
Divo tampak berdiri mondar-mandir di bandara Charles De Gaule, menanti kedatangan Apel dan Andro sampai sebuah CS mengabari bahwa pesawat yang ditumpangi Andro dan Apel akan segera mendarat.
Tak lama kemudian pesawat tersebut mendarat di landasan bandara tersebut, menunggu selama dua puluh menit, akhirnya Divo bisa melihat sosok Andro dan Apel yang berjalan ke arahnya dengan membawa Tas dan Koper milik mereka.
"Huft, aku sudah menunggu lama, apa kabar Baby Boss?" ujar Divo setelah tiba dihadapan Andro dan Apel.
"Baik, kalau kamu sendiri?" tanya Apel yang membuat Divo tersenyum. "Maaf yah kamu dipecat secara tiba-tiba, mulai besok perusahaan akan kembali berjalan."
"Serius?" tanya Divo sumringah.
Divo begitu senang mendengar kabar tersebut karena memang gaji yang ditawari Apel kepadanya sangat tinggi sehingga mendengar kabar seperti ini membuat Divo merasa mendapatkan angin segar.
"Sudahlah, nanti saja berterima kasihnya, kau bawa mobil kesini kan?" tanya Andro yang membuat Divo mengangguk.
"Bawa," jawab Divo mengeluarkan kunci mobilnya.
"Bagus, bawa tas dan koperku yah," ujar Andro mengambil kunci tersebut dan menggandeng Apel meninggalkan Divo disana.
Divo menautkan keningnya, ia bingung, apa maksud dari kalimat Andro padanya sehingga dia sadar tentang apa yang terjadi.
"Aku pulang bagaimana?" protes Divo yang membuat Andro membalikkan badannya menatap Divo yang berdecak kesal.
"Kau kan bisa pesan taksi," jawab Andro membuka pintu mobil untuk Apel setelahnya ia menutup pintu tersebut kemudian masuk kedalam kursi pengemudi. "Sampai jumpa di rumah kami yah."
__ADS_1
Andro menjalankan mobil tersebut meninggalkan area bandara itu bersama dengan Divo yang masih kesal karena dia ditinggalkan bersama koper dan tas milik Andro.
"Boss sialan," kesal Andro berjalan mencari taksi untuk dia tumpangi.
Sementara itu Andro dan Apel hanya bisa terkekeh melihat ekspresi Divo saat ditinggalkan disana, sebenarnya mereka tidak enak, namun lebih kasian lagi Divo ketika harus menjadi nyamuk diantara mereka berdua.
"Bu Boss, langsung pulang?" tanya Andro fokus menyetir.
"Lebih baik begitu, besok ada meeting penting dan rencana besar yang harus kita lakukan," jawab Apel yang membuat Andro mengangguk.
Andro kemudian mempercepat laju kendaraan mereka, karena memang mereka sudah lelah dan butuh istirahat, disepanjang perjalanan mereka hanya banyak diam, sampai mereka tiba di rumah tempat mereka dulu tinggal selama menjalani pernikahan pertama di paris.
Andro dan Apel turun dari mobil, mereka berjalan gontai masuk kedalam rumah itu, masih sama tidak ada yang berubah dari rumah tersebut, kecuali mereka akan menempati rumah ini dengan cinta.
Baru saja Apel melangkahkan kaki diruang tamu, Andro sudah menarik tangan nya yang membuat Apel tersentak kebelakang membuat pinggang mereka saling besentuhan.
"Kau mau apa?" tanya Apel yang mendapatkan tatapan mesum dari Andro.
"Tidak ada, hanya ingin memandang wajah istriku, apa itu salah?" jawab Andro menarik turunkan alisnya.
"Apakah ini yang dinamakan Bucin? Rasanya menggelikan," gumam Apel berusaha lepas dari Andro.
Andro menahan tubuh Apel sehingga ia tidak bisa bergerak dengan bebas, Apel menyerah dia menatap wajah Andro yang masih mesum kepadanya.
__ADS_1
"Kau mau apa sih?" tanya Apel frustrasi.
"Hm? Mengunjungi Baby Elektronik," jawab Andro tersenyum mesum yang membuat Apel membuang muka malas.
"Tidak ada, aku tidak mau," jawab Apel menolak.
"Yasudah, aku bisa dalam posisi begini semalaman full kalau kau mau,' jawab Andro yang membuat Apel menyerah.
"Dasar keras kepala!" protes Apel menarik kepada Andro sehingga ia bisa menggapai nya untuk saling berciuman.
Andro tersenyum dan membalas ciuman istrinya dengan permainan cantik sampai mereka tidak sadar bahwa ada Divo yang tengah tercengang diambang pintu melihat mereka.
"Astaga!"
Andro dan Apel segera menatap ke arah sumber suara tersebut dan saling melempar tatapan canggung karena di pergok oleh Divo.
•
•
•
TBC
__ADS_1