
Duarrrr...
Serangan besar berupa sebuah ledakan petir berwarna biru membuat beberapa monster hangus terkena serangan tersebut tapi Clara hampir saja terkena petir biru itu yang sedikit lagi mengenai tangan kanannya.
"Yumei jangan sembarangan menyerang!" teriak Clara dengan ekspresi marah
"Ha?
Makanya jangan mendekati monster terus-menerus ketika aku mengeluarkan Magic tingkat menengah!" balas Yumei dengan ekspresi marah juga
Clara kesal kepada Yumei yang tidak mau mengalah hingga mereka berdebat satu sama lain sembari membersihkan monster yang mau menyerang mereka tiba-tiba Syoho merasakan sebuah keanehan disekitarnya.Syoho langsung memainkan api biru untuk membakar seluruh monster yang tersisa sampai hangus lalu Syoho teriak ke seluruh regunya untuk tidak bergerak sedikitpun dari tempat pijak mereka.
"Ada apa Syoho?" tanya Hamsuke dengan ekspresi bingung
Syoho memfoskuskan dirinya untuk mengetahui sesuatu yang aneh sedang mendekati mereka kemudian terdengar suara burung serta suara api membara. Keanehan itu semakin mendekat sambil memberikan suara burung dengan nada keras tiba-tiba Syoho teriak untuk menyuruh seluruh temannya supaya menunduk sedangkan Syoho langsung berada di depan untuk dapat melindungi seluruh teman-temannya.
"Blue Fire Protection!" ucap Syoho sambil menggunakan Magic tingkat tinggi untuk membuat sebuah pelindung api biru
Serangan berbentuk burung dengan api berwarna emas kemerahan seketika menghantam pelindung yang Syoho buat hingga memberikan suara benturan yang sangat keras seperti sebuah ledakan.
Zduaarr...
Serangan itu tidak menembus pelindung yang Syoho buat. Clara, Yumei dan Hamsuke tiba-tiba merasakan sebuah tekanan hawa membunuh yang sangat haus akan darah seketika tubuh mereka bertiga tidak bergerak sama sekali.
"Hamsuke hancurkan permukaan tanah untuk menghalangi pandangan..." ucapan Syoho yang belum selesai tiba-tiba terpotong karena melihat seseorang bergerak sangat cepat hingga berada di samping kirinya
"Sangat lambat, Grim Slash!" ucap Enma sambil menebaskan sabitnya
Slash...
Tubuh Syoho terbelah menjadi dua tapi tidak mengeluarkan darah karena tubuhnya berubah menjadi api biru berbentuk burung phoenix kemudian terbang dengan kecepatan tinggi untuk membawa ketiga teman-temannya supaya dapat menjauhi lokasi mereka tapi muncul sebuah jeruji besi yang melingkari serta menutupi mereka.
"Tch...
Clara, Yumei, Hamsuke jangan ketakutan hanya karena kita sudah terkepung!" teriak Syoho sambil melihat 10 orang dengan 6 Iblis dan 4 Demonite sedang mengepung di balik jeruji besi
__ADS_1
"Iblis dan Demonite!" teriak Hamsuke
"Kenapa mereka bisa berada di sini?" tanya Clara dengan ekspresi panik
"Jumlah mereka ada banyak!" teriak Yumei dengan ekspresi panik
Enma tersenyum karena dia akhirnya bisa melihat bentuk manusia tapi dia sangat penasaran dengan cara Syoho membuat seluruh tubuhnya menjadi bagian dari api sehingga tebasannya tadi tidak mampu melukai tubuh fisik dari Syoho.
"Ehhh, ternyata manusia ada juga yang menarik!" ucap Enma sambil menyeringai
"Enma, bisakah kamu tidak menyerang sendiri karena saat ini lawan kita sedikit merepotkan!" ucap Hamasuki dengan ekspresi panik
"Maafkan aku Suki tapi melihat manusia dan mengetahui kalau mereka hanyalah standar seketika membuatku ingin bermain saja!" ucap Enma sambil tersenyum tipis dengan niat jahat
Syoho terus memperhatikannya dari setiap sepuluh orang hanya ada empat orang yang bertindak dan berbicara. Enma kembali menyerang ke arah pelindung yang Syoho buat dengan kekuatannya karena tidak bisa ditebas, membuat Enma bersikeras untuk membelah pelindung tersebut dengan seluruh kekuatannya.
Slash...Slash...Slash...
