Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 81: Enma Versus Yumei


__ADS_3

"Saat ini Akademik Galleen memimpin duel dengan skor dua pemenang sedangkan untuk Akademik Yusshen adalah satu pemenang. Apakah duel selanjutnya ini bisa membuat skor yang sama atau Akademik Galleen akan mendominasi, mari kita lihat duel tersebut!" teriak Juri dengan penuh semangat


Sorakan dari Earthleen bagian kiri membuat panggung besar menjadi penuh dengan suara mereka dan saat ini Yumei maju tapi dia menyadari sesuatu yang sangat mengerikan sedang memantau dirinya. Enma mengeluarkan aura intimidasi yang sangat luar biasa ke arah musuhnya karena rasa haus darah membuatnya menjadi liar.


"Enma dari Akademik Galleen akan melawan Yumei dari Akademik Yusshen, mari kita mulai duel ini!" teriak Juri


Swooshhh...


Yumei menghindari serangan tiba-tiba yang sangat cepat mengarah kepadanya dengan melompat ke atas, sebuah serangan yang mengayunkan sabitnya dari samping membuat area serangannya menjadi luas. Kecepatan Enma dalam mengayunkan sabit yang lebih besar darinya seketika membuat Yumei terkejut tapi dia tidak menyerah akan kondisi tersebut.


Dalam lompatannya, Yumei membuat awan menjadi gelap sembari mengeluarkan petir ungu untuk setiap guntur terjadi setelah itu Yumei mengambil guntur yaitu sebuah petir berwarna ungu seperti sebuah tomak kemudian melemparnya dengan sangat kuat ke arah Enma.


"Kaminari no Giri!" ucap Yumei


Zzzttt...Duaarrr...


Yumei langsung menjauhi lokasi ledakan petir ungunya sembari memantau keadaan lalu terlihat Enma sedang menahan petir ungu tersebut hanya menggunakan sabit yang dia pegang dengan kedua tangannya walaupun dapat ditahan tapi dampak kerusakanya masih ada, kulit Enma tergores dan tubuhnya gemetar.


"Luar biasa sekali sepertinya aku pertama kali melihat petir ungu itu!" ucap Enma seakan-akan tidak merasakan sakit


Zzzttt...


Yumei kembali memanggil guntur kemudian memegangnya lagi di tangan kanannya tapi pergerakan Enma semakin cepat bahkan dia bergerak zig-zag tidak beraturan seketika membuat Yumei bingung dengan arah serangannya.


Yumei langsung fokus dengan pertahanannya hingga Enma ternyata menyerang Yumei lewat belakang, saat itu serangan Enma berniat untuk membelah tubuh Yumei menjadi dua bagian tapi terhenti dengan Yumei langsung menyambarkan petir ungu ke tubuh Enma.


Zzzzztttt...Duaaarrrr...

__ADS_1


Namun, Yumei terkejut melihat ketahanan tubuh Enma yang sama sekali tidak tumbang setelah terkena petir ungu seketika Enma membalas serangan Yumei dengan menyentuh perut musuhnya kemudian mengumpulkan angin di telapak tangannya lalu mendorong dengan sekuat tenaga untuk membuat Yumei terlempar serta kesakitan di bagian organ dalamnya.


"Aggghh..." Yumei kesakitan sambil terdorong jauh


"Synchi Killer!" teriak Enma sambil melayangkan sabitnya secara vertikal


Slash...


Tebasan sabitnya membuat angin tajam mengarah ke Yumei bahkan tebasannya itu merusak permukaan arena pertarungan sehingga Yumei memilih untuk menghindari serangan tersebut. Namun, Yumei terus-menerus membuat serangannya itu tanpa henti sampai membuat Yumei kelelahan karena terus menghindar jadi untuk terlepas dari itu Yumei harus mencari jalan keluar atau melawan balik.


Slash...Slash...Slash...


Yumei terkena satu tebasan tapi hanya sedikit goresan di lengannya kemudian tanpa pikir panjang lagi kini Yumei memanggil awan petir untuk berada di genggaman tangannya.


"Cloud Zeus!" ucap Yumei sambil memegang awan hitam dengan petir ungu di telapak tangan kirinya


Yumei langsung menggunakan kekuatan Cloud Zeus untuk menyambar setiap tebasan angin dari Enma bahkan sambaran tersebut menjalar karena Enma menebasnya saling berdekatan sehingga aliran petir ungu sampai ke penggunanya sontak hal itu membuat Enma tersambar hingga tubuhnya mulai gosong. Tapi Enma masih dapat berdiri setelah mendapatkan serangan tersebut, selanjutnya Enma tersenyum gembira dan lebar sambil mempersiapkan pose lari dengan tangan kiri menyentuh permukaan arena pertandingan.


