
Medan Pertempuran saat ini, Malaikat Azrael mengubah pedang bersinarnya menjadi sebuah sabit hitam dengan api biru di bagian tajamnya sedangkan Satan masih sama seperti sebelumnya tapi dia lebih berhati-hati ketika menghadapi api biru milik Malaikat Azrael karena saat terkena api biru tersebut akan membuat kemampuan regenerasinya melambat.
Satan mulai serius untuk mengeluarkan kekuatannya hingga batas terakhir lalu dia mengubah tubuhnya dengan membuat sebuah tentakel dari kulitnya yang berjumlah 20 tentakel. Malaikat Azrael mempersiapkan diri untuk melayangkan sabit tajamnya ke arah Satan tapi 20 tentakel mulai bergerak dengan kecepatan suara yang tidak dapat terlihat tetapi suara kecepatan tentakel tersebut bisa di dengar.
Serangan sabit Malaikat Azrael langsung terpantul tapi dia tidak menyadari sesuatu yang dapat membatalkan serangan sabitnya hingga dia mendengar suara yang datangnya dari Satan. Perlahan tubuh Malaikat Azrael seakan-akan terhisap oleh sesuatu hingga dia menyadari kekuatan Satan yang sedang dia gunakan.
Satan menggerakkan 20 tentakelnya dengan kecepatan suara serta membentuk lingkaran seperti sebuah pelindung bahkan akibat dari kecepatan dia dalam menggerakkan tentakelnya membuat udara tersedot ke dirinya dan begitulah Malaikat Azrael seperti terhisap ke arah Satan.
Serangan tersebut bernama Death Synchronous seketika sedotan udara terus meningkat yang mengakibatkan Malaikat Azrael bertahan untuk tidak mendekati jangkauan serangan mematikan dari Satan. Serangan Satan membuat udara di sekitar menjadi tajam hingga dia semakin meningkatkan kecepatan serangannya lalu Malaikat Azrael menebaskan sabitnya ke udara yang seketika menciptakan tornado.
Swoosshhh...
Tornado tersebut langsung Satan hempaskan hingga tidak tersisa tapi Malaikat Azrael berhasil mendapatkan celah terbuka yaitu bagian bawahnya dengan membuka mulutnya sebesar mungkin kemudian menghembuskan lahar api biru ke Satan.
Lahar api biru tersebut mengenai kaki Satan yang langsung melepuh bahkan panasnya mulai menjalar ke seluruh tubuh tetapi Satan tidak berhenti dalam serangannya karena matanya menunjukkan bahwa dia telah konsentrasi penuh untuk menggunakan serangan tersebut.
Sontak Malaikat Azrael yang kehilangan pijakan langsung terhisap ke arah Satan kemudian terkena serangan tentakel yang mengakibatkan ribuan pukulan tentakel menghantam ke seluruh tubuh tengkoraknya hingga membuat tulangnya retak.
Malaikat Azrael tidak bisa kabur dari sedotan tersebut lalu dia menambahkan api biru di dalam tubuhnya hingga membakar seluruh tulangnya seketika tubuhnya berubah menjadi api biru secara utuh tapi berpenampilan seperti monster.
Tubuh Malaikat Azrael tidak terkena serangan dari Satan hingga dia menyelimuti tubuh Satan sampai memutar-mutar untuk menciptakan api yang besar. Saat itu panasnya sungguh luar biasa sampai tubuh Satan menunjukkan kerusakan yang tidak dapat dia regenerasikan akan tetapi dia masih melancarkan serangannya tersebut tanpa henti.
Saat itu Satan kehilangan pikirannya karena terlalu banyak melakukan regenerasi ke tubuhnya hingga pikiran terakhir yang sedang dia inginkan adalah meledakkan dirinya sampai tidak ada kepingan dari tubuhnya. Satan perlahan terbakar habis oleh Malaikat Azrael tapi satu kepingan yang masih belum terbakar, menjawab keinginan dari Satan.
Kepingan itu berkembang secara paksa menjadi kumpulan kulit yang terus memanas, bertambah ukuran dan terus-menerus berdenyut layaknya sebuah jantung. Malaikat Azrael merasakan bahaya yang dapat membunuh Pasukan Malaikat yang sedang bertarung melawan Pasukan Iblis.
Ukurannya berhenti saat mirip dengan sebuah batu besar dan mengeluarkan hawa panas yang sangat menyakitkan, tiba-tiba gelembung kulit tersebut berwarna merah yang langsung meledak seperti sebuah bom nuklir.
__ADS_1
Zddooomm...
Satan Soul sebuah bentuk terakhir yang iblis ini berikan saat dia sudah menuju kematian, kekuatan terakhir ini menggunakan jantung Satan sebagai bom utama dan ledakannya akan menyebarkan racun di seluruh medan pertempuran karena itulah Satan terus diam tanpa melawan karena dia sudah mengatur semuanya.
Ledakan besar tadi membuat Malaikat Azrael kehilangan sebagian api birunya sehingga dia tidak dapat kembali ke wujud tengkorak. Untuk awalnya Malaikat Azrael kesakitan karena ledakan tersebut mulai menyebarkan racun bahkan api birunya saat membakar racun tersebut tiba-tiba mengalami kesakitan yang sangat parah.
Racun dari Satan Soul juga menyebar ke medan pertempuran yang mengakibatkan kematian kepada Pasukan Malaikat sedangkan Pasukan Iblis merasakan kalau racun tersebut tidak berdampak buruk bagi mereka karena itulah peperangan menjadi unggul lagi di bagian Pasukan Iblis.
