Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 27 | Setelah Perceraian


__ADS_3

"Daddy? Daddy?"


Andro berbalik dan mendapati seorang anak kecil tengah memegang kakinya, Andro menatap anak kecil tersebut kemudian berjongkok mengsejajarkan dirinya dengan anak itu.


"Hei? Kamu siapa? Kok ada disini?" tanya Andro pada anak tersebut.


"Aku anak Daddy," jawab anak tersebut yang membuat Andro menaikkan alis bingung.


"Anak Daddy? Mommy kamu siapa?" tanya Andro dengan raut wajah bingung.


Bukannya menjawab, anak itu malah melepaskan diri dari Andro kemudian berlari meninggalkan Andro, Andro yang masih penasaran mengejar anak itu kemudian ia mendapati anak tersebut bersama dengan sosok wanita yang sangat Andro kenali.


"Daddy, ini Mommy aku!" jawab anak tersebut menarik tangan Andro bertemu wanita yang ia sebut Mommy.


"Apel?"


"Hah!"


Andro terbangun dari mimpinya, dengan keringat dingin membasahi tubuhnya, sudah seminggu semenjak perceraiannya dengan Apel, namun beberapa hari ini sosok anak kecil yang Andro tidak tahu siapa selalu datang ke mimpinya dan menyebutnya Daddy.


Dan yang mengherankannya lagi, anak tersebut memanggil Apel dengan sebutan Mommy, yang membuat Andro pusing sendiri bagaimana hal tersebut bisa terjadi.


Andro melirik jam alarm dinakas tempat tidur nya, sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, Andro segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh dirinya.

__ADS_1


Suara air yang menerpa wajah Andro menjadi backsound pagi ini kala Andro menatap wajahnya di cermin wastafel, masih menjadi tanda tanya besar bagi Andro siapa anak kecil dibalik mimpinya yang menganggu tidurnya beberapa hari ini.


"Ndro? Apakah kau ada?" panggil Divo yang masuk ke apartemen Andro.


"Aku dikamar mandi!" teriak Andro menggosok giginya kemudian melakukan perawatan wajah pagi rutinnya.


Setelah selesai, Andro segera berjalan keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Divo, Divo tampak memangku laptopnya, memang Divo memiliki kartu akses apartemen Andro sehingga dia bebas keluar masuk di apartemen Andro.


"Ada apa Vo?" tanya Andro mengelap wajahnya dengan handuk.


Kini Andro masih dalam keadaan bertelanjang dada dia berjalan ke arah Divo yang tampak mengutak-atik laptopnya, Divo menatap Andro sekilas kemudian menyerahkan laptop tersebut kepada Andro.


"Ini materi klien kita, untuk kasus kali ini, adalah kasus sengketa, mungkin bisa kau pelajari sebelum sidang hari H," jelas Divo yang membuat Andro menatap monitor layar laptop yang diberikan Divo..


Divo mengambil kembali laptopnya kemudian menyimpan file materi tersebut. "Bertanya apa?"


Andro terdiam, dia tampak bingung harus bercerita dari mana, tapi jika dia tidak menceritakannya tentunya ini akan menjadi beban pikiran di kepala Andro sendiri.


Divo membereskan file dan menutup laptopnya sebelum menaruhnya dimeja yang ada didepannya, ia kemudian menatap Andro menanti cerita sahabat nya itu.


"Kau tahu, akhir-akhir ini aku sekali didatangi sosok anak kecil yang mengaku sebagai anakku, dan Bu Boss sebagai Mommynya, menurutmu bagaimana?"


Deg!

__ADS_1


Divo terdiam, ia mengingat sesuatu saat mengambil pakaian Andro dikediaman Baby Boss, Divo kemudian merogoh saku celananya mengambil dompet dan membukanya.


"Kau mau apa sih?" tanya Andro kesal karena Divo tidak menanggapi ceritanya.


"Maaf aku lupa mengatakan ini, aku menemukan sebuah testpack positif di kediaman Baby Boss saat membersihkan rumahnya, menurut mu ini milik Baby Boss kan?" jawab Divo mengambil testpack dari dompet dan menyerahkan nya ke Andro.


Andro menerima tespack tersebut kemudian mengeceknya, dan benar ada dua garis merah disana, seketika Andro terdiam, bagaimana mungkin, apakah Apel pergi dalam kondisi hamil tanpa memberitahu dirinya.


Jadi anak yang hadir dalam mimpi Andro adalah anak yang ada didalam kandungan Apel, seketika buram bagi Andro, air mata mengalir dari matanya, jika dia tahu Apel mengandung, dia tidak akan sepasrah itu menerima perceraian mereka.


Andro kemudian bangkit dan berjalan masuk kedalam kamarnya dan mengemas beberapa pakaiannya.


"Kau mau apa Ndro?" tanya Divo.


"Aku ingin ke Indonesia, menjemput kembali mantan istri dan calon anakku," jawab Andro dengan tekat yang bulat.





TBC

__ADS_1


__ADS_2