Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 62: Syoho Mendapatkan Tantangan Duel


__ADS_3

Delapan guru yang memiliki kedekatan dengan Jack mulai mengumumkan untuk memanggil lima murid terbaik tahun pertama ini yaitu Syoho, Clara, Hamsuke, Gerlando dan Yumei kemudian guru memanggil tahun kedua yang terbaik dengan berjumlah tiga orang yaitu Kaslin, Emma dan Imma sedangkan untuk tahun ketiga yang terbaik dengan berjumlah dua orang yaitu Flora dan Elizabeth.


"Tahun pertama Syoho, Clara, Hamsuke, Gerlando dan Yumei berikan salam pembuka untuk semua orang!" ucap Foren sebagai Guru Akademik Yusshen


"Mohon bantuannya!" teriak lima murid terbaik tahun pertama secara bersamaan


"Tahun kedua Kaslin, Emma dan Imma tolong salam pembukanya!" ucap Vena sebagai Guru Akademik Yusshen


"Mohon bantuannya tahun ini!" teriak tiga murid terbaik tahun kedua secara bersamaan


"Tahun ketiga Flora dan Elizabeth salam pembukanya!" ucap Stella sebagai Guru Akademik Yusshen


"Mohon bantuannya untuk kelulusan ini!" teriak dua murid terbaik tahun ketiga secara bersamaan


"Itulah salam pembuka untuk tahun pertama, kedua dan ketiga yang terbaik di Akademik Yusshen lalu untuk membuat kalian paham lokasi sekolah ini serta suasana sekolah ini, silahkan tanya kepada guru yang berada di sana!" ucap Jack dengan senyuman


Julia langsung masuk ke rombongan Syoho sehingga dapat untuk membuat keliling sekolah, dia adalah Guru Akademik Yusshen juga. Syoho menutupi dirinya dengan menggunakan jaket sehingga tidak ditatap serta menutupi dirinya karena malu tapi Flora sebagai tahun ketiga langsung membuka jaket sepupunya sembari memegang kepala Syoho dengan keras.


"Syo jangan membuat dirimu menyendiri lagi kali ini kamu harus bisa menghormati pekerjaan orang tuamu, Bibi Julia apa kabar?" tanya Flora sambil tersenyum


"Aku baik-baik saja Flora-chan!


Syoho jangan tersesat dan selalu bersama ibu!" teriak Julia dengan ekspresi senang


"Ibu hentikan!" teriak Syoho dengan ekspresi malu


Syoho beserta lainnya mulai berkeliling bersama dengan Julia dan Flora lalu Foren mendekati Jack sambil membicarakan tentang kedua anaknya karena masalah mata biru mereka yang selalu di luar kendali.


"Maaf mengganggu Jack tapi aku perlu nasehatmu untuk membuat kedua putriku aman!" ucap Foren sambil membungkuk


"Foren tidak perlu sopan kepadaku!


Sudah aku katakan kalau semua masa lalu sudah aku biarkan dan kini kamu termasuk ke dalam keluarga baruku jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan dariku!" balas Jack sambil tersenyum

__ADS_1


"Baiklah, jadi bagaimana?" tanya Foren dengan ekspresi khawatir


"Reaksi The One itulah satu-satunya!" ucap Jack dengan ekspresi serius


Foren langsung panik ketika mendengar nama tersebut lalu Jack menjelaskan kalau Mata Biru adalah buatan artefak dari dewa dan dewa itu adalah The One. Reaksi di luar kendali itu kemungkinan berasal dari ketidakstabilan dari kekuatan The One atau mungkin itu adalah tanda kalau dewa itu masih berkeliaran di semesta ini jadi itulah kesimpulan Jack.


"Gate masih muncul dan akan selalu ada selagi The One masih hidup karena itu tinggal menunggu kedatangannya lalu memusnahkannya tapi butuh perjuangan lebih untuk melakukannya lagipula kekuatan penuhku masih belum selesai jadi akan berbahaya jika dia kembali!" ucap Jack sambil berusaha tersenyum ramah kepada murid


"Apa kedamaian akan berhenti?" tanya Foren dengan ekspresi khawatir


Jack langsung menatap tajam ke arah Foren dengan ekspresi serius.


