
"Pagi Tuan Android, bagaimana tidurmu semalam?" tanya Apple saat ia mendapati Android meringkuk di balkon dengan berbalut selimut.
"Kau gila! Kau ingin membunuhku," kesal Android bangkit dan menodong Apple dengan tatapan tajam.
"Ckck, jangan terlalu mendramatisir Tuan, kau tidak sedang memainkan drama," ujar Apple melipat kedua tangannya dan melemparkan setelan pakaian kantor kepada Android. "Lima menit lagi kau akan telat ke kantor, cepat bersiap,"
Android mengambil pakaian tersebut kemudian melepas selimut yang membungkus tubuhnya membiarkan tubuh polos tanpa busananya berjalan masuk kedalam kamar meninggalkan Balkon tersebut.
"Ehem, kau lupa kolor doraemon mu," kekeh Apple menyerahkan kolor milik Android.
Android merungut, dia mengambil kolor tersebut kemudian kembali melangkahkan kakinya, mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam kamar tersebut, baru sehari mereka menikah, dia sudah mendapatkan banyak penyiksaan yang sangat menyebalkan.
Android masuk kedalam kamar mandi setelah dia menaruh setelan baju dari Apple diranjang, ia menatap wajahnya di wastafel, hilang sudah karisma ke-Cassanovaannya, hanya karena seorang bocah 19 Tahun yang ternyata genius nya bukan main-main.
"Kalau manusia pada umumnya, anak 19 Tahun itu masih labil-labilnya, tapi liat lah Ponsel berjalan itu, dia terlalu genius sampai dia sudah menjadi Dosen dan Boss Besar, entah kejadian di luar nalar apalagi ini? Bahkan dia menjerat seorang Pria Dewasa dalam satu malam, dan permainan ranjangnya, ahhhh tidak perlu ku jelas kan," gerutu Android membasuh wajahnya.
Biasanya setiap pagi dia akan melakukan perawatan wajah dengan berbagi skincare miliknya, namun karena dia tidak tahu produk perawatan wajahnya dimana semua, dia memilih langsung mandi saja.
Android menyalakan shower dengan mengatur suhu air hangat karena dia sudah cukup membeku semalaman dibalkon, Android membasuh wajah serta tubuhnya, membiarkan bulir air tersebut merembes masuk kedalam sela-sela rambutnya yang mainly, turun melewati wajah yang kemudian merasuk kedalam brewok rapih yang selama ini dia jaga-jaga.
__ADS_1
Android meraih sabun mandi cair yang beraroma berry, memakainya sehingga membuat aroma sabun mandi tersebut merasuk ke sela pori-pori kulit nya.
Setelah merasa cukup, Android segera mengambil handuk kemudian melilitkannya ke pinggangnya, kemudian satu handuk tambahan untuk mengeringkan rambutnya yang lebat.
Android keluar dari kamar mandi dan dia sudah disambut oleh Apple yang Android baru sadar bahwa Apple hanya memakai pakaian tipis transparan, Apple meraih handuk Android kemudian membantu Android mengeringkan rambutnya.
"Hari ini adalah hari pertamamu menjadi seorang Daddy Boss, aku memang membencimu namun aku tidak mau kau menghancurkan perusahaan ku, jadi bekerjalah dengan baik atau aku akan memotong rudal persegimu," jelas Apple yang membuat Android menatap malas.
"Iya aku tahu," ketus Android.
Android mengambil setelan bajunya sebelumnya dia juga sudah memakai kolor bermotif doraemon kesayangannya, sebelum memakai kemeja putih dan celana chinnonya.
"Bagus, aku sedang bersinar-bersinarnya namun mendapatkan suami yang sudah bau tanah," ujar Apple membawakan secangkir kopi untuk Android.
"Kau yang menjeratku dalam pernikahan ini, jadi belajarlah menerima takdirmu!" kesal Android.
"Cih, itu kalimatku, seharusnya kau bersyukur aku mau menjadikanmu suami, kau sudah Tua bangka, bangkotan, bodoh, asal genjot, kelainan lagi, seperti apa itu? Hm? Lemes bestie suamiku kelainan, koreksi jika aku salah," jawab Apple menyerahkan cangkir berisi kopi kepada Android.
Android menerima cangkir kopi tersebut kemudian mulai menyesap kopinya sebelum Apple langsung menahan cangkir itu di mulut Android dan memaksanya menelan semua kopi panas itu sekaligus.
__ADS_1
"Kau punya sepuluh detik untuk menghabiskannya," jelas Apple yang membuat Android membuka mata sempurna.
Setelah habis, Apple melepas cangkir tersebut yang membuat Android segera mengambil napas panjang karena kopi yang masih panas.
"Kau gila! Kau psycopat!" protes Android yang tidak digubris oleh Apple.
Apple malah berjalan ke ranjang mengambil kunci mobil dan tas kerja Android kemudian melemparkannya kepada Android. "Sudah sana berangkat, kau tahu kan dimana kantornya."
Android mengambil kunci dan tas tersebut kemudian berjalan keluar dari kamar, sedangkan Apple hanya tersenyum penuh kemenangan dan menelpon seseorang.
"Halo Indosat? Apakah semua nya sudah siap? Sang Daddy Boss siap masuk perangkap lagi." ujar Apple yang berbicara pada Asistennya.
•
•
•
TBC
__ADS_1