
Setelah duel yang selesai sangat cepat itu kini para murid tahun pertama mulai berpikir ulang ketika ingin mengajak Syoho untuk melakukan satu lawan satu dengan ini dia sudah membuat sebuah perbedaan besar antara dirinya dengan murid anak kelas satu lainnya.
Syoho pergi meninggalkan area pertandingan sambil menutupi dirinya dengan menggunakan jaketnya sehingga ibunya yang sudah mendengar adanya sebuah pertarungan, tidak akan menemukannya. Bersama dengan Clara, dia kembali menuju kelas untuk pelajaran terakhir lalu terlihat Jack di ruangan kepala sekolah sedang tersenyum saat melihat pertarunga Syoho tadi.
"Burung Phoenix tadi langsung mengalir ke dalam aliran darahnya sehingga dia bisa melakukan gerakan cepat seperti tadi, sangat hebat!" ucap Jack sambil bangga kepada anaknya
"Tentu saja lagipula Syoho adalah anak kalian berdua!" ucap Felix sambil membetulkan posisi kacamatanya
Felix dan adiknya yaitu Laila adalah Guru Akademik Yusshen.
...
Syoho dan Clara sudah kembali ke kelas tapi membuat sebuah tekanan kuat yang seketika membuat ketakutan untuk satu kelas lalu datang murid tahun pertama yang terbaik lainnya dengan ekspresi tegang dan marah.
"Ada apa?" tanya Jack sambil melepaskan jaketnya
"Ano...
Aku ingin..." ucapannya terpotong karena pria di sebelahnya langsung menggunakan nada tinggi
"Kamu!
Biarkan aku masuk ke dalam Regu Gate Hunter yang sudah kalian buat sekarang!" teriak pria itu dengan menampilkan ekspresi marah
Saat Jack ingin berbicara tiba-tiba Clara maju ke depan lalu menghadap mereka berdua untuk berbicara dengan Jack.
"Syoho, mereka berdua adalah Hamsuke dan Yumei!
Mereka berdua adalah murid tahun pertama yang terbaik jadi mari kita periksa kekuatan mereka masing-masing untuk masuk ke dalam Regu Gate Hunter kita!" ucap Clara dengan perasaan ragu-ragu
__ADS_1
"Clara, salam kenal tapi sejak kapan aku berbicara kepadamu?" tanya Yumei dengan tatapan tajam
"Hoo..." balas Clara dengan menatap balik
"Syoho, pergerakan itu bisa aku hentikan karena tidak ada yang bisa melewati penglihatan milikku ini!" ucap Hamsuke dengan ekspresi serius
Tekanan kuat di kelas semakin banyak hingga wali kelas mereka yaitu Stella datang kemudian langsung menghantamkan bukunya ke meja sampai membuat suara keras seketika tekanan kuat tadi menghilang. Stella langsung mengarahkan jari telunjuknya ke arah Syoho dengan ekspresi marah.
"Syoho yang kamu lakukan cukup parah untuk Gerlando karena serangan yang kamu lakukan membuatnya pingsan hingga para Magic Healer tidak bisa menyembuhkannya jadi kamu memang berniat untuk membuatnya tertidur selama dua hari?" tanya Stella dengan ekspresi marah
Syoho berdiri dari bangkunya sembari membuka kerudung jaketnya.
"Membuat ekspresi serius itu memang sangat keterlaluan, Kak Stella!" ucap Syoho sambil ketakutan
Stella memang bukan guru yang bagus tapi saat dia serius maka tidak ada siapapun yang bisa menghentikannya bahkan Syoho masih mengingat latihan keras yang Stella buatkan untuknya saat dia masih umur 5 tahun.
Stella bertanya sebuah sejarah tentang pembentukan dunia baru yang kini bernama Earthleen kepada anak muridnya lalu Clara menjawab pertanyaan tersebut.
