa membantu rekannya.


Jack memberanikan diri untuk menghadapi mimpi aneh tersebut hingga mereka semua berpencar menjadi dua tim yaitu Jack bersama dengan Malaikat Rafael sedangkan Stella dan Julia bersama dengan Malaikat Gabriel kemudian mereka masuk ke dunia mimpi tanpa ada perlawanan.


Leviathan mulai memberikan mimpi di mana Jack bersama dengan Malaikat Rafael sedang menghadapi Beelzebub dan Asmodeus dalam wujud mereka yang sudah menjadi buas. Malaikat Rafael yang hanya bisa menyembuhkan rekan dan tidak bisa bertarung membuat Jack terpaksa memakai Authority untuk Malaikat Rafael masuk ke dalam dirinya.


Sontak mereka berdua bergabung seperti yang Jack lakukan dengan Malaikat Sammael. Jack merasakan tubuhnya lebih ringan dan lebih bertenaga, matanya berubah menjadi biru laut yang sangat jernih bahkan serangan Beelzebub dan Asmodeus yang sangat cepat mampu Jack hindari.


"Kita bertemu lagi, manusia!" teriak Asmodeus sambil tersenyum di wujud hitam pekatnya dengan mata berwarna putih


"Hahaha...


Jack, berikan dagingmu itu!" teriak Beelzebub sambil kelaparan dengan wujud hitam pekat tapi bermata merah


Serangan Asmodeus dan Beelzebub cukup sederhana karena mereka mengandalkan kecepatan dan serangan fisik karena itu Jack hanya perlu mencari celah yang bisa dia masuk lalu memberikan serangan yang berdampak kepada mereka berdua.


Cakar tajam dari Asmodeus dan taring tajam dari Beelzebub akan sangat berbahaya jika terkena serangan tersebut karena itu Jack tidak menutup matanya hingga dia melihat celah yang sangat dia inginkan ketika Asmodeus menyerang dengan cakar tajamnya tepat di samping kanan sedangkan Beelzebub dengan taring tajamnya menyerang dari sebelah kiri sontak Jack memegang tubuh mereka berdua.


Dengan menggunakan air kehidupan milik Malaikat Rafael, Jack mampu mengendalikan air tersebut menjadi serangan yang merusak kehidupan mereka berdua ketika tangannya menyentuh tubuh Asmodeus dan Beelzebub sambil berpikir sebuah duri tajam masuk ke dalam tubuh mereka berdua seketika air berubah menjadi duri dengan menusuk tubuh mereka dari luar dan dalam.


Serangan fatal yang membuat Asmodeus dan Beelzebub terluka parah di bagian perut tetapi dunia mimpi merubah mereka berdua kembali tanpa terluka dan saat itu Jack terkejut melihat Asmodeus sedang memusatkan cahaya hitam di kedua tanduknya.


"Gawat itu Black Ceros!" gumam Jack sambil menutupi dirinya dengan gelembung air


Black Ceros ditembakan tepat mengenai seluruh tubuh Jack seketika gelembung air yang melindungi dirinya menjadi panas di dalam sehingga kulit Jack terasa di rebus kemudian ledakan besar dari Black Ceros membuat gelembung air pecah dengan tubuh Jack sebagian berubah menjadi hitam akibat dari Black Ceros.


"Agghhh...


Tubuhku tidak bisa bergerak!" gumam Jack sambil menahan rasa sakit


Ketika tubuh Jack hampir terjatuh tiba-tiba Beelzebub mengigit pundak sebelah kanan Jack hingga aliran api hitam menjalar ke seluruh tubuhnya dengan rasa panas yang tidak tertahankan membuat jeritan rasa sakit yang luar biasa.

__ADS_1


Akkkhhhh...


Beelzebub tidak berhenti sampai memakan pundak hingga tangan kanan Jack sampai habis. Jack berteriak dengan keras hingga air keluar sampai membanjiri seluruh dunia mimpi dan beruntungnya Beelzebub melepaskan Jack dengan lengan kanannya habis di makan oleh Beelzebub.


Tetapi api hitam yang sudah menjalar di urat nadi membuat Jack gemetar serta kesakitan di seluruh tubuhnya. Jack berusaha menggunakan air kehidupan untuk menyembuhkan dirinya tetapi Asmodeus dan Beelzebub tidak mau memberinya kesempatan.


Jack terus di serang tanpa henti oleh mereka berdua.


"Conductor Orkes!" teriak Jack dengan nada tinggi


Sebuah tongkat maestro muncul sembari Jack memainkannya hanya menggunakan satu tangan. Puluhan Sniper Barret menembak sembarangan hanya untuk mengulur waktu supaya Jack dapat meminum air kehidupan tapi Asmodeus mendapatkan celah dengan Jack terkejut melihat dia di depan matanya. Asmodeus memanggil pedangnya sembari menebas perut Jack.


