Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 08 | Peraturan Menjadi Suami Baby Boss


__ADS_3

"Lalu sekarang, apa yang harus aku lakukan?" tanya Andro melipat kedua tangannya yang membuat Apel tersenyum atas pertanyaan itu.


Apel mengode Andro dengan tangannya agar lebih mendekat kepadanya, Andro mendorong kursi yang dia duduki sehingga roda-nya bergerak pelan ke arah Apel.


"Keluarkan ponselmu," ujar Apel yang membuat Andro menatapnya lekat.


"Untuk apa?" tanya Andro pada Apel.


Apel menghela napas panjang kemudian menatap Andro tajam atas pertanyaan yang seharusnya tidak perlu dia tanyakan. "Keluarkan saja,"


"Iya," jawab Andro malas kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Selanjutnya tidak ada kalimat lagi Apel yang membuat Andro mengangkat alisnya menanyakan apa selanjutnya, namun tidak dijawab oleh Apel.


"Bu Bos? Kalau sekiranya aku ngehamtam Bu Bos pake kursi yang aku duduki ini, Bu Bos ngamuk gak?" kesal Andro menatap malas Baby Boss itu.


Apel memperbaiki posisi duduknya kemudian berpikir sejenak rencana apa yang akan dia lakukan untuk menyiksa Andro nanti dalam belenggu pernikahan neraka yang akan dia buat.


"Catat ini di ponselmu, Tuan," ujar Apel yang membuat Andro Segers menggulir layar ponsel miliknya mencari aplikasi catatan. "Peraturan menjadi Suami Baby Boss,"


Andro mengikuti dan mengetik kalimat yang diucapkan Apel pada benda persegi berkonotasi elektronik dengan case berwarna hitam itu, setelah selesai dia mengangkat kepalanya lagi menanyakan hal apa yang harus dia tulis lagi.


"Yang pertama, Suami wajib tanpa busana di rumah," jawab Baby Boss yang membuat Andro membulatkan matanya sempurna.


"Hah? Gak salah dengar?" tanya Andro berusaha memastikan apa yang diucapkan Apel padanya.


"Aku gak akan mengulang kalimat ku, Tuan, cepat selesaikan," jawab Apel yang membuat Andro menggelengkan kepalanya pelan namun tetap menulis apa yang disuruh Apel.

__ADS_1


"Wah, Bu Bos gila sih," ujar Andro yang mendapat tatapan tajam dari Apel.


Jika Andro ingin menyuarakan segala kekesalannya, ini adalah seratus persen penghinaan bagi Andro, bagaimana tidak, dia disuruh telanjang tanpa sehelai benang pun dirumah.


"Minta digenjot, gitu?" batin Andro yang berkutat antara kesal dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Setelah menuliskan kalimat itu di ponselnya, Andro kembali memusatkan atensi dan pandangannya kepada Apel yang tengah menatapnya dalam.


"Selanjutnya apa?" tanya Andro melemaskan jari-jari tangannya.


Klutak, Klutik, efek sound keyboard yang ditekan oleh Andro perlahan berhenti saat Apel belum memberitahu apa peraturan selanjutnya.


"Kedua, tiap malam, Baby Boss harus digenjot," ujar Apel yang membuat Andro lebih tercengang lagi.


Kegeniusan yang disalahgunakan, benar-benar membuat Andro ingin memaki sosok gadis bocah berusia sembilan belas tahun dihadapannya itu, bagaimana bisa seorang pria dewasa sepertinya di perdaya oleh bocah sekelas Apel yang sudah merangkak menjadi Dosen.


Bledug!


Suara sepatu heels dari Apel melayang tepat di wajah Andro yang membuat Andro memalingkan wajah seketika mengusap brewok rapi hingga ke bibirnya, ia ingin kesal dan protes tapi dia tidak tahu pada siapa dia ingin melakukan ini.


"Genjot itu, konotasinya besar bodoh! Genjot punggung istrimu ketika pegal, genjot pedal sepeda, tidak hanya genjot laknat yang kau lakukan tiap malam," jelas Apel pada Andro yang mengusap dagunya.


"Kau selalu menang, banyak sekali alibi-alibi setanmu. Ku rasa Tuhan sudah salah menurunkan kegeniusan padamu, benar-benar disalah gunakan," jawab Andro yang membuat Apel tersenyum sinis.


"Justru Tuhan tahu aku akan bertemu Genius Casanova sepertimu. Makanya Tuhan memberikan kegeniusan padaku agar bisa mengimbangi, bayangkan saja kalau aku gadis menye-menye, pasti kau sudah bebas berkeliaran sedang aku menderita, hidup tidak semanis didunia Novel, Tuan," Apel kemudian berdiri dan mendekatkan wajahnya kepada Andro. "Dan peraturan yang terakhir adalah, aku ingin French Kiss setiap sarapan,"


Andro mengangkat alisnya. "French Kiss?"

__ADS_1


Apel tersenyum dan mengangguk. "Apakah kau tidak tahu?"


Andro menggelengkan kepalanya pelan sedang Apel terkekeh sadis, bagaimana bisa seorang Casanova sepertinya tidak tahu apa itu French Kiss. "Kurasa dunia Casanovamu sebatas genjot menggenjot."


"Cih! Kau saja merasa puas," kesal Andro.


Apel menarik kepala Andro dengan memegang kepala belakangnya kemudian memangkas jarak diantara mereka berdua. "Mau ku ajari French Kiss?"


"Bagus! Aku diajari mesum oleh Bocah!"


"Kau sudah mesum, darisananya, dasar kau tua bangka!" ujar Apel memberikan ciuman kepada Andro yang membuat Andro terdiam sejenak menikmati pagutan Apel padanya.


Kini lidah mereka saling bertaut, baru Andro ingin membalas, Apel sudah melepas ciumannya yang membuat Andro mendesah tidak puas. "Itu French Kiss."


"Sekarang kau bisa keluar, sampai jumpa di altar pernikahan," lanjut Apel melepaskan Andro.


Andro berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan Apel yang tengah menatap genit kepadanya, Divo yang menunggu diluar sedikit terkejut kenapa Andro bisa ada diluar.


"Kenapa Ndro?"


Andro menatap sahabatnya itu dan menekan kedua bahunya. "Tolongin aku! Bawa aku kabur!"


"Hah!?"



TBC

__ADS_1


__ADS_2