
Setelah kejadian pemacu jantung tadi yang membuat Andro kesal dengan Apel, jika saja dia tidak ingat bahwa Apel adalah Bos Besar dan memiliki kartu As tentang dirinya sudah lama Android menebas kepala Baby Boss itu karena saking kesalnya.
Dia benar-benar berada dalam pernikahan neraka kalau begini, dia yang suami langsung jatuh harga dirinya karena disini pihak istri yang mendominasi, terlebih melihat Apel adalah wanita mandiri yang bisa melakukan apapun sendiri.
"Katanya dia tidak butuh pria. Namun kenapa dia memaksaku menjadi suaminya," kesal Andro menutup laptop karena jam kerjanya sudah selesai.
"Ndro, ini berkas terakhir yang harus kau tanda tangani," ujar Divo masuk keruangan Andro dan melempar sebuah map yang jatuh tepat di wajah Andro.
Andro mengambil map tersebut dengan geram, bahkan kini sahabatnya sendiri sudah berani menindasnya atas permintaan Baby Boss Apel.
"Aku ini atasanmu Vo! Yang sopan," ujar Andro menaruh map tersebut dimeja.
Dibo menatap malas Andro kemudian memperlihatkan arloji berwarna navy blue ditangannya yang sudah menunjukkan angka pukul tiga sore. "Kau lihat? Jam kerja sudah berakhir, jadi kau bukan atasanku lagi sekarang."
"Sudah tandatangani itu cepat, aku sudah susah payah menyusunnya dan aku ingin segera pulang," lanjut Divo membuka tab yang senantiasa ada ditangannya.
"Jadi begitu?"
"Jelas, Pak Andro." jawab Divo memberikan jempol kepada Andro.
Andro. mengambil map tersebut kemudian berdiri dan membuka map itu.
Srkk!
Divo membulatkan mata sempurna manakala Andro merobek kertas yang sudah Divo ketik dan susun dengan susah payah kemudian melemparkannya kepada Divo.
"Ah apa yang kau lakukan!?" tanya Divo dengan rahang terbuka lebar.
__ADS_1
"Bukankah ini sudah diluar jam kerja? Yasudah, aku duluan yah," jawab Andro mengambil jas dan tasnya kemudian meninggalkan Divo diruangan itu yang harus menyusun ulang semuanya. "Oh iya, selamat lembur."
Andro tertawa melihat wajah kesal sahabatnya itu, dendamnya terasa terbalas kan dengan baik saat berhasil membuat Divo lembur malam ini, Andro berjalan dikoridor kantor menuju lift, sesampainya didepan lift dia menekan tombol sebelum lift tersebut terbuka.
"Eh!" Andro tersentak. "Bu Boss? Sedang apa disini?"
Andro tersentak kaget saat melihat Apel berada didalam lift tersebut dengan tangan yang dilipat, dia tidak menjawab pertanyaan Andro melainkan menarik dasi Andro sehingga Andro tertarik masuk kedalam lift.
Ting!
Pintu lift tersebut tertutup saat Apel menendang tombolnya saat ia menarik Andro sehingga membuat lift yang mereka tumpangi turun kebawah.
"Kau belum menjawab pertanyaanku," ujar Andro memperbaiki dasi dan kemejanya.
"Aku hanya ingin menjemputmu, hubby, apakah aku salah?" jawab Apel yang memasamkan muka.
Ting!
Pintu lift kembali terbuka membuat Andro dan Apel keluar yang dimana mereka berdua langsung diserbu oleh beberapa wartawan berita. Memang pernikahan antara Baby Boss dan Genius Pengacara ini sudah tersebar sehingga menjadi topik menarik yang wajib diperbincangkan dalam hangat.
Apel langsung menggandeng tangan Andro dengan senyumannya berusaha bersikap romantis yang membuat Andro paham sekarang, Apel ingin berpura-pura demi sebuah pencitraan klasik.
"Bu Apel tampaknya sangat romantis dengan Pak Andro, apa sih yang membuat ibu jatuh cinta dengan Pak Andro?"
Apel serasa ingin muntah mendapat pertanyaan seperti ini, dan mengarang pertanyaan adalah solusinya. "Suami saya baik, dia suka makan, gak suka tidur dikamar soalnya dia pecinta alam, kemarin saja kami tidur dibalkon berdua, dan suami saya suka dengan itu."
Andro tercengang, susah pasti semua kalimat tektek bengek dari Apel adalah sebuah kebohongan belaka, jelas-jelas Andro tersiksa melakukan itu.
__ADS_1
"Apakah Pak Andro, orang yang penyabar?"
"Sangat, bahkan saking sabarnya dia berhasil menghabiskan kopi panas dalam waktu sepuluh detik." jawab Apel menyenggol Pinggang Andro.
Andro tersenyum kemudian mengusap rambut Apple guna memberikan kesan romantis.
"Kesukaan Pak Andro ini apa sih Bu?"
"Banyak, dia paling suka Doraemon dan Marvel sampai ko-," Kalimat Apel terhenti saat Andro menginjak kaki istrinya menggunakan sepatu vantoufelnya.
"Maksud saya, Koleksi Action Figurenya." lanjut Apel meringis menahan sakit di kaki nya.
"Kalau menurut Pak Andro, Bu Apel itu seperti apa?"
Andro tersenyum sinis, kini saatnya balas dendam, ia sudah siap mengeluarkan semua kalimat peluru yang akan membuat Apel tidak akan menyangka ini.
"Bu Boss ini suka nyuruh, gamau di bantah, kalau tidur ngorok, liurnya ke mana-mana, suka ngerepotin suami, sama banyak deh, lebih banyak jeleknya soalnya sampai bingung mau nyebutin semuanya," jelas Andro sinis.
"Hah?" kaget semua wartawan tersebut yang membuat wajah Apel memerah.
"Suami sialan," batin Apel kesal.
•
•
•
__ADS_1
TBC