
Android terduduk bingung dimeja kerjanya, sudah dua hari Apel berubah, ia menjadi sangat lembut dan tidak dingin lagi, bukannya Andro tidak suka, namun dirinya merasa ada yang berbeda dengan Apel, walaupun sikap Apel sekarang membuat Andro nyaman tentunya.
"Ada sesuatu yang aneh," batin Andro merenggangkan badannya pelan.
Divo yang ada urusan dengan Andro, segera masuk kedalam ruangan Andro dengan membawa map yang harus Andro tanda tangani, selama menjadi Daddy Boss dan Asisten Daddy Boss, Andro dan Divo sudah tidak menangani kasus lagi, mereka sepertinya nyaman dalam urusan kantor begini.
"Ndro? Sibuk tidak sibuk, kau harus menandatangani ini," ujar Divo masuk kedalam ruangan Andro dan menaruh map dihadapan Andro.
Andro menarik map tersebut kemudian membaca isinya sebelum menandatanganinya dan mengembalikannya kepada Divo. Divo yang merasa aneh dengan Andro yang hari ini tampak gelisah menjadi bingung.
Pasalnya setiap ingin meminta tanda tangan, Andro selalu memberikan berbagai alasan menyebalkan untuknya yang membuat harus terjadi drama terlebih dahulu, namun kali ini Andro malah langsung menanda tanganinya.
"Kau sedang tidak apa-apa kan Ndro?" tanya Divo yang membuat Andro menatapnya.
Andro tersenyum kemudian memangku dagunya menatap Divo, sahabatnya sebelum menceritakan masalahnya.
"Aku hanya bingung, belakangan ini sikap Bu Boss begitu berbeda, apa aku melakukan kesalahan yah," jawab Andro yang membuat Divo mengangkat alisnya.
__ADS_1
"Bagaimana? Maksudnya berubah, Baby Boss jadi power rangers gitu?" tanya Divo yang membuat Andro menatapnya malas.
"Bukan begitu, Bu Boss yang dulu dingin sekarang berubah hangat, dan tidak mengekangku lagi, menurutku ini adalah hal yang aneh," jelas Andro yang membuat Divo menatapnya dalam.
"Bukankah itu adalah hal yang bagus? Kenapa kau merasa aneh?" tanya Divo pada sahabatnya itu.
"Masalahnya, dia berubah dalam wakti cepat dan signifikan, itu kan sebuah tanda-tanya besar, bagaimana bisa hal seperti itu terjadi," jawab Andro yang membuat Divo mengangguk.
Divo sendiri bingung harus memberikan solusi apa bagi Andro, pasalnya ini lumayan rumit, jika dipikir-pikir perubahan sikap dalam waktu singkat itu adalah sebuah tanda tanya besar yang harus di pertanyakan, sebab dan karena apa.
•
•
•
Apel terduduk disofa ruang tamu, pandangan matanya menuju surat gugatan perceraian, besok adalah hari terakhirnya dan semuanya akan selesai, dibalik surat gugatan perceraian tersebut ada sesuatu yang mengganjal Apel, yaitu sebuah testpack dengan dua garis merah ditangannya.
__ADS_1
Dia sudah mengetahui ini dua hari yang lalu, dia tidak paham kenapa dia bisa kebobolan begini, namun Apel sudah berjanji apapun yang terjadi dia tetap akan berpisah dengan Andro.
Apel menutup wajahnya dengan kedua tangan membiarkan air matanya turun disela rasa depresi nya, kali ini malah dia yang merasa depresi, mengandung bukanlah sebuah hal yang dia inginkan. Namun mengugurkannya juga bukanlah pilihan.
Dengan memikirkan ini matang-matang, Apel akan memendam rahasia ini bahkan dari Andro sekalipun, biarkanlah dirinya sendiri yang membesarkan anak ini, dia sudah ingin melepas hubungan dengan Andro dan nanti malam, Apel akan menyerahkan surat gugatan perceraian itu kepada Andro.
Membebaskan Andro dan membiarkan dia kembali ke kehidupan normalnya sedangkan Apel harus menatap hidup baru karena faktanya kini dirinya tengah mengandung.
"Maafkan, Mama sayang, tampaknya kamu akan lahir tanpa seorang ayah," ujar Apel mengelus perutnya.
•
•
•
TBC
__ADS_1