
Semua murid dari kedua Akademik berusaha sekuat mungkin dalam latihan mereka yang sangat ekstrim seperti ingin terjadi sebuah peperangan oleh karena itu Humanity of Chaos turun tangan untuk mengatasi semua permasalahan tersebut tetapi Apocaylpse of Chaos langsung menggunakan telepati untuk mengabarinya sehingga mereka berdua melakukan sebuah pertemuan di suatu tempat yang tidak diketahui.
Suatu tempat yang lokasinya sedang terjadi sebuah badai salju, terlihat kemunculan Ragnarok dengan tubuh manusianya yang semakin melemah karena hari kematiannya sebentar lagi akan datang kepadanya. Jack saat kedatangan Ragnarok langsung mengeluarkan tekanan yang sangat luar biasa hingga membuat badai salju semakin menutupi dirinya seakan-akan Mata Birunya memancar seperti cahaya.
"Manusia tidak kekal bukankah begitu Jackie!" ucap Ragnarok sambil tertawa
"Langsung pada intinya saja Ragnarok!" balas Jack dengan tatapan tajamnya
"Humanity of Chaos, dunia ini tidak akan pernah mencapai kedamaian abadi karena keberadaan diriku dan tentunya The One oleh karena itu mari kita buat kesepakatan tentang peperangan kali ini. Diriku sebentar lagi akan musnah dan keinginan dari penciptaku juga akan hilang karena itu buatlah Earthleen bagian kiri mencapai sebuah kedamaian bersama dengan kalian!" ucap Ragnarok dengan ekspresi serius
"Mencapai itu semua harus membunuhmu!" balas Jack sambil berjalan menuju tempat Ragnarok berada
"Memang benar tapi keinginan dari penciptaku yang sudah hilang dariku akan berpindah tempat kepada yang lain, ini adalah kutukan The One untuk keturunan dari pencipta oleh karena itu aku ingin kamu mencari kandidat dari murid Akademik Galleen yang memikirkan kedamaian serta masa depan Earthleen bagian kiri sebab aku tidak ingin mereka terus melanjutkan kutukan dari The One!" ucap Ragnarok sambil menatap kedua mata Jack
Jack melihat ke dalam dirinya Ragnarok melalui kedua matanya lalu dia melihat keseriusan Ragnarok dalam mewujudkan keinginan terakhirnya.
"Seharusnya dari dulu kamu hanya perlu menerima pilihanku, itulah yang ingin aku katakan tapi kamu terhasut oleh keinginan dari penciptamu yang terkena sebuah kutukan dari The One sehingga kamu mempertahankan keinginan itu sampai akhir hayatmu!" ucap Jack
Ragnarok untuk pertama kalinya memohon kepada sosok manusia yang selalu dia anggap hina, Jack mengangkat kepala Ragnarok kemudian menerima permintaan tersebut lalu Ragnarok kembali meminta kepada Jack untuk membiarkan mereka bertarung yang dimaksud adalah para kedua Akademik murid. Alasan Ragnarok meminta hal tersebut adalah karena ingin melihat sejauh mana potensi kekuatan mereka berdua sebab di saat kedatangan The One yang kemungkinan akan lebih kuat dari Humanity of Chaos kini dipastikan kalau generasi saat ini diharuskan bisa melampaui dewa yang berarti Generasi Pembunuh Dewa.
"Generasi Pembunuh Dewa sangat dibutuhkan karena tidak mungkin kamu akan selalu menjadi penengah untuk kedamaian, kali ini biarkan yang lain mengurus tugasmu sebab The One yang belum dimusnahkan karena keberadaannya yang belum diketahui lalu usiamu yang semakin lama semakin menua akan berakibat buruk saat bertemu dengannya, kedamaian tidak akan tercapai kalau The One belum benar-benar dimusnahkan!" ucap Ragnarok
"Manusia tidak kekal dan saat aku tiada kemungkinan besar dunia ini akan hancur dibuat oleh The One. Menarik sekali idemu itu, baiklah akan aku terima permintaanmu itu tapi perlu di ingat kalau The One bukanlah seorang makhluk hidup sebab dia hanyalah entitas yang bisa membentuk tubuh dan penampilan apapun jadi intinya dia itu bukanlah makhluk hidup.!" ucap Jack
__ADS_1
"Baiklah dan terima kasih banyak atas semuanya, Jackie!" ucap Ragnarok sambil tersenyum lebar
"Sifat nagamu yang dulu sepertinya sudah hilang sepenuhnya karena saat ini kamu lebih ke sifat naga yang bijaksana!" ucap Jack
"Begitukah!" balas Ragnarok sambil menjabat tangan Jack sebagai tanda perdamaian
Kesepakatan baru akhirnya terbentuk sehingga para siswa yang berlatih mendapatkan pesan dunia yang berasal dari Humanity of Chaos yang isinya berupa "Dunia baru ini memerlukan Generasi Pembunuh Dewa sebab keberadaan The One yang belum diketahui dan akan berbahaya jika makhluk itu datang pada saat Humanity of Chaos melemah akibat faktor usia karena itu dibutuhkan Generasi Pembunuh Dewa melalui duel satu lawan satu yang akan diadakan dalam kedua Akademik" lalu Jack kembali pulang tetapi dia tidak tega untuk membiarkan Ragnarok pulang sendirian sebab tubuhnya yang sudah melemah.
