
Setelah kepergian polisi tersebut membawa Tuan Adsense dari kediaman Apel. Andro terduduk lemas di sofa ruang tamu menerima semua fakta ini.
Apel yang melihat suaminya itu merasa sedikit menyesal karena mengungkapkan sebuah fakta yang membuat suaminya merasakan depresi kembali yang selama ini sedikit menghilang.
"Jadi Dean dibunuh? Bukan meninggal karena melahirkan? Dia dibunuh dalam keadaan hamil besar?" tanya Andro menatap Apel yang mengetahui semua fakta itu sekarang.
Apel tidak menjawab dia mencoba meraih tangan Andro guna menenangkan suaminya itu, Andro mengacak rambutnya, selama dua puluh tahun dia terbelenggu dalam kebohongan yang dilakukan Tuan Adsense dan istrinya.
Andro berdiri dan berjalan masuk kedalam kamar, Apel berusaha menyusul namun Andro segera mengunci pintu kamar dan mencoba menenangkan dirinya sendirian.
Prang!
Andro tampak membanting beberapa benda didalam kamar membuat Apel diluar kamar tersentak kaget, suara teriakan penuh frustrasi terdengar dari Andro.
Ini adalah sebuah fakta besar yang disembunyikan darinya selama dua puluh tahun lamanya, kini rasa trauma dan depresi Andro kembali hadir.
Apel segera berjalan menuju laci meja dan mengambil kunci cadangan kamar, Apel membuka pintu kamar tersebut dan mendapati Andro sedang memukul kepalanya sendiri.
Apel tersentak kaget kemudian berlari menuju Andro, berusaha menghentikannya namun Andro tidak berhenti sehingga Apel memilih menampar wajah Andro yang membuat Andro diam.
Plak!
__ADS_1
Andro terdiam menangis dengan kepala tertunduk, sementara kini Apel tengah menatapnya kesal, karena Andro tidak mau diam.
Apel menarik kepala Andro kemudian menangkup wajah pria berusia empat puluh tahun itu, dia menatap dalam wajahnya kemudian menggelengkan kepalanya.
"Sayang, masa lalu mu biarkan menjadi masa lalu mu, kau sendiri yang bilang kan? Lihat apa yang dihadapan kita, ada aku disini, kau tidak perlu terlalu larut dalam rasa depresi mu, percayalah aku tidak akan meninggalkanmu," ujar Apel memeluk Andro sehingga kini kepala Andro bersandar pada dada Apel.
Seperti dulu Andro bagai seorang anak kecil yang ingin didekap dan dimanja, berbanding terbalik dengan segala kepribadiannya ketika rasa depresinya datang.
"Jangan pikirkan apapun, semuanya sudah selesai, yang penting kau sudah tahu siapa musuh dalam selimut sebenarnya, Dean sudah bahagia di surga jangan buat dia merasa sedih karena kau Depresi, ada aku," lanjut Apel mengusap rambut Andro pelan.
"Maaf," jawab Andro menatap wajah Apel dalam.
Seperti dulu, Apel berhasil menenangkan Andro dari rasa depresi dan cemas berlebihan nya, ia paham betul psikologi yang terjadi pada suaminya itu, jadi dia harus bisa bersikap dewasa disini.
•
Apel terduduk di sofa ruang tamu saat Andro kini tengah tertidur disampingnya, rencana balas dendam mereka sudah selesai.
Namun firasat Apel mengatakan bahwa semuanya tidak akan berakhir begitu saja, disaat Apel tengah sibuk membaca bukunya, tiba-tiba sebuah panggilan telepon masuk kedalam ponselnya yang membuat Apel segera mengangkatnya.
"Halo?"
__ADS_1
"Apel, aku ingin bertemu denganmu, aku ada didepan rumahmu, sekarang,"
Tut!
Panggilan telepon tersebut terhenti yang membuat Apel mengerutkan keningnya bingung, Apel segera berdiri dan berjalan meninggalkan Andro sendirian, Apel berjalan membuka pintu rumahnya dan mendapati sosok wanita didepannya.
"Kau siapa?" tanya Apel yang membuat wanita tersebut berbalik.
"Aku Vanish, adik dari Dean, aku ingin mengajakmu bekerjasama, karena aku tahu Nyonya Soffel masih bisa bernapas lega sekarang, bukan Tuan Adsense yang membunuh Dean, melainkan Nyonya Soffel yang memiliki dendam kepada orang tuaku, dan dia juga dalang dari Tuan Adsense menikahi ibumu dan memberikannya, Tuan Adsense hanya di peralat disini," jawab Vanish yang membuat Apel tertegun.
•
•
•
TBC
Mampir Ke Novel Baru Author yah
SUAMI PENGGANTIKU BOSS MAFIA
__ADS_1