Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 10 | Ndlesor For Nyungsep


__ADS_3

Tampak dua orang berbadan tegap tengah menatap tajam Andro dan Divo yang membuat Andro dan Divo terkaget seketika, mereka tidak tahu siapa mereka dan yang lebih mengherankan mereka berdua kenapa bisa masuk kedalam unit apartemen Andro.


"Kami diperintahkan oleh Baby Boss, untuk membawa Tuan Andro, karena pernikahan dimajukan menjadi sekarang," ujar salah satu dari mereka yang membuat Andro membulatkan mata sempurna.


"T-Tidak bisa begini!" tolak Andro.


Kedua orang tersebut tidak menggubris Android, ia Segera menarik tangan Andro dan memapahnya dengan paksa, karena kedua orang tersebut berbadan tegap membuat Andro dan Divo tidak bisa berbuat apa-apa.


"Wah! Ini pemaksaan ini, apa-apaan sih, lepasin, pelanggaran hak asasi manusia," jawab Andro memberontak yang membuat salah satu dari mereka menatap tajam Andro.


"Anda berhak untuk diam, Tuan," jawab kedua orang tersebut membawa paksa Andro.


Divo yang melihat itu bingung harus bagaimana, disisi lain dia merasa kasihan pada sahabatnya namun disisi lain dia merasa puas karena Andro termakan sumpahnya sendiri.


"Vo! Tolongin aku!" teriak Andro yang membuat Divo segera menghadang kedua orang tersebut.


"Ini pemaksaan, Sahabat saya kan nolak ikut, kok anda maksa sih?" ujar Divo yang membuat Andro terharu atas pembelaan sahabatnya.


Kedua orang tersebut membuang muka malas kemudian menghela napas panjang sampai mereka berdua membawa serta Divo dengan cara membopongnya.


Sontak Divo memberontak namun tidak berhasil lepas karena dia sama seperti Andro, tenaganya tidak cukup untuk melawan keganasan kedua bodyguard Baby Boss Apel.


"Maaf Ndro! Aku sudah berusaha semaksimal mungkin," ujar Divo melepas kacamatanya saat ia pasrah dibopong oleh salah satu dari kedua orang tersebut.

__ADS_1


"Tunggu!" teriak Andro yang membuat kedua orang tersebut berhenti. "Perasaan aku gak enak,"


Keduanya beserta Divo menatap ekspresi serius Andro hingga tidak berapa lama kemudian terdengar suara 'brut' yang menandakan Andro sedang buang angin, sinyal ketiganya membuang muka malas.


"Sungguh memalukan!" kesal Divo. "Hancur sudah image, genius pengacaramu,"


"Diem!" jawab Andro masih memberontak.


Kedua orang tersebut kembali membawa Divo dan Andro keluar dari apartemen tersebut, sedang beberapa orang yang mereka lalui hanya menatap cengo tak tentu arah, bagaimana bisa ada dua pria yang dibopong dengan begitu erotisnya dan memberontak, seperti adegan penculikan tapi ini benar-benar membingungkan.


"Masuk!" ujar salah satu Bodyguard memasukkan Andro dan Divo kedalam mobil dengan paksa yang membuat Andro mengeluh.


"Santai dong Boss!" teriak Andro yang membuat kedua bodyguard itu menatapnya tajam.


"T-Tapi! Aku belum membuat pesta melepas lajang!" jawab Andro panik.


"Kau Duda Bodoh!" teriak Divo kesal.


"Maaf lupa! Aku belum ngelaundry kolor seri Marvelku, aduh bagaimana ini," jawab Andro nampak frustasi.


"Si Anak sialan, malah mikirin kolor,"


Disepanjang perjalanan itu, Andro benar-benar frustrasi dibuat apa yang akan terjadi selanjutnya sementara kedua bodyguard Baby Boss memilih diam dan menulikan diri.

__ADS_1


Andro benar-benar tidak siap menjadi suami dari Apel, namun semuanya sudah terlambat, kini dia benar-benar terperangkap dan tidak ada jalan keluar lagi.


Kritttt!


Mobil yang dikendarai kedua Bodyguard Apple segera terparkir di halaman sebuah gedung yang sudah dihias dengan ornamen pernikahan, karena parkir pararel yang menghebohkan membuat Andro dan Divo yang ada dibelakang seketika tersentak kedepan dan terjungkal kebelakang, alias Ndlesor For Nyunsep.


[Halo Baby Boss? Tuan Andro sudah kami bawa]


Tampak salah satu Bodyguard yang menghubungi Baby Boss Apel, setelah berbicara banyak, Bodyguard tersebut mematikan komunikasi dan berbicara pada rekannya.


"Kamu jaga, si Elektronik berjalan ini," ujar salah satu Bodyguard menunjuk Divo. "Biar si Perangkap ponsel satunya aku yang bawa,"


"Enak aja! Divo itu nama keren!" protes Divo kesal


Bodyguard yang diajak mengobrol itu mengangguk sebelum yang satunya lagi turun dari mobil dan memaksa Andro untuk ikut turun.


"Doakan, aku masih hidup nanti!" bisik Andro pasrah pada Divo.




__ADS_1


TBC


__ADS_2