"10 tahun yang lalu, tempat tinggal kita ini sebenarnya adalah sebuah planet bernama bumi karena Peperangan End yang membuat setengah bagian bumi mengalami kerusakan jadinya Humanity of Chaos menggunakan seluruh kekuatannya untuk menciptakan dunia baru yaitu Earthleen dan itu adalah tempat tinggal kita sekarang!" ucap Clara dengan ekspresi serius
"Benar sekali Clara lalu selanjutnya adakah yang bisa menjelaskan tentang Dunia Yeverleen?" tanya Stella sambil membuka buru sejarah
"Buku Yeverleen di perpustakaan yang aku baca, menceritakan kalau itu adalah dunia dan semesta lain yang merupakan tempat tinggal Ragnarok dan Drakon Kholkikos!" ucap Hamsuke sambil meneguk ludahnya
"Benar sekali, Ragnarok adalah Naga Hitam dengan memiliki kekuatan yang sangat besar karena itulah dia mendapatkan julukan Apocalypse of Chaos sedangkan Drakon Kholkikos adalah Naga Putih yang membantu kita dalam Peperangan End artinya beliau sangat membantu tapi dia sangat benci akan peperangan sehingga dia mendapatkan julukan Forbidden of Chaos!" ucap Stella sambil memperlihatkan sketsa mereka berdua
Syoho yang ingin melihat serta mendengarkan cerita tentang Humanity of Chaos tiba-tiba berdiri untuk meminta kepada Stella untuk memberitahu semua itu tapi jawaban dari Stella membuat Syoho hilang niat untuk mendengarkan cerita sejarah sehingga dia memilih untuk duduk diam kemudian berusaha untuk tidur.
Tapi Stella yang ketat dengan anak muridnya langsung melemparkan penghapus papan tulis ke arah Syoho hingga membuatnya terbangun lalu kembali mendengarkan cerita sejarah.
__ADS_1
"Besok kalian akan melakukan praktek Magic, bela diri dan praktek menggunakan senjata mutakhir jadi persiapkan diri kalian lalu Syoho ikut aku untuk melepaskan efek tidur yang kamu lakukan kepada Gerlando!" teriak Stella dengan ekspresi marah
Setelah kelas selesai, Syoho mengikuti Stella menuju ruang perawatan dan saat itu ada tiga orang lainnya mengikuti Syoho dari belakang. Syoho tahu kalau itu adalah mereka bertiga jadi dia biarkan saja hingga sampai di ruang perawatan.
"Syoho untuk menggunakan Magic kelas atas yaitu Blood Phoenix hanya untuk membuat musuhmu pingsan kemudian tertidur bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Mengucapkan selamat tapi kamu juga harus meminta maaf karena telah memberikannya serangan mematikan itu kalau saja kamu salah titik pastinya Gerlando akan mati!" ucap Stella dengan ekspresi sedih
"Aku paham!" ucap Syoho sambil melihat Gerlando tertidur kesakitan
Clara, Hamsuke dan Yumei tiba-tiba melihat sebuah api biru mengelilingi tubuh Syoho lalu membentuk burung Phoenix yang langsung menghisap api biru yang berada di tubuh Gerlando kemudian menghilang secara tiba-tiba.
Gerlando langsung terbangun dengan ekspresi ketakutan serta keringat yang banyak bahkan saat dia melihat Syoho, dia langsung menundukkan kepalanya.
"Maafkan aku karena sudah terlalu sombong, Syoho!
Kata-kata buruku akan aku tarik semua jadi jangan berikan aku rasa sakit dan takut seperti itu!" ucap Gerlando dengan ekspresi pucat
"Sudah selesai jadi aku akan pulang!" ucap Syoho lalu dia pergi dari ruang perawatan
"Temui ayahmu karena dia juga menonton duel!" ucap Stella
"Ayah lemah itu jangan menyuruhnya untuk memanggilku anaknya di depan semua orang sampai dia minta maaf kepada ibu akan aku maafkan!" ucap Syoho sambil menunjukkan ekspresi marah
Syoho keluar dari ruangan perawatan bersama tiga anak lainnya dengan menunjukkan ekspresi marah ketika mendengar ayahnya dari Stella. Dia masih tidak terima ketika melihat ibunya meminta maaf kepada seorang pria ketika Syoho secara tidak sengaja melukai anak seusianya lalu ayahnya yang seharusnya dia banggakan malah menjauh lalu menyerahkan semuanya kepada ibu sejak saat itu Syoho menganggap ayahnya lemah bukan hanya itu ayahnya terlihat sangat lemah di bagian apapun.
Sehingga ayahnya mendapatkan ejekan dari siapapun bahkan Syoho lelah mendengarkannya tetapi dia terkadang bingung kepada beberapa orang seperti orang-orang hebat yang 10 tahun lalu sudah berjuang dalam Peperangan End yang mengakui kalau ayahnya itu sangatlah kuat.
Syoho ingin membuktikan kalau dia lebih kuat dari ayahnya setelah menjadi Gate Hunter, Syoho akan menantang duel keluarga kepada ayahnya untuk membuktikan kedewasaannya.
Bersambung...
__ADS_1