Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 48: Persiapan Peperangan End


__ADS_3

Sebuah Gate Putih dengan ukiran unik terbuka lebar, kedatangan Tujuh Malaikat Kebajikan membuat tiga ciptaan Malaikat tunduk kepada mereka. Mata Putih yang tadi bersinar mulai kembali normal dengan Jack merasa lelah di seluruh tubuhnya bahkan rasa sakit yang dia dapatkan akibat dari Leviathan masih membekas di tubuh serta pikirannya.


Malaikat Penyembuh yang bernama Rafael mendekati Jack kemudian menyentuh dagu sambil memberikan sebuah botol yang berisi air kehidupan. Satu tegukan membuat seluruh tubuh dan pikiran Jack merasa baikan bahkan rasa lelahnya juga ikut menghilang, malaikat yang berparas cantik serta berperilaku lemah lembut membuatnya menjadi sosok yang luar biasa indah.


"Dirimu tidak boleh terluka karena kita membutuhkan kekuatanmu!" ucap Malaikat Rafael dengan nada lembut dan halus


Jack berdiri sambil memanggil teman-temannya untuk menghadap kepada Tujuh Malaikat Kebajikan, kini mereka harus menyatakan kepada tiga makhluk ciptaan Malaikat kalau Gate Hunter dengan Tujuh Malaikat Kebajikan telah bekerja sama untuk memenangkan Peperangan End.


Jack menutup kedua matanya untuk memasuki alam sadar Drakon Kholkikos, memanggil sosok yang memiliki pengaruh untuk mereka semua. Saat membuka kedua matanya, terlihat sebuah perubahan yaitu mata naga dengan warna silver yang menandakan Drakon Kholkikos menggunakan tubuh Jack untuk perantara sementara ketika ingin berkomunikasi di luar.


Kehadiran Drakon Kholkikos membuat Tujuh Malaikat Kebajikan dan tiga makhluk ciptaan Malaikat tunduk bagaikan kesatria. Tatapan dan nada suaranya berubah drastis bahkan hawa kehadiran Jack sama sekali tidak terasa oleh teman-temannya.


"Pertama, saya senang dapat bertemu kalian lagi!


Kedua, saya ingin memberitahu kalau Gate Hunter adalah rekan kita dalam Peperangan End!


Ketiga, sebuah kabar baik untuk kita semua karena dua dari Nana Taizai no Akuma yaitu Dosa Kerakusan dan Dosa Hawa Nafsu telah dikalahkan oleh mereka!" ucap Drakon Kholkikos menggunakan tubuh Jack


Beberapa malaikat seperti Mikhael, Gabriel dan Azrael terkejut mendengar itu bahkan tiga makhluk ciptaan Malaikat hanya dapat terdiam sambil melihat mereka yang membunuh dua dari Nana Taizai no Akuma berdiri dihadapan Tujuh Malaikat Kebajikan.


"Berarti kita telah bersekutu dengan pasukan kuat!" ucap Malaikat Mikhael dengan nada bersemangat


"Sulit dipercaya kalau petarung gila, Asmodeus telah dikalahkan oleh kalian tapi ibu sudah berkata seperti itu jadi aku mempercayai kalian!" ucap Azrael sambil melebarkan sayap hitamnya


"Bahkan kita yang merupakan musuh alami mereka tidak dapat membunuh salah satunya!" ucap Gabriel


"Semua itu hanya karena Dosa Kemalasan kalau saja dia tidak menggunakan kemampuan itu pasti kita dapat membunuh salah satu dari mereka!" ucap Malaikat Azrael


"Benar sekali. Iblis kecil itu sangat kuat!" ucap Malaikat Gabriel sambil mengingat peperangan di Dunia Yeverleen


"Aku ingin kalian bekerja sama ketika Peperangan End tiba hingga di hari kebangkitan diriku!" minta Drakon Kholkikos


"Sesuai perintah anda!" ucap Tujuh Malaikat Kebajikan


Drakon Kholkikos kembali ke alam sadarnya dengan Jack terbangun menggantikannya, sekarang pasukan sudah siap untuk melakukan peperangan. Waktu peperangan bisa jadi besok ataupun sekarang,  Jack memerlukan bantuan dari Tujuh Malaikat Kebajikan untuk memberikan pelindungan kepada umat manusia yang berada di Kota Eskot sehingga saat Peperangan End terjadi, tidak melibatkan manusia yang tidak di akui oleh Gate System.

__ADS_1


Pasukan yang terdiri 200 Elf, 50 Roh Spirit dan 100 Peri. Total pasukan mereka adalah 350 di tambah dengan Tujuh Malaikat Kebajikan sebagai kekuatan tempur untuk melawan Nana Taizai no Akuma yang tersisa. Perasaan tenang akan persiapan yang sudah selesai membuat Jack mudah berpikir dalam menentukan strategi kini hanya masalah waktu saja.