Uaagghh...


Tebasannya tidak terlalu dalam karena Asmodeus sengaja melakukan itu karena dia ingin melihat Jack tersiksa kemudian Beelzebub menarik tangan kiri Jack hingga terputus dengan mengeluarkan banyak sekali darah seketika membuat Jack shock serta menerima rasa sakit yang amat mengerikan.


Di akhir hayatnya, Asmodeus menebas kepala Jack.


Slash...


Tiba-tiba Jack terbangun dengan melihat Ragnarok di depan matanya sambil menatap tajam ke arah Jack. Tubuhnya yang terluka serta kepalanya yang terpotong seketika kembali seperti semula tapi rasa sakit yang Jack alami masih terasa begitu nyata.


"Tenanglah Jack!


Jika kamu merasa takut, semua itu akan membuat Leviathan menjadi kuat sedangkan dirimu akan melemah!" ucap Malaikat Rafael


Jack berusaha berpikir tenang serta berusaha berdiri untuk menghadapi Ragnarok di depannya. Malaikat Rafael merasa kalau dirinya menjadi beban tetapi Jack sekali lagi mengulurkan tangannya untuk berusaha menghadapi mimpi buruk tersebut sontak membuat Malaikat Rafael yang selalu mendapatkan perlindungan kini ingin berubah.


Malaikat Rafael meraih tangan Jack sembari berdiri di sampingnya kemudian perubahan Malaikat Rafael membuat Jack terkejut karena cahaya terang serta sayapnya berubah menjadi begitu besar kemudian Jack menggunakan kembali kemampuan Authority untuk bergabung dengan Malaikat Rafael.


Mata biru laut dengan Jack mengeluarkan Sniper Barret yang modifikasinya menyatu dengan Malaikat Rafael. Sniper Barret terlihat bergabung dengan air kehidupan sembari bersiap untuk melepaskan tembakan yang akan mengakhiri dunia mimpi tersebut.


Roooaarrr...


Raungan Ragnarok tidak membuat mereka takut hingga terlihat kedua mata mereka yang sudah bertekad untuk menang.


"Water of Life Modification!

__ADS_1


Rafael Bullet-to!" ucap Jack dan Malaikat Rafael


Zddoorrr...


Swooosshhh...


Tembakan dengan peluru yang langsung menebus dunia mimpi kemudian meledakan dengan pusaran air membanjiri dunia mimpi seketika retakan dunia mimpi mengeluarkan Stella, Julia dan Malaikat Gabriel. Saat melihat mereka berdua sontak membuat Malaikat Gabriel takjub dengan kekuatan dari Malaikat Rafael seketika dia penuh dengan semangat.


"Kita tidak boleh kalah!


Stella, Julia mari kita selesaikan ini!" teriak Malaikat Gabriel dengan penuh semangat


Leviathan menatap Jack dan Malaikat Rafael dengan penuh kecemburuan melihat kebersamaan mereka yang begitu kompak sehingga aura hitam mulai menutupi seluruh dunia mimpi tapi Stella dan Julia bersama-sama mengabungkan kekuatan mereka.


"Destroy Magnum!" ucap Julia dengan memusatkan peluru di pistol silvernya


"Magic Creation: Unlimited Power Folds!" teriak Stella sambil memperkuat peluru yang akan Julia tembakan


"Heavenly Wand!" ucap Malaikat Gabriel sambil mempersiapkan lemparan tongkat tajamnya ke kaca pelindung Leviathan


Peluru Julia menjadi sangat kuat dengan Malaikat Gabriel melemparkan tongkat tajamnya dengan sangat kencang dan cepat.


"Destruction Magnum!" teriak Julia dan Stella


Zddoorrr...


Swingggg...


Peluru serta lemparan tongkat dari Malaikat Gabriel seketika mampu merusak kaca pelindung Leviathan hingga dunia mimpi menunjukkan kehancurannya. Keberadaan Leviathan sudah sepenuhnya tidak terlindungi tetapi dia sekali lagi melihat musuhnya yang sangat bersemangat serta merasa senang seketika membuat kecemburuan memuncak di dalam tubuhnya.


Aura hitam menyelimuti tubuh Leviathan seketika wujudnya menjadi sosok penyihir maut yang langsung merubah dunia mimpi menjadi dunia penuh dengan udara kegelapan. Leviathan terus menggerakan mulutnya tanpa mengeluarkan suara dengan tubuhnya bergerak seperti bergetar-getar.


Leviathan merasa cemburu kepada mereka.


"Karena itu kematian pantas untuk kalian!" ucap Leviathan dengan wujud penyihir serta matanya berubah menjadi putih kehitaman


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2