Jack mengeluarkan busur panah Mikhael yang sudah mencapai kebangkitan yaitu "panah tidak pernah meleset" itu adalah sebuah kata motivasi untuk mengaktifkan kebangkitan senjata sehingga anak panahnya akan meluncur sampai tepat mengenai sasarannya dan kali ini Jack akan menggunakannya untuk membuat busur panah yang tidak bisa melukai Ragnarok sehingga panah tersebut menembus perut Ragnarok yang langsung terbang menuju tempat yang Ragnarok inginkan.
"Hahah...
Salam perpisahan hangat dariku!" ucap Jack sambil tersenyum
...
Akhirnya semua kandidat di Earthleen bagian kiri langsung serius menganggapi pesan tersebut lalu dalam duel tersebut Jack akan memenuhi permintaan dari Ragnarok yang hanya Jack tahu yaitu mencari kandidat yang menginginkan sebuah perdamaian dan memikirkan masa depan Earthleen bagian kiri.
...
Satu minggu setelah pelatihan ekstrim yang setiap murid dapatkan dari pelatih mereka masing-masing. Pertama untuk Akademik Yusshen kini terlihat ekspresi wajah mereka yang sudah terlihat sangat berpengalaman serta memiliki ekspresi serius dalam setiap keadaan.
Saat semua murid sudah berkumpul kecuali Syoho yang masih belum terlihat, Julia membagikan hoddie khusus berwarna hitam yang saat dipakai akan memberikan efek khusus sesuai karakteristik Mana mereka masing-masing.
__ADS_1
Ketika semuanya memakai hoddie tersebut tiba-tiba lambang Akademik Yusshen langsung terukir dibelakang punggung hoddie mereka semua hingga muncul lima hoddie spesial yang berubah warna karena Mana mereka yang sudah semakin besar.
Clara, hoddie miliknya berubah warna menjadi abu-abu menyala seketika memberikan aura mencekam yang sangat fleksibel hingga dapat bergerak layaknya angin.
Yumei, hoddie miliknya berubah warna menjadi ungu petir menyala seketika memberikan aura menyetrum ketika seseorang merasakan aura tersebut.
Emma, hoddie miliknya berubah warna menjadi hitam menyala seketika memberikan aura menekan pada tubuh seseorang yang merasakan aura tersebut.
Imma, hoddie miliknya berubah warna menjadi putih menyala seketika memberikan aura tenang pada tubuh seseorang yang merasakan aura tersebut seperti sebuah ketenangan.
Selanjutnya adalah Flora, hoddie miliknya berubah warna menjadi merah maroon menyala seketika memberikan aura luar biasa yang dapat menggetarkan tubuh setiap orang yang merasakan aura tersebut bahkan para guru merinding merasakannya.
Sisa yang lainnya hanya berwarna hitam tapi aura mereka semua beragam macam hingga memberikan tekanan seperti seorang monster. Semua guru merasakan perubahan drastis pada mereka semua tapi satu murid yaitu Syoho masih belum muncul tiba-tiba muncul sebuah Gate dari neraka buatannya kemudian Malaikat Azrael keluar sembari tertawa.
"Hahaha...
Anaknya memang luar biasa sekali!" ucap Malaikat Azrael
Julia tersenyum sambil melemparkan hoddie yang langsung Syoho tangkap di dalam Gate Neraka Buatan Malaikat Azrael kemudian dia memakainya seketika perubahan warna pada hoddie tersebut menjadi hitam pekat yang memberikan aura asap hitam keluar di setiap tubuhnya.
Tiba-tiba aura menusuk tubuh semua yang ada di sana hingga Syoho keluar sembari menurunkan masker hitam yang dia gunakan kemudian tersenyum tipis sambil memperlihatkan dua gigi taring kecilnya, rambut Syoho saat itu sangat panjang kemungkinan latihan mereka di neraka buatan Malaikat Azrael memiliki perbedaan waktu.
"Yo, semuanya!" ucap Syoho
__ADS_1
Bersambung...