
Krtttt!
Suara ban mobil yang mendecit dihalaman kantor tersebut membuat Andro mematikan mesin mobilnya, karena pada dasarnya kini dia sudah sampai dikantor Apel.
Dia bukan berhenti menjadi seorang Pengacara namun Apel masih saja memaksa untuk dirinya menjadi seorang Daddy Boss, mengingat kejadian ini bahkan bisa membuat Android mengingat skenario-skenario menyedihkan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
"Sepahit itu kah hidupku?" batin Andro menghela napas lega.
Andro tidak langsung masuk kedalam kantor tersebut, melainkan hanya duduk dibagian depan mobil, melepas kacamatanya yang bila terkena cahaya akan berwarna merah.
Huftt! Andro membuang napas, kini dirinya dalam mode overthinking mengingat apa yang akan terjadi kedepannya membuat hidupnya akan benar-benar dalam masalah besar.
"Lu ngapa Ndro?" tanya Divo merangkul bahu Andro dan langsung duduk disamping Andro.
Andro menatap Divo sekilas kemudian kembali menghela napas. "Nyesek gue Vo, punya bini rasa pembunuh, hampir mati gue semalam,"
"Lah napa dah? Bukannya enak, main itu terus?" tanya Divo yang membuat Andro menatapnya.
"Main apa?" tanya Andro balik.
Fivo menatap malas kemudian menyatukan kedua tangannya dan menepuk-nepukkannya sehingga berbunyi pok-pok-pok, yang membuat Andro paham dengan maksud sahabatnya.
Bug!
"Kau pikir, aku ngapain sama bocah itu? Gak waras," kesal Andro memberi bogeman mentah kepada Divo.
"Ah sakit! Yah mau gimana sekarang? Lagipula dia adalah Baby Boss, kau bisa apa?" jawab Divo kembali ke mode serius dan duduk disamping Andro.
"Sudahlah Vo, nasi sudah menjadi bubur, lebih baik aku masuk sekarang," ujar Andro merapikan jas-nya dan berdiri. "Eh tunggu, kau sedang apa disini?"
Divo cengengesan dia memperlihatkan kartu acces miliknya yang menyatakan bahwa dia adalah asisten dari Andro dikantor ini.
__ADS_1
"B-bagaimana bisa?" tanya Andro menautkan kedua alisnya.
"Mungkin, karena aku baru dilantik tadi pagi, buruan masuk, menurut data ada meeting sebentar lagi," jawab Divo mengeluarkan sebuah tab berisi jadwal Andro. "Kau mau jalan atau kuseret Ndro? Baby Boss memberiku izin menyiksamu, bahkan dia menyarankan hal itu,"
"Kalian benar-benar gila, Baby Boss sialan," kesal Andro yang membuat Divo membuka tabnya.
"Kalau perlu aku akan jadi kutu mu, Tuan," Terdengar suara Apel dari tab tersebut yang membuat Andro tercengang.
"Anda sudah mendengarnya Baby Boss?" ujar Divo.
"Sudah, kerja yang bagus," jawab Apel mematikan sambungan telepon yang sudah terhubung sejak tadi.
"Kau sahabatku tapi kenapa kau membantu dia?" tanya Andro frustasi.
"Kau sahabatku, tapi Baby Boss pabrik cuanku, dihukum oleh Baby Boss adalah urusan Baby Boss tapi mengirimkan mu kepada Baby Boss adalah urusanku, ayo jalan!" jawab Divo. "Oh iya, aku asistenmu Pak!"
Andro menatap nanar Divo, benar-benar sahabat lucknut, dia berjalan mengikuti Divo masuk kedalam kantor, kantor tersebut berlantai tiga dan ruangan Andro terletak dilantai dua, mereka memasuki kantor yang dimana mereka sudah disambut oleh penjaga dengan nametag "Pro" dan "Vider".
"Mungkin mereka sejenis kartu perdana yang lahirnya didownload." batin Andro.
Andro melanjutkan langkahnya bersama Divo dan mendapati beberapa karyawan kantor sudah menunggu nya dan menyambut kan.
"Selamat pagi Daddy Boss," sapa mereka serempat.
Andro mengangguk, sebelum Divo mulai memperkenalkan Divisi yang bekerja bersama Andro itu.
"Oke Ndro, perkenalkan yang pertama ada Tokovidia, dia adalah bagian keuangan dikantor ini, dia diterima dikantor ini karena bakatnya berburu gratis ongkir, tentu menurunkan modal dan memperbesar omset kan?" jelas Divo yang membuat seorang wanita yang dimaksud mengangguk.
Andro tercengang, benar-benar diluar nalar.
"Kalau yang ini, dia adalah Googliano, bagian Informasi, dia diterima karena bakatnya mencari info dan ghibah berjamaah," jelas Divo kembali menunjuk seorang pria yang dimaksud.
__ADS_1
Andro kembali dibuat tercengang.
"Ini adalah, Lazadayanti, bagian pemasaran, dia divisi dari cabang di Indonesia, dia diterima karena bakatnya menjual produk W-Corp," jelas Divo kembali.
Benar-benar sudah tidak masuk diakal, Andro semakin tercengang.
"Yang ini adalah, Shoppeah, dia bagian pemasaran dan dari Indonesia juga, dan yang itu adalah Mas Aris, dia dari Indonesia, diterima karena dia memiliki bakat selingkuh, dan taktik menggoda wanita, mengingat pasar terbesar produk kita adalah wanita, dan yang terakhir ada Nokia, dia diterima disini karena tahan banting." jelas Divo yang membuat Andro benar-benar tidak habis pikir. "Dan kami semua adalah Divisi Bubar Jalan."
Rahang Andro terbuka lebar, bagaimana bisa Divo mengetahui nama-nama itu, Divo sendiri hanya menaik turunkan alisnya.
"Apa aku bermimpi?" tanya Andro.
Bug!
Divo menghantam kepala Andro dengan tab sehingga membuat Andro mengadu kesakitan.
"Fixed, kamu tidak mimpi," jawab Divo membuang Tab yang sudah retak dan mengode Tokovidia mengambil tab yang baru.
Andro sepertinya akan benar-benar gila, belum habis rasa herannya tiba-tiba sebuah tembakan terdengar nyaring yang membuat semuanya terkejut termasuk Androi.
"Angkat tangan, ini perampokan!"
•
•
•
TBC
Butuh visual?
__ADS_1