...


"Uaaaawww...


Leviathan bukankah aku sudah melarang untuk meninggalkan markas dan kenapa kamu melakukannya?" tanya Belphegor dengan wajah mengantuk


"Manusia sungguh menarik!


Manusia sungguh luar biasa!


Manusia...manusia...manusiaa...aku ingin melihat mereka sekali lagi, Belphegor!" teriak Leviathan dengan wajah penuh kecemburuan terhadap sosok manusia


"Hufffttt...


Kita akan segera bertemu dengan mereka bukankah begitu Satan!" ucap Belphegor sambil melirik ke arah Satan


"Pasukan Abyss berjumlah 200, Roh Jahat berjumlah 100 dan Demonite berjumlah 150 kini telah siap tempur melawan Pasukan Malaikat!" balas Satan


Luar biasa sekali, jiwa pemimpin membuatku menginginkannya!" ucap Mammon


"Saat matahari tertutup oleh awan hitam, kegelapan dan cahaya akan membagi menjadi dua bagian barat dan timur dan dunia menjadi begitu tenang seakan-akan menyaksikan semuanya. Saat itulah Peperangan End akan di mulai!" ucap Belphegor sambil tersenyum


...


Kota Eskot langsung mendapatkan perlindungan dari Tujuh Malaikat Kebajikan hingga aman dan tidak diketahui oleh musuh. Terlihat awan hitam mulai bergerak untuk menutupi matahari dan di ujung barat sudah terlihat kegelapan pekat yang sudah bersiap untuk peperangan.


Jack duduk sambil melihat para Tujuh Malaikat Kebajikan mengatur pasukan karena mereka sudah berpengalaman kemudian Julia mendekatinya sambil duduk di samping  lalu bersandar di pundak kiri Jack.


"Aku senang dapat bertemu denganmu, Jack!" ucap Julia sambil tersenyum menikmati sandarannya


"Saat semua ini selesai, aku ingin hidup bersama denganmu!


Julia untuk terakhir kalinya terima kasih sudah terus berada di sampingku tapi bolehkah aku egois?" tanya Jack dengan raut wajah sedih

__ADS_1


"Katakan!" balas Julia


"Jangan ikut dalam peperangan ini!


Aku ingin kamu selamat dan hidup lebih lama!" ucap Jack sambil menekan rasa takutnya


"Aku ingin terus bersamamu hingga peperangan ini selesai!


Itulah permintaan egoisku kepadamu!" minta Julia


Jack menekan rasa takutnya lalu menggantinya menjadi tekad untuk melindungi Julia serta menyelesaikan peperangan tanpa korban dari salah satu teman-temannya. Jack menatap tajam ke depan dengan penuh keberanian serta kemarahan atas semua musuhnya.


"Semuanya akan aku lindungi!" ucap Jack dengan tatapan tajam


...


Dua hari berlalu.


Awan hitam hampir menutupi matahari, kedua belah pihak telah menampilkan sisi gelap, terang dan dunia atau lebih tepatnya The One menantikan seluruh peperangan yang terjadi.


Pasukan Malaikat berada di bagian barat dengan Malaikat Uriel berada di posisi terdepan sedangkan Pasukan Iblis berada di bagian timur dengan Satan berada di posisi terdepan. Malaikat Uriel tidak melepaskan pandangannya dari atas karena sosok iblis yang sekuat dengan Lucifer sedang bersiap menggunakan mode tempurnya.


Mata yang selalu dia tutup kini terbuka dan memperlihatkan Mata Iblis yang sebenarnya dengan warna merah darah, pupil mata berwarna hitam menajam dari bawah hingga ke atas, senyuman tenang dan lembut menampilakan sosok Iblis yang badas sekaligus mengerikan.


Malaikat Uriel mencabut pedang dengan kobaran api yang membara sambil menatap lembut ke arah Belphegor. Pedanganya seakan-akan tertuju ke arah Belphegor karena suatu alasan yaitu jangan sampai melibatkannya ke dalam peperangan karena dia akan langsung menghancurkan semuanya sekaligus.


Belphegor merasakan tatapan Malaikat Uriel dengan senyum beringasnya seakan-akan ingin sekali memulai peperangan.


"Malaikat Uriel tunjukkan semua yang kamu lakukan saat melawan Lucifer!


Jangan mengecewakan diriku!" ucap Belphegor sambil tersenyum beringas


"Tanpa perlu kamu suruh akan aku perlihatkan kepadamu!" ucap Malaikat Uriel sambil melebarkan sayap merah menyala


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2