
Setelah kepergian Andro. Adam masih belum beranjak pergi dari kediaman Bryan, kini Bryan dan Adam saling melempar tatapan dan senyuman.
Bryan tahu bahwa Adam mencintai Apel. Namun Adam menyimpan semua perasaannya itu, dan jelas menyakitkan bagi Adam melihat Andro memperjuangkan Apel sehingga pintu langkah Adam harus tertutup untuk mendapatkan Apel.
Jika saja Adam orang yang egois mungkin dia memilih menyembunyikan Apel sampai Andro menyerah dan merebut Apel kedalam dekapannya, namun itu bukan Adam.
"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Bryan yang membuat Adam tersenyum.
"Kenapa apanya?" tanya Adam melepas kacamatanya.
"Kau mencintai Apel kan? Apa memberi tahu Andro menurutmu bukan kesalahan?" jawab Bryan berujung pertanyaan.
Adam tersenyum, memamerkan deretan gigi putihnya yang membuat Bryan tersenyum balik. "Aku mencintainya, namun melihat dia bersama dengan orang yang dia cintai adalah hal yang paling membahagiakan yang pernah kualami, lagipula cinta sejatinya adalah Andro, kalau aku berusaha merebutnya, apakah perasaannya sama dengan perasaan Apel kepada Andro?"
"Kan Apel sudah tidak mau bersama Andro, kenapa kau tidak ikut memperjuangkan dia?" tanya Bryan mengetest Adam.
__ADS_1
"Bukannya aku tidak mau berjuang, Namun ada pria lain yang menjadi pemilik hatinya, apakah pantas diperjuangkan? Lagipula wanita itu tidak harus di perebutkan melainkan diperjuangkan, namun memperjuangkan sesuatu yang sudah jelas takkan menjadi milik kita, itu adalah sebuah kesalahan," jelas Adam yang membuat Bryan tertampar.
Adam adalah pria romantis yang menghargai wanita, betapa beruntungnya wanita yang akan menjadi istrinya nanti, wajah spek dewa dan atitude spek kaisar membuat dia adalah representasi pria idaman yang sebenarnya.
"Mas Bryan? Aku mau nanya boleh?" tanya Adam yang membuat Bryan mengangkat alisnya kepada Adam.
"Apa?"
"Maaf sebelumnya jika aku terkesan ingin ikut campur, Apel ada bercerita tentang dendam kepada keluarga Mas Andro, kalau boleh tahu, apa yah?" tanya Adam kembali yang membuat Bryan berpikir sejenak.
Dengan keputusan yang tepat, Bryan kemudian mulai menceritakan kisahnya, Bryan dan Apel adalah adik beradik, Ayah Kandung mereka meninggalkan Ibu mereka tanpa keterangan yang jelas disaat Apel baru lahir.
Ibu mereka yang depresi menjadi single parent akhirnya bangkit kembali, dia membangun usaha butik, sampai akhirnya Ibu mereka bertemu dengan Ayah Kandung Andro, dengan keputusan sepihak akhirnya mereka menikah.
Namun setelah tiga tahun, Ayah Kandung Andro memilih kembali ke mantan istrinya yaitu Ibu Kandung Andro, dengan hal tersebut akhirnya Ibu dari Bryan dan Apel merasa depresi karena dikhianati untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Batinnya terguncang, sehingga membuat ia mengalami gangguan jiwa, Bryan yang kala itu baru menyelesaikan kuliahnya, harus menerima bahwa ibunya harus mendekam dirumah sakit jiwa.
Namun Bryan beruntung karena saat itu Apel terkenal akan kejeniusannya, dia bahkan sudah memasuki sekolah menengah pertama diusia sepuluh tahun, dengan bakat yang ada, Bryan dan Apel mencoba bangkit dan berjuang, awalnya mereka dendam sampai seiring berjalannya waktu dendam tersebut hilang.
Namun dendam itu kembali setelah Andro merebut kehormatan Apel dan Apel mengetahui bahwa Andro adalah saudara tirinya, niatnya balas dendam adalah untuk melampiaskan kekesalannya kepada Andro, apalagi Andro memiliki riwayat depresi, sehingga rencana Bryan dan Apel adalah membuat Andro depresi agar seperti ibu mereka.
Tapi semua itu berubah setelah ...
•
•
•
TBC
__ADS_1