
"Kau sudah siap?" tanya Andro saat melihat Apel sedang berdiri dengan memakai setelan kantoran miliknya.
Apel mengangguk yang membuat Andro tersenyum, hari ini adalah meeting Apel bersama Tuan Adsense ayah dari Andro.
"Kau lihat ini?" tanya Andro memperlihatkan monitor ponsel nya yang memperlihatkan cctv kantor Tuan Adsense. "Tujuan kita kali ini adalah membocorkan rahasia perusahaan."
"File itu ada di ruangan ini, tapi itu memiliki kartu akses, dan kau tahu dimana kartu akses itu, sayang?" lanjut Andro yang membuat Apel mengangkat kepalanya.
"Dimana?" tanya Apel melipat kedua tangannya.
Andro tersenyum kemudian menarik tangan Apel agar mendekat kepadanya kemudian berbisik pelan. "Ada di lehernya, tepat kalung yang sedang Ayahku gunakan,"
"Itu tugas gampang, aku hanya perlu membuatnya tidak nyaman, mengambil kartu akses dan-"
"Dan biar aku yang menyelesaikan sisanya, sayang," jawab Andro melanjutkan ucapan Apel.
Andro meraih pinggang Apel kemudian bersimpuh dihadapan Apel sehingga kepalanya kini bersejajar dengan perut Apel, Andro mencium sejenak perut Apel kemudian berbicara pada anaknya.
"Hai, Baby Elektronik, maafkan Daddy dan Mommymu, kau belum lahir tapi kau sudah harus dilibatkan dalam hal ini," ujar Andro yang beringsut berdiri dan menggandeng tangan Apel keluar dari rumah.
Mereka berdua berjalan menuju pekarangan rumah dimana sudah ada Divo yang menunggu mereka untuk menjemput mereka, sesampainya dipekarangan, Andro dan Apel segera naik ke atas mobil sedangkan Divo yang menjadi sopir mereka.
"Jadwalnya kapan Vo?" tanya Andro yang membuat Divo membalikkan badannya.
"Jadwal apa? Meeting?" tanya Divo.
__ADS_1
"Bukan jadwal hari pernikahan mu, oh aku lupa kau kan perjaka tua," jawab Andro meledek sahabatnya itu.
"****!" kesal Divo kemudian mulai menjalankan mobil itu meninggalkan area kediaman Andro dan Apel.
Tujuan mereka kali ini adalah kantor AdsCorp, sebuah perusahaan ritel terkemuka di paris, untuk perusahaan W-Corp yang sekarang dipegang oleh Andro dan Apel, mendapatkan kerjasama dengan AdsCorp adalah urusan yang gampang.
Tak lama diperjalanan, kini mobil yang disetir oleh Divo itu sudah tiba dihalaman gedung perkantoran tersebut.
"Sudah sampai," ujar Divo mematikan mesin mobil tersebut.
"Kau ikut dengan aku yah, Vo." jawab Andro yang membuat Divo menghela napas panjang. "Sayang, sekarang adalah bagianmu, kami berdua akan menyamar menjadi asistenmu."
Apel mengangguk, Andro kemudian mengeluarkan sebuah kacamata hitam beserta setelan pakaian bodyguard kepada Divo dan untuk dirinya sendiri.
Mereka berdua kemudian memulai memakai pakaian tersebut dan setelah selesai mereka turun bersama Apel dengan langkah tegas seolah mereka adalah Bodyguard dari Apel.
"Baby Boss?" ujar sekretaris Tuan Adsense yang membuat Apel membuka kacamata hitamnya dan menatap sekretaris tersebut.
"Iya?" tanya Apel yang membuat sekretaris tersebut gugup sedikit berbicara dengan sang Baby Boss.
"Tuan Adsense sudah menunggu di ruangan nya," jawab sekretaris tersebut yang membuat Apel mengangguk.
"Baiklah, bawa saya kepada Tuan Adsensse," ujar Apel.
Sekretaris Tuan Adsense, kemudian berjalan menuju ruangan Tuan Adsense disusul oleh Andro dan Divo yang masih berpura-pura menjadi Bodyguard Apel.
__ADS_1
Sesampainya diruangan Tuan Adsense, Sekretaris tersebut kemudian mulai mengetuk pintu yang membuat suara Tuan Adsense terdengar dari dalam.
"Siapa?"
"Ini saya, Wipol Pak," jawab sekretaris tersebut yang membuat Andro dan Divo tersentak.
Andro dan Divo sontak saling melempar pandangan kaku. "Vo? S-siapa tadi namanya?"
"Wipol," jawab Divo terkejut.
"Tunggu, bukanlah Wipol adalah pembersih toilet? Astaga," ujar Andro menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah," jawab Divo frustrasi.
"Masuk," ujar Tuan Adsense dari dalam.
Wipol kemudian mulai membuka pintu ruangan tersebut yang membuat Apel masuk sedangkan Andro dan Divo harus menunggu diluar saja.
Apel tampak melihat sosok Tuan Adsense yang duduk dimeja kerjanya, wajah yang masih belum berubah, sosok pria yang menghancurkan hidup ibunya.
Seketika dendam dalam dada Apel membuncah, ia hanya bisa mengepalkan tangan menahan semua dendam tersebut dan harus bertindak netral.
•
•
__ADS_1
•
TBC