Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 07 | Harta, Tahta dan Duda


__ADS_3

Andro menatap kesal Apel, dia berjalan menghentakkan kakinya memungut, bokser, celana, kemeja dan jas-nya, sementara Apel sendiri mulai memakai pakaiannya juga, hening ruangan itu sangat sepadan dengan dinginnya udara dingin diluar, membuat panas adegan yang terjadi diantara mereka berdua tadi tidak menimbulkan efek apa-apa.


"Kau benar-benar wanita gila, kau menjebakku," kesal Andro memakai bokser dan celananya.


Apel tidak menjawab sedang Andro memusatkan segala atensi netra dan pikirannya kepada Apel yang telah selesai memakai pakaiannya.


"Aku ini Klienmu, kalau kau lupa," jelas Apel yang membuat Andro menatapnya kesal.


"Iki ini kliimi kili kii lipi," ulang Andro dengan nada meledek.


Pria berusia tiga puluh sembilan tahun ini, masih tidak habis pikir bagaimana bisa dirinya yang Genius bisa terjebak dalam permainan Apel yang sangat laknat ini.


"Kau sudah terjebak Ndro," ujar Apel berjalan ke arah Andro.


Apel hendak menarik dagu Andro sebelum Andro menyingkirkan tangan Apel dan menodongnya dengan telunjuk. "Jangan sentuh aku, aku masih suci,"


Apel membuang muka malas, bagaimana bisa seorang pria dewasa dengan personal bocah bisa menjadi genius pengacara dan cassanova. Benar-benar keajaiban dunia yang membuat Apel hanya menggelengkan kepala karena hal ini.


Jika ada yang harus disalahkan atas sikap dan personal Andro yang sangat kurang ajar, salahkan saja Authornya.

__ADS_1


"Dengarkan yah, aku tidak akan menikahimu, walaupun kau memiliki video itu sekalipun, latar dan signal terakhir pengambilan video itu sudah jelas, jadi kalaupun tersebar aku bisa menyeret namamu masuk kedalam masalah, Baby Boss," Andro kembali menodong Apel kemudian duduk di kursi yang ada diruangan itu.


"Kau pintar juga yah, apakah kau yakin?" tanya Apel yang membuat Andro mengangkat alisnya.


Andro menaruh tangan didagu kemudian melepaskan dua kancing atas kemejanya karena sudah merasakan gerah, padahal udara diluar sedang dingin-dinginnya, Apel sendiri berjalan menuju meja kerjanya membuka laci dan mengambil selembar kertas dari dalam sana.


"Kau lihat ini?" tanya Apel yang membuat Andro memicinkan matanya.


"Kertas?" jawab Andro.


"Bukan bodoh," keluh Apel kesal.


Terkadang bodoh, polos atau memang dia tidak bisa berpikir itu beda tipis, dan inilah yang terjadi kepada Andro, bahkan otak dan kegeniusan tidak berjalan dengan efektif diruangan ini, Apel berjalan ke arah Andro, menarik kursi dengan kaki berroda yang diduduki Andro sehingga membuat Andro meluncur sampai didepan Apel.


"Ini adalah tagihan dari seluruh pembayaran dimuka atas kasus yang kalian akan tangani, tidak ada kasus sebenarnya, kalau kau tidak mau menuruti keinginanku untuk menikahiku, maka kembalikan semua uang ini," bisik Apel memberikan kertas tersebut kepada Andro.


Andro menatap malas kemudian mulai membaca isi tagihan dari kertas tersebut. "HAH? Sebanyak ini? Kau gila!"


"Aku tidak gila, itu faktanya, dan bahkan sebagian dari uang itu kau pakai untuk liburan ke Luzern dan menyewa gadis malam, permainanku simple saja, kalau kau tidak mau menikahiku, kau harus membayar semuanya." jelas Apel menjentikkan jarinya kemudian duduk diatas meja dan menendang kursi Andro menjauh darinya.

__ADS_1


Andro berpikir sejenak, dia sudah benar-benar berada di dalam posisi yang sulit dan jika dia memilih membayar uang ganti rugi, tentu ini akan sangat banyak dan dia terancam di miskin kan, namun dirinya sendiri kurang yakin dengan apa itu pernikahan sehingga Andro bukan dengan konsep menurunkan ego sendiri.


"Kenapa sih? Kau terobsesi padaku? Banyak pria lain diluar sana," kesal Andro frustrasi.


"Karena kau berbeda, Tuan," jawab Apel yang membuat Andro membuang muka sejenak. "Deal or No?"


Andro menyerah, kali ini dia harus benar-benar menurunkan ego-nya sendiri dan menyerahkan diri kepada Baby Boss satu ini, bukan tanpa alasan, Andro tidak terancam di miskin kan


"Okey, Deal!" ujar Andro setengah ragu yang membuat Apel memberikan senyum penuh kemenangan.


"Okey, bersiaplah kita akan menikah malam ini," jawab Apel yang membuat Andro membulatkan mata sempurna.


"Wah kamu gila sih," keluh Andro bangkit yang membuat Apel menarik kerah baju calon suaminya itu.


"Benar sayang, selamat datang di belenggu pernikahan neraka," bisik Apel yang membuat Andro menelan ludah kasar.



TBC

__ADS_1


__ADS_2