
Setelah pernikahan mereka tadi siang, Andro dan Apel kini tengah berada dirumah Adam, mereka masih meminjam rumah Adam sebelum besok mereka akan kembali ke paris.
Andro tampak serius menyusun strategi rencana pembalasan untuk Tuan Adsense, mereka akan merencanakan sebuah rencana balas dendam tercantik dengan membuat Tuan Adsense sendiri yang akan mengakui semua perbuatannya tanpa membuat Andro dan Apel repot-repot.
Kring!
Ponsel Andro berbunyi, Andro menurunkan laptop dari pangkuannya kemudian mengangkat telepon yang ternyata dari Divo.
"Halo Ndro?"
"Iya Dono, Ada kabar baik apa hari ini?" tanya Andro mengangkat telepon tersebut.
"Namaku Divo!"
"Lebih bagus Dono, kau tahu,"
"****!" kesal Divo yang membuat Andro terkekeh walaupun tidak dilihat oleh Divo.
Apel yang ada disamping Andro tampak fokus dengan kegiatannya sendiri disaat Andro berbincang dengan Divo.
"Aku sudah menerima proposal bisnis yang dikirim Baby Boss, dan sudah mengajukannya ke kantor Tuan Adsense dan mereka menerima rencana kerjasama ini, sisanya kau sendiri yang harus mengaturnya, aku hanya Asistenmu tapi kenapa kau melibatkan ku dalam balas dendam ini? Kau anak durhakim rupanya," lanjut Divo melipat kedua tangannya.
"Baiklah Kasino, aku akan memberesakan sisanya, besok aku dan Bu Boss akan berangkat ke paris," jawab Andro yang membuat Divo geram.
__ADS_1
"Dengarkan aku Tua Bangka! Namaku Divo!" jawab Divo kesal.
"Terserah saja," jawab Andro mematikan telepon tersebut sepihsk.
Setelahnya Andro menaruh ponselnya kemudian memperhatikan Apel yang sibuk dengan dunianya sendiri.
Apel yang merasa dirinya di perhatikan mematikan tab-nya kemudian menatap Andro balik.
"Kau sedang apa?" tanya Andro menarik Apel sehingga kini Apel berada di pangkuannya.
Apel tidak menjawab yang membuat Andro segera mendusel manja dan mencium pipinya. "Oh, aku lupa."
"Lupa apa?" tanya Apel menakutkan alisnya.
"Hah?"
"Sekarang aku kan sudah menjadi suamimu, berarti peraturan suami Baby Boss masih berlaku kan? Suami wajib tanpa busana di rumah," jawab Andro menarik tubuh Apel berdiri.
Apel terdiam, dia menyesal membuat peraturan diluar nalar seperti kepada Andro, sehingga kini Andro memanfaatkan hal tersebut.
"Kenapa kau nampak frustrasi? Bukankah ini peraturan mu?" ujar Andro. "Lagipula aku ingin menagih malam pertama kita."
Andro bersimpuh dihadapan Apel kemudian mengsejajarkan tubuhnya dengan perut Apel. "Hai Baby Elektronik, Daddy pinjam Mommymu yah,"
__ADS_1
Apel tersentak. "T-tunggu, kau menyebutnya apa tadi?"
"Baby Elektronik," jawab Andro tanpa dosa.
"Tapi kenapa harus it-"
Belum sempat Apel menyelesaikan kalimatnya Andro segera menaruh telunjuk dibibir Apel yang membuat Apel berhenti berbicara seketika. "Sudahlah Daddy-nya ingin mengunjungi Baby-nya."
Andro segera mengangkat tubuh Apel dan menggendongnya dengan gaya bridal style, dia berjalan masuk ke dalam kamar untuk menikmati malam pertama mereka.
Setelah sampai dikamar, Andro segera menidurkan Apel di ranjang, kemudian mencium puncak kening turun ke bibir dan mengigit kecil lehernya sehingga memberikan tanda merah disana.
"Kissmark, biar orang tahu kalau Bu Boss sudah ada yang punya," ujar Andro seakan menjawab pertanyaan Apel.
Andro kemudian membantu melepaskan baju Apel satu persatu sehingga kini mereka berdua dalam keadaan tanpa busana, Andro kembali mencium bibir Apel turun ke leher dan dada Apel, membuat Apel melenguh sejenak atas sentuhan suaminya.
"Bagaimana Baby Boss? Ready?" tanya Andro yang membuat Apel impuls menarik kepala Andro sehingga mereka berdua kembali berciuman.
•
•
•
__ADS_1
TBC