
Andro masuk ke dalam ruangan tersebut dengan tatapan tajam dari Tuan Adsense dan Nyonya Soffel sementara Vanish menunduk tidak tau harus berbuat apa.
"Kalian sudah melakukan sebuah kejahatan besar dan aku rasa ini adalah hukuman yang setimpal," jelas Andro menarik tangan Apel saat Apel merangkul lengannya.
"Kau benar-benar anak tidak tahu berbalas budi, aku membesarkanmu dan ini balasanmu!" teriak Tuan Adsense menunjuk Andro kasar.
Andro tersenyum kecut kemudian menatap Tuan Adsense dalam dengan kedua tangan terlipat. "Aku? Aku tidak tahu diri? Coba kalian pikirkan! Kalian melenyapkan nyawa ayahku dan merawat ku hanya untuk kedok dari pembunuhan yang kalian lakukan? Cis aku rasa ini adalah balasan yang setimpal."
"Kau-"
Kalimat Tuan Adsense terhenti saat Andro mengarahkan jarinya menunjuk Tuan Adsense dengan pandangan tidak habis pikir dan sangat kecewa.
"Dan satu lagi, kau memaksaku menikah dengan Dean pada saat berusia 20 Tahun dan ternyata kau yang membunuh Dean beserta anak dalam kandungannya, dan kalian masih berharap aku berbalas budi? Dimana kalian meletakkan isi pikiran kalian, hah!" teriak Andro membentak yang membuat semuanya terdiam.
Apel menekan lengan suaminya memberikan dia kesan tenang bahwa dia tidak perlu terlalu emosi, namun Andro paham dia sudah cukup tersiksa dengan rasa depresi nya selama ini dan sekarang dia malah mendapatkan sebuah fakta besar yang terburuk yang pernah dia dengar.
__ADS_1
"Jika aku tahu kau akan melakukan ini, aku akan membunuhmu bersama ayahmu dulu, kau sama sialannya seperti ayahmu!" teriak Tuan Adsense lantang.
Sontak Apel menepuk tangannya pelan dengan senyum sinis dia menatap Andro sehingga kini mereka saling bertatapan, Apel kemudian mengeluarkan sebuah microchip dari antingnya yang sudah merekam percakapan mereka.
"Kau melakukan satu kebodohan lagi, kau tahu Tuan? Sebenarnya bukti bahwa kau yang membunuh Ayah suamiku belum ada dan kau bisa saja dibebaskan, namun tampaknya aku tidak perlu repot-repot buktinya kau sudah mengakui semua perbuatanmu dan sudah terekam dengan jelas, semakin kau berbicara semakin membuktikan betapa bodohnya dirimu," jelas Apel tersenyum penuh makna dan penuh penekanan.
"Dan kalian berdua!" Apel menunjuk Nyonya Soffel dan Vanish yang membuat keduanya tersentak. "Kalian berdua jangan berpikir akan bisa lepas, aku tidak ingin melakukan ini, tapi tampaknya kalian bertiga akan membusuk di penjara."
Ketiganya terdiam, mereka tampaknya kembali terjebak oleh perangkap yang sama, Apel dan Andro adalah komposisi yang genius, mereka berdua bisa membawa emosi naik dan mendapatkan bukti memberatkan dakwaan dengan begitu mudahnya.
Andro dan Apel hendak berjalan keluar dari ruangan tersebut sebelum suara lantang Nyonya Soffel membuat mereka kembali berbalik.
"Sebelum suamiku membunuh Dean, Dean sempat melahirkan anaknya dan anak kalian masih hidup!" cecar Nyonya Soffel yang membuat Tuan Adsense menatapnya dengan mata membulat sempurna.
"Kenapa kau mengatakan itu?" protes Tuan Adsense yang membuat Nyonya Soffel tidak peduli.
__ADS_1
"Dalam situasi begini tidak ada lagi yang perlu ditutupi, bayi Dean dan Andro masih hidup dan yang tahu dimana keberadaan dia sekarang adalah Divo! Sahabatmu sendiri Andro!" teriak Nyonya Soffel.
Seketika Andro dan Apel kembali melempar satu tatapan baru, tampaknya ada fakta baru yang harus mereka ungkap.
•
•
•
TBC
Guys Author lagi sakit jadi jarang Update soalnya Author baru aja pulang kampung dan harus test dulu semoga ga positif virus yang mewabah yah.
Salam cinta dari Author.
__ADS_1