
Andro terbangun di pagi hari tanpa Apel disampingnya, dia segera bangkit dan melirik jam weker ternyata sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, Andro mengambil handuk kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, pikirannya kembali teringat pada Apel semalam.
Saat depresinya datang, kenapa Apel bisa membuatnya nyaman dan merasa tenang, awalnya dia tidak menginginkan pernikahan ini, namun sikap dingin yang membuat Andro penasaran, sukses membuat Andro merasa bahwa dirinya betah menjadi suami Apel.
Istrinya memanglah tidak sesopan dan selembut istri orang lain, entah apa alasannya, Andro justru menyukai Apel apa adanya, jika awalnya dia merasa tersiksa justru kini dia merasa bahwa ini sebuah tantangan untuk dirinya.
Andro menggosok giginya didepan cermin, besok lusa usianya genap empat puluh tahun, wajahnya sudah tua dan tampak kerutan dibagian bawah matanya, setelah selesai ia kemudian segera membilas tubuhnya dengan air hangat, menikmati air yang jatuh dari shower menimpa tubuhnya, sembari menyabuni diri dan menikmati sesi mandinya.
Setelah selesai mandi, Android mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya, ia kemudian melilitkan handuk tersebut ke pinggangnya sebelum mengambil handuk baru lagi untuk mengeringkan rambutnya, setelah selesai Andro berjalan keluar dari kamar mandi dengan sedikit bersiul.
"Bu Boss?" lirih Andro saat melihat Apel terduduk di ranjang.
"Panggil Apel saja," jawab Apel berjalan ke arah Andro dan membawakan setelah baju untuknya. "Kalau sudah selesai, segera turun, aku sudah memasak sarapan,"
__ADS_1
Andro menautkan alisnya, biasanya Apel akan berbicara dengan nada kasar kepadanya namun entah hari ini, Apel begitu lembut, sehingga Andro hanya kikuk menerima setelan pakaiannya.
Apel berjalan keluar dari dalam kamar meninggalkan Andro untuk berpakaian, Andro yang sudah sendirian segera memakai pakaiannya, setelah selesai dia mengambil parfum dan menyemprotkan parfum tersebut ke badannya, kemudian merapihkan rambutnya didepan cermin.
Andro kemudian mengambil tas-nya dan keluar dari dalam kamar, hari ini dia hanya memakai kemeja tanpa jas dan celana panjang serta sepatu kulit miliknya.
"Kau masak apa? Tampaknya enak," ujar Andro duduk dimeja makan dimana sudah ada Apel yang menunggunya.
Apel tidak menjawab, dia hanya mengambil piring kemudian mengambilkan nasi goreng untuk Andro, setelahnya dia menyodorkan nasi goreng nya kepada Andro.
"Enak, Bu Boss pinter masaknya," puji Andro memakan nasi goreng nya.
Apel tersenyum, ia kemudian berjalan ke dapur menuju counter untuk membuatkan kopi untuk Andro, Apel mengaduk gelas kopi dengan sendok secara perlahan, ia masih bertengkar dengan dirinya sendiri atas apa yang terjadi.
__ADS_1
Setelah selesai membuat kopi, Apel berjalan ke arah meja makan lagi membawa kopi untuk Andro. Apel menaruh gelas kopi dimeja kemudian kembali duduk.
"Bu Boss sehat kan?" tanya Andro menghabiskan suapan terakhirnya.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin memberitahu dirimu, bahwa semua perjanjian pernikahan kita dan semua aturan itu lebih baik dihentikan, aku ingin berusaha menjadi istri saja." jelas Apel yang membuat Andro bingung.
Andro hanya mengangguk pelan, walaupun dalam hatinya dia bertanya-tanya, bagaimana bisa? Apel berubah dalam satu malam, Andro yang sudah selesai dengan dirinya langsung berdiri dan hendak ke kantor, Apel melepas kepergian Android dengan senyuman sedangkan dirinya sendiri langsung mengambil ponselnya dan menelpon Indosat asistennya.
"Halo? Bisa belikan saya testpack? Saya butuh benda itu sekarang," ujar Apel pada asistennya.
•
•
__ADS_1
•
TBC