Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 94: The Last War Bagian 3


__ADS_3

Setelah berhasil menahan serangan laser cahaya yang naga itu buat seketika Enma dengan ganasnya memainkan sabit sembari mengubah ukurannya menjadi besar kemudian dia melayangkan sabit tersebut sampai membentuk sebuah bulan sabit dalam serangannya. Serangan sabit dari Enma sama sekali tidak memberikan efek apapun terhadap Naga Cahaya tersebut sontak mereka harus berlindung ataupun kabur lagi ketika Naga Cahaya tersebut mulai mengeluarkan laser cahayanya lagi.


Tiba-tiba pola serangan Naga Cahaya itu berubah dengan mengumpulkan sumber cahaya di mulutnya kemudian dia hembuskan ke arah musuhnya sehingga menjadi sebuah napas cahaya yang dapat memberikan sebuah ledakan besar tetapi ledakan itu berhasil di tahan oleh Shouta dengan perisai berbentuk gelembung api. Namun, dampak dari ledakan besar itu mengakibatkan luka parah di kedua tangannya saat berusaha mempertahankan perisai tersebut.


"Sialan!


Kalian semua berikan aku waktu untuk memulihkan kedua tanganku!" ucap Shouta sambil mengeluarkan sebuah api putih


Enma berusaha memikirkan serangan yang dapat menembus tubuh Naga Cahaya tersebut sedangkan Hamasuki berpikir cara untuk dapat mengalahkan Naga Cahaya tetapi Alice yang sudah tidak mau menjadi beban seketika dia berlari menuju daerah serangan musuh, saat Naga Cahaya ingin menyerang Alice tiba-tiba tubuh Naga Cahaya itu langsung membeku dalam hitungan detik kemudian Alice memukulnya hingga hancur berkeping-keping.


Ice Ace adalah kemampuan Alice ketika dia sudah bisa menggunakan Mana Dewa dengan serangannya itu, Alice dapat membekukan apapun itu ketika berada di daerah pertahanannya seketika Ice Ace akan aktif dan membekukan siapapun yang berusaha menyerang Alice tetapi waktu penggunaan Ice Ace membutuhkan waktu 5 menit setelah selesai pemakaian.

__ADS_1


Mereka bertiga terkejut melihat kekuatan Alice yang sangat hebat kini Naga Cahaya mati dengan mudahnya oleh Alice yang tiba-tiba datang karena tidak mau menjadi beban untuk mereka. Shouta sedikit kecewa dengan kedatangan Alice yang telat sebab dia menggunakan Mana Dewa yang seharusnya di simpan untuk pertarungan nanti tapi sekarang dia gunakan untuk mengeluarkan Api Putih untuk menyembuhkan kedua tangannya.


"Hamasuki, Shouta, Enma maaf sudah mengalahkan lawan kalian tapi saat ini aku sedikit kerepotan untuk melawan naga dibelakang sendirian jadi tolong bantu aku melawannya!" ucap Alice tanpa melihat ke belakang


Ternyata Alice datang tidak sendirian karena dari belakang mereka bertiga terdapat sosok Naga Angin yang sedang menatap mereka seketika Hamasuki dan Shouta terkejut sambil mengeluarkan sebuah serangan ledakan yang mengenai dirinya. Tubuh Hamasuki dan Shouta terlempar akibat ledakan itu sedangkan Enma tersenyum melihat musuh yang datang lagi kini dia tidak akan bermain-main sebab dia tidak mau lawannya kalah oleh siapapun kecuali dirinya sendiri.


Roaarrr...


Enma melapisi sabitnya dengan aura serta api hitam yang membuat sebuah getaran mematikan dari arah sabit itu melayang kemudian dia potong tubuh Naga Angin sampai menembus tubuh anginnya hingga mengeluarkan darah merah seketika membuat Enma mandi darah dari Naga Angin yang berhasil dia kalahkan dan tampaknya Shouta tidak terlalu banyak aksi dalam melawan Naga Angin.


Tiga naga dikalahkan dengan mudahnya oleh mereka sontak hal itu membuat The One merasakan sesuatu yang berbahaya jika membiarkan itu semua terjadi sehingga dia membuat naga yang tersisa masuk ke dalam mode wrath seketika membuat gemuruh di medan perang. Tidak sampai situ, naga yang tersisa mulai menyatukan diri mereka hingga menciptakan sebuah satu naga berwarna merah gelap dengan kekuatan yang lebih gila dari sebelumnya.

__ADS_1


Naga itu memiliki nama Gallahan dengan satu napasnya mampu memberikan kerusakan yang sangat dahsyat bahkan ledakan dari napasnya itu mampu membuat kawah besar di sekitar medan perang kini lawan mereka menjadi naga terkuat sehingga semuanya menyatukan kekuatan untuk membunuh naga tersebut setelah itu segera membantu Jack dalam melawan The One.


Gallahan mengeluarkan raungannya yang mengakibatkan planet itu bergetar dan bergema bahkan angin dari raungannya menghempaskan tubuh para malaikat sedangkan tiga iblis terdorong jauh. Kekuatan besar dari Naga Gallahan sungguh luar biasa sehingga The One mulai tidak khawatir lagi dengan rekan Jack kemudian dia fokus untuk membunuh Jack yang saat ini sedang melawannya.


The One sengaja menghilangkan fokusnya setelah itu Jack terkena jebakannya dengan menyerang The One hingga dirinya tidak bisa menghindari The One dari jarak kecil kemudian menyentuh jantung Jack yang seketika dia hancurkan dari dalam sontak itu membuat Jack muntah darah dengan matanya tidak menunjukkan tanda kehidupan tetapi semua itu hanyalah sebuah mimpi kedipan mata.


Jack memutarbalikan fakta atas semua itu menjadi sebuah mimpi dan itu adalah hal yang mustahil untuk seorang manusia dapat menggunakan kekuatan tersebut bahkan The One terkejut melihat Jack dapat melakukannya. Oleh sebab itu, The One menganggap Jack sudah menjadi dewa selama pertarungan ini sehingga The One tidak akan mudah untuk mengalahkan Jack dalam beberapa kali serangan saja.


Dream Time adalah kemampuan untuk mengembalikan apa yang sebenarnya terjadi berubah menjadi sebuah mimpi untuk sesuatu kejadian yang seharusnya benar-benar terjadi berubah menjadi mimpi belaka.


Kemampuan tersebut sangat merepotkan sehingga The One tidak akan bermain-main lagi untuk mengalahkan Jack sehingga dia mengeluarkan aura mengerikannya sebagai pertanda dia adalah seorang dewa sontak hal itu membuat Jack membalasnya dengan aura yang tidak jauh berbeda dari The One sehingga mereka melakukan bentrokkan lagi hingga dunia berguncang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2