"Siapapun yang mengganggu kedamaian akan aku hancurkan!" ucap Jack dengan serius


Foren merinding ketika mendengar ucapan tersebut tiba-tiba kepala sekolah disuruh datang untuk menghadiri rapat penting. Cerita kembali ke Syoho sebagai anak dari Jack dan Julia kini dia akan menjadi tokoh utama di cerita kali ini dengan Jack akan menjadi tokoh pendamping untuk anaknya.


...


"Syoho ini adalah kelasmu dan Stella akan menjadi wali kelasmu karena itu jangan menangis karena ibu mengajari kelas lain, hiks!" ucap Julia sambil menangis


Kak Stella akan menjadi wali kelas memangnya bisa?" tanya Syoho dengan ekspresi cemas


"Mungkin saja!" ucap Flora dengan ekspresi cemas


Hachooo...


Stella bersin.


"Syo, kenapa kamu sangat tidak menyukai ayahmu padahal saat masih kecil kamu selalu menempel padanya!" ucap Flora yang bingung dengan perubahan sikap Syoho


"Orang tua itu selalu lemah terhadap apapun bahkan dia selalu meminta maaf ketika melakukan kesalahan walaupun sebenarnya itu bukanlah kesalahannya tapi ibu sampai meminta maaf seperti itu mana mungkin aku menganggapnya sebagai ayah yang dapat diandalkan!" ucap Syoho dengan ekspresi kesal


Flora mengingat kembali masa-masa saat dia diberi larangan untuk memberitahu Syoho tentang identitas asli Jack tapi dia tidak mau ayah angkatnya dianggap jelek karena itu Flora mengatakan kalau Jack adalah seorang yang sangat kuat dan Syoho pasti suatu saat akan mengetahui itu.

__ADS_1


"Hmm...


Aku tidak sabar menunggu itu mungkin butuh beberapa tahun!" ucap Syoho sambil tersenyum


Kelas Syoho berada di bagian bawah dengan murid berjumlah 10 orangĀ  kini mereka akan mendapatkan ajaran dari wali kelas mereka yaitu Stella. Ekspresi tidak sabar ketika melihat pengajaran dari seorang Infinity Mana membuat satu kelas merinding sedangkan untuk Syoho pasti sudah tahu apa yang akan Stella lakukan yaitu sebuah kecerobohan.


Stella datang sambil tersenyum kepada para murid dan tiba-tiba dia tersandung kemudian terjatuh ke lantai dengan keras seketika merusak image-nya sebagai seorang guru tetapi tatapan ketika dia serius sungguh tidak ada lawannya karena itu Syoho mengatakan kalau Stella ini tidak cocok untuk menjadi seorang guru lagipula kalau dia praktek tentang Magic Control mungkin semua murid di sini akan kebingungan.


"Haaa...


Menyusahkan sekali!" ucap Syoho sambil menutupi dirinya menggunakan jaket


Ketika pelajaran Stella selesai tiba-tiba datang seorang teman kelasnya yang tidak suka melihat Syoho.


"Hei, kamu yang berlindung di bawah ibu jenius!" ucap Gerlando yang merupakan salah satu murid terbaik tahun pertama


Syoho tidak menggubris perkataan itu dan dia hanya mengabaikannya lalu Gerlando menendang kursi Syoho sampai rusak hingga membuatnya terjatuh ke lantai.


"Hoi, apa-apaan ini dasar bodoh!" teriak Syoho dengan ekspresi kesal


Gerlando menarik baju Syoho dengan ingin menantang duel.


"Mari kita tunjukkan kalau kamu ini apakah benar anak dari seorang jenius!" ucap Gerlando sambil tersenyum


"Tch...


Menyusahkan sekali kalian ini!" ucap Syoho dengan ekspresi khawatir


Kelas langsung menjadi ramai dengan berita tentang duel di hari pertama mereka seketika membuat guru Akademik Yusshen mulai bertindak untuk menangani duel tersebut karena melakukan duel sama saja sebuah pertaruhan harga diri oleh karena itu peraturan Akademik Yusshen memperbolehkannya tapi harus tidak membunuh satu sama lain.


"Sebaiknya kamu tidak kabur dari duel ini dasar anak ibu!" ucap Gerlando sambil melepaskan cengkramannya dari baju Syoho


"Tch...

__ADS_1


Aku benci kalau di panggil jenius hanya karena ibuku!" ucap Syoho dengan nada pelan


Bersambung...


__ADS_2