Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 66 | Meminta Penjelasan


__ADS_3

Ps: Walaupun Status Novelnya END tapi tetap lanjut Kok :)



Tak butuh waktu lama untuk Andro mengendarai mobilnya dan sampai dihalaman kantor WCorp.


Sebelum turun Apel kembali menggenggam erat tangan Andro dan berusaha mengingatkannya untuk tidak terpancing emosi nantinya.


Andro menganggup pelan atas teguran istrinya, ia kemudian turun dari mobil disusul oleh Apel dan masuk kedalam area kantor tersebut.


"Selamat siang, Daddy Boss, Selamat siang Baby Boss," sapa penjaga didepan pintu kantor saat melihat kedatangan boss besar mereka.


Andro memilih mengacuhkannya dan berjalan masuk sedangkan Apel hanya tersenyum membalas sapaan mereka, Andro berjalan cepat masuk kedalam lift karena memang ruangan Divo berada di lantai dua gedung perkantoran ini.


"Apakah Pak Divo masih ada diatas?" tanya Andro pada seorang pegawai sebelum benar-benar masuk kedalam lift.


"Pak Divo masih ada di ruangan nya," jawab pegawai tersebut yang membuat Andro mengangguk.


Andro menarik tangan Apel masuk kedalam lift dan memencet tombol lift sehingga terdengar suara "Ting" yang menandakan lift tersebut sedang bergerak keatas.


"Ingat ucapan ku apapun yang terjadi jangan sampai terpancing emosi," tegur Apel kembali yang membuat Andro menghela napas panjang.


Entah sudah berapa kali Andro mendengar teguran itu dari Apel yang sedikit overthinking dengan apa yang akan terjadi nanti, Andro meraih kedua bahu Apel dan menatapnya dalam.

__ADS_1


"Aku berjanji," jawab Andro tersenyum pada Apel.


Ting!


Kini pintu lift tersebut kembali terbuka yang membuat Apel dan Andro segera berjalan keluar dari lift dan menyusuri koridor menuju ruangan Divo yang berada di ujung koridor.


Suara langkah kaki panjang dan detak sepatu heels Apel dan pent milik Andro terdengar mengiringi suasana hening di area gedung perkantoran itu.


Sesampainya didepan ruangan Divo, Apel segera mengeluarkan tab-nya dan menge-scan Smart Door milik ruangan Divo.


Setelah selesai, Andro segera mendorong pintu tersebut dan mendapati Divo tengah sibuk dengan laptopnya.


"Daddy Boss? Baby Boss? Maaf tadi saya sibuk menyusun file laporan perkembangan perusahaan," ujar Divo yang memang menjunjung nuansa formal ketika berada di jam kantor.


Divo berdiri dan berjalan ke arah Andro dan Apel, Apel terdiam sedangkan Andro tampak menahan sesuatu yang sangat mengganjal hatinya.


Apel yang melihat itu segera menaruh tab yang dia bawah ke atas tangan Andro yang diangkat, sedangkan Andro segera membuka file data tentang Divo tadi.


"Penjelasan? Tentang apa?" tanya Divo merasa bingung dengan hal ini.


Andro tersenyum kecut kemudian melemparkan tab itu kepada Divo. "Tentang Dean istriku dan anak dalam kandungannya."


Jleb!

__ADS_1


Seketika Divo tersentak kaget dan terdiam sesaat menerima tab yang dilempar Andro, ia kemudian membaca file tentang dirinya dan terkejut karena semua rekam jejak hidupnya tertulis gamblang disana.


"Apa yang ingin kau jelaskan sekarang hah?" tanya Andro sedikit membentak yang membuat Apel menarik tangan Andro dan mengodenya pelan.


"A-aku bisa jelaskan," ujar Divo gugup.


Andro kesal, dia tidak menggubris Apel lagi, dengan sekali bogeman mentah Andro langsung menghajar wajah Divo.


Bug!


Divo terjatuh kelantai dan memegang pipinya yang baru saja menerima bogeman, Andro berjongkok dan menarik kerah kemeja Divo, memaksanya untuk berdiri.


"Kalau begitu jelaskan sekarang!"





TBC


Menjelang Episode Terakhir

__ADS_1


Part Selanjutnya Sore Ini Yah


Mulai Hari ini Insya Allah Update Tiap Hari.


__ADS_2