"Hahah!" Enma tertawa
"Yumei buat cahaya!" teriak Syoho dengan ekspresi panik
Pandangan semua musuh sudah tertutupi tetapi saat Syoho dengan lainnya bersiap untuk kabur tiba-tiba muncul iblis dengan tubuh perempuan yaitu Selena sedang mencengkram rambut Hamsuke kemudian menghantamnkannya ke permukaan tanah.
Duaarrr...
"Satu sudah gugur!" ucap Enma dengan penuh hasrat ingin kemenangan
Aggghhh...
Iblis yang melakukan ini adalah Shouta, Enma, Hamasuki dan Selena tiba-tiba Syoho merasakan kalau mereka akan sangat berbahaya sekali jika Mana digunakan terus-menerus untuk melindungi semuanya.
"Sialan, kita harus cari cara untuk membuat jalan keluar!" ucap Syoho sambil waspada akan disekitarnya
Mereka berdua sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Syoho karena terlalu fokus akan dirinya sendiri sehingga keadaan yang berbahaya seakan-akan merasuki jiwa mereka. Semuanya ingin melarikan diri dari tempat tersebut tapi tekanan hawa membunuh terus memancarkan ke arah mereka.
__ADS_1
"Ada empat orang yang sedang mendekati kita tapi apakah aku sanggup untuk melawan empat orang?
Andaikan mereka semua bergerak pastinya akan sangat mudah melawan mereka tapi semuanya ketakutkan, sialan!" gumam Syoho sambil terus berpikir
"Manusia ini sangat menarik bisakah kamu tunjukkan lagi kepadaku tubuhmu itu!" teriak Enma dengan sifat brutalnya
Slash...Tang...
Perisai yang Syoho buat semakin kuat hingga dapat membuat sabit Enma terpental tapi dia kembali memegang kuat sabitnya untuk melancarkan serangan lagi secara bertubi-tubi seketika Syoho hanya dapat bertahan sampai bantuan tiba.
"Haa...
Gokuencho!" ucap Shouta sambil melancarkan serangannya
Lalu muncul sebuah serangan api emas kemerahan yang berbentuk burung dengan langsung menghantam pelindung yang Syoho buat tiba-tiba memberikan suara benturan yang lebih keras sehingga mereka yang berada di dalamnya, merasakan nyeri di telinga mereka tapi pelindung Syoho sangat kokoh. Namun, dibalik kuatnya pelindug itu, ada sebuah jumlah Mana yang sangat menguras habis hingga membuatnya kelelahan.
"Cepatlah bergerak dasar kalian penakut!" teriak Syoho ke tiga teman-temannya
Clara, Yumei dan Hamsuke bangkit kemudian langsung bergerak membantu Syoho untuk memperkuat pelindung api birunya dengan membagikan Mana mereka kepada Syoho.
"Maafkan aku Syoho!" teriak Clara sambil mentransfer Mana ke Syoho
"Menyedihkan sekali kita, sialan!" teriak Yumei dengan ekspresi kesal
"Horraaaaa!" teriak Hamsuke dengan kepalanya sedikit terluka
Pelindung api biru milik Syoho semakin berubah bentuk menjadi perisai kokoh yang tidak dapat ditembus hanya dengan Magic tingkat menengah seketika dari kejauhan seorang iblis menatap mereka berempat dengan tatapan menekan.
"Hmmm...
Pelindung itu berubah menjadi perisai mungkin tidak bisa ditembus menggunakan Magic tingkat menengah karena itu aku akan menggunakan Magic tingkat tinggi!" ucap Selena sambil mengeluarkan busur panah api hitam
Selena menarik busur panah api hitamnya hingga mencapai maksimal kemudian memperkuatnya dengan kekuatan dari ketiga temannya yaitu Enma, Hamasuki dan Shouta seketika membuat Syoho khawatir dengan perisai yang dia buat saat ini tapi senyumannya berkata lain sehingga membuat empat iblis yang menyerang mulai merasakan hawa merinding dari Syoho.
"Jangan meremehkan diriku, pasti akan aku lindungi mereka bertiga sampai seluruh kekuatanku ini habis oleh karena itu keluarkan seluruh kekuatan yang kalian punya!" teriak Syoho dengan tatapan serius serta senyuman bengisnya
__ADS_1
Enma, Shouta, Hamasuki dan Selena seketika merasa tertantang oleh teriakan Syoho.
Bersambung...