Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 34 | Tuhan Membuatku Menyerah


__ADS_3

"Aku sadar, aku yang menghancurkan dirimu disaat kau berada didalam titik terendah mu, aku yang membuat mu semakin terpuruk, aku yang bersalah, aku yang menolak pernikahan kita, tapi sekarang? Aku takut keholanganmu, tolong jangan tinggalkan aku lagi disaat aku sudah menyayangimu," jelas Andro menangis dengan wajah yang dibenamkan di pundak Apel.


Apel berusaha melepaskan dekapan Andro, namun gagal karena tenaga Andro lebih besar darinya, Andro kemudian semakin membenamkan wajah nya di punggung Apel membiarkan air matanya jatuh disana.


Sudah dia sadari bahwa selama seminggu setelah perceraian itu, sesuatu yang hambar dari hidupnya adalah karena dia merindukan Apel dan disaat Apel dia dapatkan dia tentu tidak mau melepaskannya lagi.


"Pernikahan atas dasar keterpaksaan bukanlah sesuatu yang baik, Tuan," ujar Apel dengan suara lirih.


"Namun kau harus tahu, bahwa keterpaksaan itu kini berubah menjadi cinta, jangan menyiksa dirimu, berikan aku kesempatan, aku akan menjadi suami yang baik untukmu, Ayah yang baik untuk anak kita," jawab Andro yang pelukannya mulai melonggar.


Andro kemudian memegang bahu Apel dan membalikkan badannya sehingga kini mereka berdua dalam posisi saling bertatapan, keduanya terdiam dengan tetesan air mata, perasaan terguncang, hancur dan kehilangan pondasi kehidupan kini saling melebur.


"Berikan aku satu kesempatan, satu saja, aku tidak akan mengecewakanmu, jika kau ada masalah cobalah cerita kepadaku, jangan memendam sendiri, aku selalu ada untukmu," lirih Andro mengusap wajah Apel dari mata, hidung, pipi sampai ke bibirnya.

__ADS_1


"Kau tidak akan pernah mengerti masalah apa yang sedang kuhadapi, aku memiliki sisi kelam yang tidak mungkin aku ceritakan, dan saat melihat wajahmu, aku seakan kembali dalam masa kelam, itu, Tuan," jelas Apel yang membuat Andro mendekatkan hidungnya sehingga kini hidung mereka berdua saling bersentuhan. "Tuhan sudah membuatku menyerah,"


Memang wajah Andro mewarisi wajah Ayahnya sehingga jika Apel melihat Andro, rasanya dendam dalam dirinya kembali bangkit, dia tidak ingin selamanya hidup dalam dendam dan menyakiti Andro sehingga itu menjadi alasan untuk dirinya tidak kembali bersama Andro.


Apakah Apel mencintai Andro? Jawabannya iya, namun terkadang kta harus melepaskan seseorang yang kita cintai demi kebahagiaan orang tersebut.


"Tuhan belum membuatmu menyerah, sayang, kalau kau membenciku, setidaknya cintai aku sebagai ayah dari anak dalam kandunganmu," jawab Andro.


Hening diantara mereka, jarak wajah yang saling berdekatan dengan kening yang saling bersentuhan serta hidung yang tertaut, membuat Andro bisa bernapas menggunakan napas Apel dan begitupun sebaliknya.


Entah dorongan dari mana, ditengah keheningan itu, Andro memberanikan diri mencium bibir Apel, menautkan benda kenyal keduanya dalam satu tautan, Andro menangis disini, ini lah yang dia rindukan, dia seolah kembali mendapatkan pijakan hidupnya yang selama ini runtuh berantakan, ditengah ciuman mereka, Apel segera melepasnya dan mendorong Andro menjauh darinya.


"Ini tidak benar! Kita tidak sudah memiliki hubungan apa-apa lagi," jelas Apel menodong Andro dengan jari tangannya.

__ADS_1


Andro terdiam dia menundukkan kepalanya, Apel begitu keras kepala kepadanya, Apel bahkan sekarang mendorong tubuh Andro pergi dan keluar dari kamarnya, dengan tenaga dan kemampuan yang dia miliki, Apel berhasil membuat Andro keluar dari unit apartemennya


Brak!


Apel membanting pintu menutup pintu apartemen tersebut, sedangkan Andro hanya terduduk lemas bersandarkan pintu tersebut.


"Aku akan tetap bertahan menunggumu, bagaimanapun keadaannya, Bu Boss!"




__ADS_1


TBC


__ADS_2