
"Kau hari ini tampak segar. Siap kembali menjadi Daddy Boss," ujar Apel mengancingkan kemeja Andro yang berdiri dihadapannya.
"Terima kasih, sayang," jawab Andro mengecup puncak kepala Apel dan berjalan mengambil tas kerjanya.
Apel keluar dari kamar kemudian berjalan menuju dapur, ia sudah membuat kopi untuk Andro, Apel tahu betul bahwa suaminya itu adalah penikmat kopi robusta, jadi stock kopi sudah menjadi bahan utama.
"Minum dulu, hari ini pulang jam berapa?" tanya Apel memberikan cangkir kopi tersebut kepada Andro.
"KAMU KENAPA SIH NANYA-NANYA PULANG JAM BERAPA!? KAMU PIKIR AKU NGAPAIN!?" teriak Andro yang membuat Apel tersentak.
Baru kali ini Apel mendengar bentakan dari Andro yang membuat Apel mengerutkan keningnya bingung, ada apa dengan suaminya.
"Aku kan cuma nanya," jawab Apel menatap Andro bingung.
"MASALAHNYA PERTANYAAN KAMU GA BAGUS, KAMU PIKIR AKU TAHAN KALAU LAMA-LAMA PISAH DARI KAMU," jawab Andro yang kemudian mencubit pelan pipi Apel. "Sayangku, cintaku, aku pulang sore, aku kan gak bisa lama-lama pisah dari kamu."
Andro mengambil cangkir kopi dari tangan Apel kemudian tersenyum manis yang membuat Apel memeluk suaminya itu, Apel merasa selain genius suaminya adalah suami ajaib.
__ADS_1
"Aku kira, marah," jawab Apel menatap Andro.
Andro mengusap kepala Apel setelah menyesap kopi dalam cangkirnya, ia kemudian mencium pipi Apel lembut. "Mana bisa aku marah sama kamu, yaudah aku berangkat yah."
Andro mengambil jas-nya kemudian berjalan keluar namun segera tertahan karena dia membalikkan badannya. "Kamu udah minum vitamin kamu?"
Apel menggeleng yang membuat Andro menghembuskan napas malas, Andro berjalan ke arah Apel dan melempar tasnya sembarang, dia kemudian mengangkat tubuh Apel dan mendudukkannya di counter dapur.
"Kamu yah, ga pernah mau kalau gak diingetin," ujar Andro mendumel sembari membuka lemari kecil di samping Apel duduk.
"Aku bisa minum sendiri, nanti terlambat loh ke kantornya," ujar Apel yang membuat Andro mengangkat alisnya.
"Lebih baik aku terlambat daripada kamu gak minum vitamin, kamu udah berusaha jadi istri yang baik, jadi jangan protes kalau aku jadi suami yang romantis," jawab Andro menarik dagu Apel dan memaksa Apel membuka mulutnya.
Andro memasukkan pil vitamin tersebut kemulut Apel dan memberikannya segelas air putih tadi.
Apel meminum air putih tersebut agar lancar mencerna pil vitamin dari Andro untuknya, setelah selesai Andro kembali menggendong Apel dan membawanya ke ruang tamu.
__ADS_1
"Aku lupa, aku belum Baby Talk pagi ini, jadi berikan aku jatahku," ujar Andro bersimpuh dan mengsejajarkan tubuhnya dengan perut Apel.
Dia mencium perut Apel dan mendekatkan telinganya berharap dia bisa mendengar suatu gerakan dari dalam sana walaupun itu tidak mungkin untuk usia kandungan sedini ini.
"Halo Baby Elektronik, apa kabar? Daddy gak sabar nungguin kamu lahir, cepet lahir yah sayang, jangan bandel hari ini, jangan ngerepotin Mommy kamu, Daddy mau kerja dulu, okey," ujar Andro sebelum mengecup kembali perut Apel.
"Kalau gitu aku berangkat yah sayang, kalau ada apa-apa hubungi aku," lanjut Andro mencium puncak kepala Apel kembali kemudian berjalan mengambil tasnya yang dia buang di meja makan.
Apel hanya tersenyum atas sikap manis suaminya itu dan merasa bersyukur atas apa yang sudah dia alami.
•
•
•
TBC
__ADS_1