Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 57 | Perencanaan Besar


__ADS_3

"Bagaimana aku bisa percaya denganmu?" tanya Apel melipat kedua tangannya menatap Vanish dalam.


"Karena kita memiliki dendam yang sama," jawab Vanish yang membuat Apel terdiam.


"Hah?"


Vanish melepas maskernya kemudian berjalan ke arah Apel dan menatapnya dalam. "Kau tahu? Nyonya Soffel adalah dalang dibalik semua kejadian ini, dia yang mengatur semua rencana ini."


"Maksudmu?" tanya Apel mencoba mengorek segala info dari Vanish.


"Nyonya Soffel merupakan musuh bubuyutan dari Ibuku, dia sengaja menikahkan Tuan Andro dan kakakku Dean secara paksa atas dasar kesepakatan bersama hutang piutang, Kakakku Dean menerima saja semua pernikahan itu guna melindungi kami, namun siapa sangka dia tersiksa dalam pernikahan itu, bukan karena Tuan Andro tapi karena Nyonya Soffel, mertuamu berbahaya!"


"Tunggu biar kutebak, yang menghabisi nyawa dari Dean adalah Tuan Adsense maksudmu yang menyuruh Tuan Adsense adalah Nyonya Soffel?" tebak Apel mencoba mengakumulasi segala penjabaran dari Vanish.

__ADS_1


"Benar, Kakakku sempat meneleponku saat mengetahui bahwa sebenarnya Tuan Adsense dan Nyonya Soffel lah yang sudah membunuh orang tua asli, Tuan Andro. Tapi sayang kakakku terlanjur dibunuh dan aku tidak punya bukti, dan aku? Aku harus getir menerima bahwa kakakku meninggal karena melahirkan padahal dia dibunuh," jelas Vanish yang membuat Apel tertegun.


Apel terdiam, satu persatu fakta terungkap, ternyata musuh mereka lebih kejam dan bengis dari yang mereka bayangkan, Apel lantas berpikir apa hubungannya dengan dirinya sekarang, karena objek dendamnya adalah Tuan Adsense.


"Lantas apa hubungannya denganku?" tanya Apel yang membuat Vanish menatapnya dalam.


"Tuan Adsense tidak sepenuhnya bersalah pada ibu mu, Nyonya Soffel lah yang memperalat Tuan Adsense untuk menikahi ibumu dan menceraikannya karena dendam tersendiri, dan pada saat Tuan Adsense menikahi ibumu, mereka tidak pernah bercerai, jadi apakah kau yakin ingin membiarkan Nyonya Soffel bernapas bebas sementara dia yang paling bersalah disini?" jelas Vanish kembali.


Apel terdiam, perkataan Vanish ada benarnya, jika memang semua itu faktanya, maka sudah pasti titik kesalahan terbesar ada pada Nyonya Soffel, namun yang masih menjadi pertanyaan satu juta dollar bagi mereka berdua adalah, Bagaimana cara mereka menjebak Nyonya Soffel untuk mengakui kesalahannya sendiri.


Vanish mengangkat alisnya bingung saat Apel meminta ponselnya, tapi Vanish tidak mau berpikir panjang dia kemudian mengeluarkan ponselnya dan memberikannya kepada Apel.


Apel menerima ponsel tersebut kemudian menyimpan nomor kontaknya disana, lalu menekan tombol panggilan sehingga riwayat nomor Vanish muncul di ponselnya.

__ADS_1


"Disana sudah ada nomorku, kita bertemu besok pagi, saat suamiku sedang ke kantor, dia tidak boleh tahu tentang ini," ujar Apel mengembalikan ponsel Vanish.


"Baiklah," jawab Vanish menerima ponselnya dan berjalan pergi meninggalkan kediaman Apel.


Apel menghela napas panjang, besok akan menjadi hari perencanaan yang panjang, karena Nyonya Soffel harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya, Apel berjalan masuk kembali kedalam rumahnya dan menutup pintu.


Dia melirik sofa dan melihat masih ada Andro yang tertidur, dia paham kondisi suaminya yang sedang tertekan batin menerima segala fakta baru selama dua puluh tahun lamanya, jadi dia tidak akan melibatkan Andro dalam perencanaan ini dan biarlah Apel sendiri yang menyelesaikan sisanya.




__ADS_1


TBC


__ADS_2