Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 17 | Noda Merah Diatas Putih


__ADS_3

Setelah berhasil mengerjai Andro, Ape memilih memutuskan sambungan telepon tersebut, ini semua adalah rencananya, dia sengaja membuat skenario perampokan tersebut agar Andro merasa panik dan bisa menyiksa mental Andro dengan baik.


Siapa sangka, Andro akan menggunakan kode-kode Morse dalam meminta bantuan kepadanya, benar-benar diluar ekspestasi Apel namun setidaknya Andro tidak sebodoh itu.


Apel menghela napas pelan, dia berjalan keluar dari dalam kamar dan mengambil kalender dari atas nakas, dia sudah berhasil menjebak Andro dalam belenggu pernikahan, namun satu yang dia khawatirkan dia takut kalau dirinya hamil nantinya sedangkan niatnya hanya ingin membuat Andro merasakan apa itu pernikahan kembali dan menceraikannya sehingga membuat Andro kembali depresi.


Dendam dari dalam dasar hati Apel tidak pernah hilang, rasa sakit hati karena Andro yang merenggut kehormatannya masih membekas sampai saat ini, dia mengingat semua rencananya.


Pertama, menjerat Andro dalam belenggu pernikahan, setelahnya membuat Andro nyaman kemudian meninggalkan Andro, sehingga ia kembali merasakan depresi berat karena perceraian, dia tahu bahwa Andro memiliki riwayat Depresi, butuh waktu lima tahun bagi Andro muda saat itu melupakan rasa trauma nya, dan butuh setiap hari ke psikiater kala dia menangani kasus perceraian kliennya.


Sekilas tentang Andro, dia adalah seorang pria yang baik sebelum penikahan dini yang dipaksakan kedua orang tuanya dulu berakhir perceraian, Andro yang kala itu masih berumur dua puluh tahun dipaksa menikahi wanita muda namun pernikahan tersebut kandas sehingga membekas luka bagi Andro.


Dan cara balas dendam Apel akan sama seperti itu, dia akan menghancurkan Andro sedalam-dalamnya kemudian kembali ke indonesia dan melupakan segalanya.


Apel mengambil sebuah pil yang akan membuat kandungannya tidak subur, dia tidak ingin karena hamil nantinya dia harus merubah rencananya, lagipula Apel tidak akan sudi mengandung anak dari Andro.


Karena tujuan pernikahan ini adalah balas dendam dan sebatas noktah merah diatas kertas putih surat nikah mereka. "Tuhan tahu apa yang aku lakukan."


Apel berjalan menuju ruang tamu, dia duduk di sofa dan memikirkan bagaimana kedepannya, jika hanya terus menyiksa Andro dalam genggaman pernikahan tentunya itu adalah hal yang sepele sekali, Apel memikirkan cara yang lebih sadis selain menghancurkan mental pria yang sudah menjadi suaminya itu.


"Apapun yang terjadi nanti, mau aku nyaman atau jatuh cinta kepadanya, aku bersumpah akan tetap meninggalkannya, dan ini janji seorang Diandra Apel," ujar Apel mengeluarkan sumpah bernada serapah yang tampaknya akan dikabulkan oleh Tuhan.

__ADS_1


Ting!


Suara bel dari rumah membuat Apel bangkit, dia berdiri dan merapikan rambutnya kemudian berjalan ke arah pintu untuk membukakan pada tamunya.


"Siapa?" tanya Apel membuka pintu.


Tampak seorang wanita yang sudah cukup tua berdiri didepan pintu, menatap Apel dari atas sampai kebawah kemudian menajamkan netranya pada Apel.


"Kamu Apel? Istrinya Andromeda anak saya?" tanya wanita tersebut melipat kedua tangannya.


"Jadi ini mertuaku?" batin Apel.


Tampak dari guratan raut wajah wanita tersebut menampakkan kesinisan yang berarti dia bukanlah mertua idaman, tampaknya Apel akan mendapat tantangan baru yang lebih seru dari mertuanya.


"Aku mendengar kau memaksa putraku untuk menikah denganmu? Kau gadis tidak berpendidikan atau bagaimana?" jawab wanita tersebut yang langsung tothepoint dengan tuduhannya.


Apel tersenyum, orang seperti mertuanya ini sudah sering dia jumpai jadi dia tidak usah terlalu kaget dalam mengatasinya.


"Aku juga dengar kalau kau memaksa putramu menikah diusia muda, kau ibunya atau iblis berkedok manusia?" tanya Apel mencoba menantang wanita tersebut.


"Ckckck, gadis sepertimu memang tidak tahu bertata Krama yang baik dan benar." jawab wanita tersebut berkacak pinggang karena jawaban dari Apel.

__ADS_1


"Aku ingin tahu, seberapa bagus harga dirimu? Kau memikirkan pernikahan putramu yang sekarang sedangkan dulu kau tidak memikirkannya, aku curiga saat pembagian isi kepala kau tidak hadir nyonya, kau sudah tua, jangan terlalu lebar dalam berbicara," cecar Apel yang membuat wanita tersebut mendesis kesal. "Kau ingin masuk dulu, Nyonya Soffel?"


Nyonya Soffel terdiam, bagaimana bisa Apel mengetahui namanya, Namun dia masih berusaha tenang, dia pikir istri dari putranya adalah seorang wanita lemah, namun diluar dugaannya, Apel jauh dari segala ekspestasinya.


"Ingat yah, aku akan memisahkan kau dengan Andro, sampai kapanpun aku tidak akan menerima gadis sepertimu menjadi menantu dalam keluargaku," ujar Nyonya Soffel menodong Apel.


"Dan kau? Kau berpikir kalau aku mau menerima mu sebagai mertua? Cuih, berkaca Nyonya, segera angkat kaki dari rumahku, Putramu adalah milikku, dan apa yang sudah menjadi milikku tetaplah milikku, kau ingin merebut Andro dariku? Silakan, itupun kalau kau mampu," jawab Apel menepis telunjuk Nyonya Soffel yang menunjuk ke arahnya.


Nyonya Soffel melenggang pergi. "Urusan kita belum selesai."


"Dan tidak akan selesai, kalau aku sudah selesai, aku akan mengembalikan putramu, itupun kalau mentalnya masih aman," jawab Apel masuk kedalam rumah.


Sudah cukup drama pagi baginya hari ini, tampaknya dia akan berseteru dengan Nyonya Soffel yang selalu sarkas dalam berbicara.


Apel tersenyum sinis. "Kita akan lihat, siapa yang akan menang, aku atau dia."




__ADS_1


TBC


__ADS_2