Satan mati dengan meledakan dirinya seperti bom nuklir sedangkan Malaikat Azrael berubah menjadi api biru sepenuhnya sehingga dia tidak akan bisa ikut bertarung karena api biru jika hilang dari tubuhnya akan berakibat buruk untuknya atau bisa dikatakan kalau dia akan mati.
Sedangkan itu di pertarungan Mammon melawan Malaikat Sammael, Malaikat Mikhael, Malaikat Ramiel serta bantuan Park Hyeon, Henry, Chen Lin dan Seila kini berhasil menahan wujud Mammon yang seperti ingin menghancurkan diri.
"Aaghhhhh!" teriak Mammon
Tiba-tiba Mammon meledakan diri sampai membuat mereka yang menahannya terhempas jauh lalu terlihat sosok asli Mammon yang kini terlihat begitu gelap dengan cakar runcing serta panjang, tidak ada mulut, mata tidak ada hanya wajah gelap serta tanduknya memanjang ke atas.
...
Ragnarok merasakan amukan dari Mammon.
"Keserakahan yang dia miliki membuat wujud dulunya yaitu sosok iblis yang rupawan berubah menjadi sosok dengan penuh aura kegelapan di dalam maupun di luar. Keinginannya harus terwujud, semuanya harus dia dapatkan dan semua harus menjadi miliknya. Mammon adalah Pangeran Kegelapan tanpa wajah setidaknya kalian para Malaikat harus berusaha keras untuk membunuhnya!" ucap Ragnarok
...
Mammon melayang di udara dengan memberikan tekanan yang cukup kuat hingga membuat sekitarnya bergetar. Malaikat Mikhael membusur panahnya lagi ke arah Mammon tapi saat sudah mendekati tubuhnya tiba-tiba panah tersebut hancur sontak Mammon mengarahkan kepalanya ke Malaikat Mikhael.
Malaikat Mikhael berkedip lalu sosok Mammon sudah berada di depannya dengan cakar tajam sudah menembus perutnya seketika dia muntah darah serta tubuhnya tidak bisa bergerak karena ada sesuatu membuat tubuhnya menolak perintahnya sendiri.
__ADS_1
Malaikat Ramiel dan Malaikat Sammael langsung ingin membantu saudaranya tetapi tubuh mereka terhenti seakan-akan tidak diperbolehkan mendekati sosok Mammon. Malaikat Mikhael menggunakan timbangan pengukur dosa yang langsung mengubah lukanya menjadi luka untuk Mammon dan berhasil hanya saja luka yang Mammon terima langsung tertutupi oleh kegelapan.
Mammon melempar Malaikat Mikhael ke atas lalu jari telunjuk mengarah ke tubuh Malaikat Mikhael seketika sebuah bola kecil membentuk di jari telunjuknya kemudian dia tembakan hingga menciptakan laser dengan daya ledak yang amat besar.
Duaaarrr...
Ledakan besar di udara membuat Malaikat Mikhael terluka parah hingga dia terjatuh dengan tubuh penuh luka lalu Mammon mengarahkan kepalanya ke Malaikat Ramiel dan Malaikat Sammael karena giliran mereka telah tiba. Namun, dari belakang sebuah kuda-kuda sudah di persiapkan untuk memukul kepala Mammon.
"Kazudon: High Crush!" teriak Chen Li dengan menggunakan satu tangannya untuk memukul kepala Mammon hingga di hantamnya ke tanah sampai membuat permukaan tanah menjadi retak
"Double Damage!" ucap Henry yang sedang melayang di udara sembari memberi artefak kepada Chen Li
Chen Li mempersiapkan serangannya lagi lalu Seila dan Park Hyeon ikut bergabung untuk memperkuat pukulan dari Chen Li hingga terlihat sangat kuat.
"Kendon Hampura!" ucap Chen Li dengan nada pelan sembari menghantamkan tinjunya kepada Mammon tepat di bagian kepala
Zduuaarrr...
Pukulan Chen Li menghasilkan kerusakan yang begitu besar untuk permukaan tanah hingga menghasilkan kawah besar dengan retakan seperti gempa. Mammon berdiam diri dengan tubuh terbaring di tanah, saat itu Chen Li langsung menjauhi Mammon karena merasakan sebuah tekanan lagi yang membuat bulu kuduknya merinding.
"Sepertinya serangan tadi tidak berefek kepadanya!" ucap Chen Li sambil melihat Mammon berusaha berdiri
Mammon menggerakkan kepalanya ke arah Chen Li yang seketika gerakan cepat dari Mammon dengan telapak tangannya langsung mendorong wajah Chen Li ke tanah kemudian bersiap untuk memukul kepalanya tapi beruntungnya Henry dengan cepat menukar tubuh Chen Li dengan artefak clone.
Dampak kerusakan yang Mammon berikan sama seperti yang Chen Li perbuat kepadanya sontak membuat Henry menyadari sesuatu tentang kekuatan dari Mammon. Henry menggunakan artefak penyebar isi pikiran ke seluruh rekannya dan saat itu rencana Henry untuk mengalahkan Mammon sudah tepat karena itulah kelemahan dari Mammon ketika berubah menjadi sosok aslinya tetapi akan sulit jika mereka tidak bertahan.
"Mammon majulah!" teriak Henry sambil memprovokasi
__ADS_1
Mammon melompat ke arah Henry sambil melayangkan cakar tajamnya tetapi Henry tidak menghindar dan hanya menerima semua itu dengan senyuman.
Bersambung...