Kecepatan Enma saat itu sangat mengerikan karena Yumei hanya bisa melihat angin serta hantaman kaki yang menyentuh arena pertandingan serta menghantam udara supaya menjadi pijakan kakinya. Yumei semakin bingung dengan keberadaan musuhnya tiba-tiba dari belakang Enma menebaskan punggung Yumei secara horizontal dengan menggunakan sabitnya.


Yumei mengarahkan Cloud Zeus untuk menyambar tubuh Enma tapi dia sudah tiada dalam penyerangan tersebut sehingga petir ungu yang tidak mengenai lawannya tiba-tiba meledakan arena pertandingan dengan menciptakan kawah sedang.


Luka di punggung Yumei sangat parah karena dia mendapatkan luka fatal yang terus-menerus mengeluarkan darahnya tapi Yumei tidak ingin menyerah walaupun saat ini Enma sudah bergerak lagi dengan kecepatan penuh sehingga tidak ada yang dapat menghindarinya lalu Yumei mulai memakan Cloud Zeus setelah itu kekuatannya semakin bertambah disertai kecepatannya juga ikut menambah.


Saat Enma mengetahui posisi titik buta dari samping kanan membuatnya mengincar posisi tersebut tapi Yumei bergerak dengan cepat untuk mengatasi serangan mematikan dari Enma sontak mereka langsung adu tinju sembari bergerak cepat untuk menghindari setiap serangan yang membabi buta.


Daarrr...

__ADS_1


Enma menendang perut Yumei hingga terlempar jauh kemudian kembali memakai sabitnya.


"Death Synchi!" ucap Enma dengan senyum lebar sambil melayangkan sabitnya secara horizontal dan vertikal


Slash...Slash...Slash...Slash...


"Kaminari!" dunia langsung berhenti bergerak dengan empat tebasan bergerak secara lambat tapi itu adalah pengaruh dari Yumei memasukan petir ungu di kedua matanya


Yumei langsung bergerak cepat dengan petir ungu sebagai gerakan andalannya untuk menebas tubuh Enma. Sambaran dari petir ungu tersebut langsung menyerang organ dalam Enma hingga membuatnya pingsan ketika juri ingin mengkonfirmasi untuk kemenangan Yumei tiba-tiba Enma bangun dengan mata berwarna hitam serta angin di sekitarnya mulai menunjukkan kemarahan.


Seperti yang lainnya kali ini Enma akan menggunakan seluruh Mana yang dia miliki hingga mencapai Zero Mana seketika kekuatan angin di dalam dirinya mulai meningkat tinggi disertai aura kegelapan mulai meningkat.


"Grim Reaper!" ucap Enma sembari memperlihatkan sosok iblis maut di belakangnya


Yumei mengetahui kalau serangan Enma kali ini akan sangat berbahaya karena itu, dia mulai serius untuk mengakhiri duel ini dengan mengeluarkan seluruh petir ungu yang tersimpan di Cloud Zeus.


"Lightning Zeus!" ucap Yumei sambil melepaskan sambaran ke arah Enma


"Death Soul!" ucap Enma sambil menyuruh iblis maut untuk menebaskan sabitnya secara horizontal


Zduaarrr...


Seketika hantaman dari serangan mereka berdua membuat guntur dan arena pertarungan teracak-acak hanya karena hantaman dari kedua belah pihak kemudian melemparkan tubuh Yumei hingga menghantam ke dinding dengan kuat sedangkan untuk Enma, dia terombang-ambing oleh angin bagai tornado yang secara terus-menerus menyambar tubuh Enma hingga dia pingsan.


Setelah hantaman kedua serangan selesai kini terlihat Yumei dan Enma pingsan secara bersamaan dan itu membuat mereka berdua seri sehingga skor untuk Akademik Galleen adalah tiga pemenang sedangkan untuk Akademik Yusshen adalah dua pemenang.


Akademik Galleen masih memegang posisi untuk mencapai kemenangan kini giliran pemilihan acak kena Akademik Yusshen sehingga terpilih Kaslin untuk menghadapi Ryzen dalam duel kali ini. Para penonton semakin membara dengan kelanjutan duel mereka karena penonton sebelah kanan dan kiri saling bersorakan demi menyemangati peserta mereka.

__ADS_1


Jack setelah menonton pertandingan yang cukup lama, dia sama sekali tidak melihat sosok yang sangat Ragnarok inginkan. Jack masih memantau duel tersebut sampai giliran peserta yang sosoknya mirip dengan yang Ragnarok inginkan.


Bersambung...


__ADS_2