
Apel terdiam mendengar pertanyaan Andro, dia bingung harus menjelaskan darimana tentang apa yang sebenarnya terjadi, tentang Apel yang awalnya hanya ingin menuntut pertanggungjawaban berujung balas dendam lain pada Andro.
"Kau tidak perlu takut sayang, aku sudah mengetahui semuanya dari Adam," jawab Andro yang membuat Apel terdiam.
"M-maaf," jawab Apel gugup.
"Kenapa kau harus minta maaf? Apakah aku pernah marah? Aku tahu apa yang kau dan Bryan hadapi adalah sebuah kisah kelam dan aku menyesal kenapa yang menjadi dalang dari semua kisah kelam kalian adalah Ayahku, aku tahu kau pasti selalu mengingat kejadian kelam itu ketika bersama denganku, maka dari itu biarkan aku yang membalaskan dendam mu," jelas Andro yang membuat Apel tersentak.
"Maksudnya?" tanya Apel yang membuat Andro tersenyum.
"Aku tahu apa yang kau rasakan sayang, dan aku tidak mungkin membiarkan mu menanggung rasa dendam ini sendirian, biarkan aku yang membantu membalaskan dendam mu, meskipun dia adalah ayahku sendiri, kalau kita bersama tentunya akan mudah mendapatkan sebuah kebenaran," jawab Andro yang membuat Apel tidak percaya.
"Kau lupa? Siapa Genius Dosen dan Genius Pengacara disini? Sudahi rasa depresi kita, saatnya memulai Diagframa balas dendam dimulai, bermain cantik?" lanjut Andro yang membuat Apel kembali mendapatkan semangat hidupnya.
"Bagaimana?"
"Kita akan menikah di sini, dan kembali ke paris, memulai kehidupan dan sebuah paragraf balas dendam, balas dendam termanis yang pernah Ayah ku dapatkan bahkan tanpa mengotori tangan kita," jawab Andro berdiri dan menarik tangan Apel untuk ikut berdiri juga.
"Bagaimana?" tanya Andro yang membuat Apel mengangguk setuju.
Kini kedua pasangan genius tersebut sudah mendapatkan kembali pondasi hidup mereka setelah saling berdamai dengan keadaan, dan kini saatnya untuk memperjuangkan sebuah kebenaran dan pembalasan dimulai.
__ADS_1
•
Andro tampak terduduk diruang tamu kediaman Adam, memang Andro dan Apel mendapat izin untuk menginap di rumah Adam sampai mereka bertemu Bryan untuk mengutarakan niat mereka untuk menikah lagi sebelum kembali ke paris.
"Sedang apa?" tanya Apel saat melihat Andro tampak sibuk dengan laptopnya.
Apel membawa secangkir kopi hitam untuk Andro dan menaruhnya dimeja sembari ikut memperhatikan apa yang dikerjakan Andro.
"Kau tahu? Aku tidak tahu kalau Ayahku pernah menikah dengan Ibumu, dan menceraikannya sebelum kembali rujuk kepada ibuku," jawab Andro mengorek informasi tentang ayahnya sendiri dari kumpulan file data pribadi yang dia retas dengan bantuan Divo yang ada di paris.
"Jadi?" tanya Apel yang membuat Andro sedikit kembali mempersatukan monitor laptopnya.
"Hancurkan saja semuanya," ujar Andro dan Apel serempak.
"Aku suka dengan opsi ini," lanjut Apel tersenyum sinis.
"Tapi kita memiliki satu masalah besar, Ibuku, Nyonya Soffel," jawab Andro yang membuat Apel menatapnya serius.
"Aku tahu bagaimana cara mengatasi mertuaku itu, sekarang kita harus fokus ke target utama kita Tuan Adsense," timpal Apel yang membuat Andro tersenyum.
Andro mengambil ponselnya kemudian menyecroll layar ponselnya mencari sebuah kontak untuk dia telepon.
__ADS_1
"Halo Vo? Bagaimana? Kau sudah berhasil meretasnya?" tanya Andro yang ternyata menelepon Divo.
"Kau Gila! Aku hampir saja ketahuan, aku sudah meretas CCTV kantor dan rumah Ayahmu, kini semuanya bisa kau lihat melalui ponselnya jika kau kembali ke paris nanti," jawab Divo menghela napas panjang karena menjadi bagian dari rencana balas dendam Andro dan Apel.
"Terima kasih," jawab Andro mematikan telepon itu sepihak.
Andro melempar pandangan dan senyuman kepada Apel. "Apakah kau tidak marah, target balas dendam kita adalah kedua orang tuamu,"
"Sudah tugasku sebagai seorang pengacara untuk menegakkan kebenaran, dan siapapun itu, kebenaran harus di perjuangan karena itu sudah hakmu sayang," jawab Andro menutup laptopnya.
"You Are My Genius Ex-Husband," bisik Apel mencium pipi Andro.
Andro tersenyum lebar, semua perencanaan sudah mereka berdua siapkan dan sekarang hanya menanti saat ekseskusi.
•
•
•
TBC
__ADS_1