Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 12 | Rudal Persegi Panjang


__ADS_3

"Kau yang menyetir!" ujar Apel melemparkan kunci mobil miliknya kepada Andro.


Andro yang baru saja berdiri setelah diseret jauh oleh istrinya itu, hanya menatap malas sebelum satu tangannya mendapatkan kunci mobil yang di lempar tadi.


"Kau bodoh atau bagaimana? Aku bahkan tidak tahu dimana rumahmu Bu Boss," jawab Andro melempar balik kunci mobil milik Apel.


Apel mengangguk pelan, kali ini Andro benar, mereka baru bertemu untuk kedua kalinya sekarang dan langsung menikah jadi tidak heran kalau Andro tidak tahu dimana rumahnya, Apel mengambil kunci yang dilempar Andro kemudian masuk kedalam mobil tepat di kursi pengemudi.


Andro sendiri hanya berdiri tak bergeming diluar, membuat Apel menauttkan alis bingung atas apa yang sedang dilakukan Andro sebenarnya.


"Naik!" teriak Andro membuka kaca jendela tepat disamping kursi pengemudi.


Andro menurunkan kacamatanya kemudian menatap Apel dalam. "Kau tidak ingin membukakan pintu untukku?"


Apel menghela napas panjang, mereka belum sehari menikah dan Andro sudah merepotkan dirinya sebegini banyaknya, Apel turun dari mobil serta membanting pintunya yang membuat Andro tersentak.


"Kau benar-benar sangat menyebalkan!" kesal Apel menarik tangan Andro menuju pintu kursi penumpang.


Andro hanya pasrah saat dibawa oleh Apel, terlebih saat Apel membuka pintu mobil kemudian menekan leher Andro pelan, sebelum mendorongnya dengan kasar masuk, sehingga membuat wajah Andro mendarat tanpa aba-aba dijok mobil.


"Kau istri biadab! Tidak bisa memperlakukan suami dengan baik," kesal Andro dengan suara tidak jelas karena wajahnya terbenam dikursi mobil.


Apel tidak menggubris, dia mengangkat kaki Andro yang masih menyembul keluar kemudian memasukkannya kedalam mobil sebelum dia ikut berjalan masuk kedalam mobil dan memperbaiki posisi duduknya.


Krt!


Andro merenggangkan lehernya sebelum memperbaiki posisi duduknya. "Kita ke apartemen ku dulu! Aku mau mengambil sesuatu. Pakaianku, action figureku, dan kolek-"


"Koleksi pakaian dalam, Doraemonmu," jawab Apel memotong ucapan Andro.

__ADS_1


"Dasar penguntit, kau bahkan tahu tentang hal sedetail itu," ujar Andro kesal. "Berhenti mencari tahu hal tentang diriku!"


"Bagaimana kalau kita bermain taruhan? Kalau kau menang kita akan bercerai saat ini juga," ujar Apel yang membuat Andro menatapnya.


"Apa?" tanya Andro pada Apel


Sebenarnya perasaan Andro sudah mengatakan ada hal yang tidak beres, dia sudah tahu persis isi kepala istrinya ini, pasti dia akan mempersulit Andro untuk menang.


"Aku akan memegang, rudal seorang Genius Pengacara dikota ini," jawab Apel melirik Andro. "Kalau aku berhasil kau harus menerima takdirmu, kalau aku gagal, aku akan bercerai denganmu."


"Cih! Kau akan mengandalkan uangmu kan?" ujar Andro melipat kedua tangannya.


"Tidak, aku akan menggunakan kegeniusanku, tanpa uang, tanpa paksaan," jawab Apel menghentikan laju kendaraan yang sedang dia jalankan.


"Oke, deal!" Andro hanya setuju saja, karena siapa rudal yang ingin dipegang oleh orang seperti Baby Boss ini.


"Apalagi ini!" tanya Andro yang mulai kesal dengan segala TekTek bengek Apel. "Cepat katakan."


"Aku tebak, rudalmu bentuknya persegi saat ini," jawab Apel yang membuat Andro tersentak.


Deg!


"Fitnah!" jawab Andro meremas area sensitifnya miliknya dan memastikan bahwa rudalnya tidak persegi.


"Kau yakin?" tanya Apel yang membuat Android berkeringat dingin.


"Tutup matamu!" teriak Andro yang membuat Apple memejamkan matanya.


Andro kemudian mulai melepaskan pengait celananya dan menurunkan pakaian dalamnya, memeriksa apakah benar rudalnya berbentuk persegi, dan akhirnya dia bernapas lega mengetahui rudalnya baik-baik saja.

__ADS_1


"Sekarang kau boleh membukanya," ujar Andro yang membuat Apel membuka matanya. "Kau salah bodoh! Rudalku baik-baik saja,"


"No Show? Hoax!" jawab Apel menatap remeh Andro.


Andro menarik napas panjang dengan kalimat bernada meremahkan dari Apel untuknya, ia kemudian menurunkan celananya kemudian memperlihatkan rudalnya yang setengah tegang dihadapan wajah Apel.


"Kau percaya?" tanya Andro mulai kesal.


Apel tersenyum. "Aku percaya,"


Beberapa waktu kemudian Apel segera menggenggam erat rudal Andro dengan cepat yang membuat Andro membuka mata lebar. "Dan aku menang!"


"Apa?" tanya Andro bingung.


"Aku menang taruhan, aku berhasil memegang rudal Genius Pengacara di kota ini, yaitu kau Tuan Andro," jawab Apel yang berhasil membuat Andro mati kutu.


"B-Bagaimana bisa?"


"Kau tidak menggunakan kegeniusanmu, seratus persen, aku ragu kau ini genius apa tidak, sekarang aku sudah menang, jadi selamat menikmati waktumu dan takdirmu," jawab Apel menjalankan kembali mobilnya.


Sedang Andro kembali terduduk lemas karena diperdaya untuk kesekian kalinya oleh bocah, dia merenung pelan dengan sumpah serapah dan berjanji akan membalas Apel.





TBC

__ADS_1


__ADS_2