
Hari ini adalah hari yang baru bagi Andro dan Apel, mereka berdua tengah berdiri dialtar pernikahan saling menukar janji suci untuk yang kedua kalinya.
Pernikahan yang dilakukan secara tertutup hanya dihadiri Bryan dan beberapa tamu penting lainnya, Apel tampak cantik menggunakan gaun putih senada dengan tosro yang dikenakan Andro.
Setelah penukaran janji suci akhirnya mereka berdua kembali sah menjadi pasangan suami istri, Andro segera mencium kening Apel, sebuah pernikahan kedua yang kali ini dengan cinta.
Andro dan Apel berjalan turun dari altar menuju ke hadapan Bryan, untuk pertama kalinya juga Bryan tersenyum bahagia melihat adiknya kini bahagia dalam pernikahannya.
Hari itu mereka lalui dengan sangat indah, raut wajah kebahagiaan terpancar dari wajah Apel dan Andro sebelum sosok seorang pria yang pernah mengisi hati Apel tiba-tiba muncul di aula pernikahan itu.
Dia adalah Evan, mantan tunangan Apel yang sudah meninggalkan Apel di Luzern saat Apel menolak berhubungan badan dengannya.
Suara tepukan tangan Evan membuat semua mata memandang kearahnya, terlebih senyum sinisnya yang langsung menodong ke arah Apel.
"Bagus, kau menolak berhubungan badan denganku dulu dengan alasan harga dirimu, namun sekarang kau mengandung anak dari hubungan diluar nikah? Hahaha dengan pria bau tanah lagi, apa kau tidak tahu malu?" cecar Evan yang membuat wajah Andro mengeras seketika.
__ADS_1
Andro hendak membalas ucapan Evan tapi Apel segera menahan tangan Andro dan memberi kode kepada suaminya untuk diam.
"Lihatlah dirimu sekarang, aku bersyukur karena sudah meninggalkan wanita munafik sepertimu!" lanjut Evan dengan nada sinis.
Apel tersenyum, dia berjalan ke arah mantan tunangannya itu dengan tatapan sinis juga. "Justru aku yang bersyukur kehilangan kehormatan, setidaknya aku kehilangan kehormatan ditangan laki-laki yang tepat, bukan laki-laki sampah sepertimu, aku menjadi kasian padamu."
"Aku juga kasian padanya sayang," timpal Andro berjalan ke samping Apel dan menatap sinis Evan. "Dia menjadi tunanganmu selama dua tahun, dan ternyata aku yang mendapatkan surga dunia itu, terima kasih sudah menjaga jodohku, jadi kalau kutanya kau sekarang, siapa yang harus bersyukur disini?"
"Istriku harus bersyukur karena dilepas atau kau yang harus bersyukur karena melepas istriku, sayangnya aku hanya tahu satu hal, bahwa kau adalah pria yang paling rugi yang pernah ada," lanjut Andro merangkul bahu Apel.
Evan mengepal tangannya kesal, jawaban Andro dan Apel benar-benar menghantam langsung ke dalam dirinya, benar-benar menghancurkan harga diri Evan.
"Jangan marah begitu, kalau kau darah tinggi dan drop tidak ada siapapun yang bisa merawatmu, karena kau tidak memiliki pasangan, hm? Jomblo?" ujar Andro tersenyum pada Evan.
Evan menghela napas. "Baiklah, selamat menikmati bekas ku!"
__ADS_1
"Bekasmu? Kau lupa siapa yang mengunboxing istriku duluan? Aku yang sehari bertemu dengannya atau kau yang dua tahun bersamanya? Oh aku lupa yang berjuang bisa kalah dengan yang satu malam, pertahankan harga dirimu!" jawab Andro menohok.
Evan kehabisan kata-kata, dia berjalan keluar dari Aula pernikahan itu menahan malu, harusnya dia tida datang saja ketempat ini, setelah kepergian Evan.
Andro dan Apel saling tos dan merangkul bahu, Bryan dan Adam yang melihat itu segera saling melempar pandangan firasat mereka benar, Andro dan Apel adalah komposisi tepat dari sebuah kegeniusan.
•
•
•
TBC
Nama tunangan Apel itu Oppo tapi diganti Evan yah.
__ADS_1