
Apel masih berdiri menatap keluar jendela dengan perasaan kalut yang mengiringi setiap detik nadinya. Setelah perceraian Apel seperti kehilangan jati dirinya sebagai Apel yang kuat dan mandiri.
Apel masih menerawang jauh, sebelum sepasang tangan kokoh melingkar di pinggang nya dan sebuah kepala menyandar di bahunya.
Apel melirik sosok tersebut yang adalah Andro, kedua pasang manik mati mereka saling bertemu, sebelum Andro mendusel manja dileher Apel melepas segala kerinduan yang menghantam dengannya.
"Apakah kau masih meragukanku? Aku tidak akan memaksamu menjawab semua permintaan ku Bu Boss, kau punya banyak waktu dan aku siap menunggu," bisik Andro memangku kepalanya di bahu Apel.
Apel menghela napas panjang kemudian melepas tangan Andro yang melingkar di pinggang nya, ia kemudian menatap Andro dalam, dia sudah meyakinkan dirinya, dia mengambil cincin pernikahannya yang diberikan Andro tadi kemudian kembali menjejalkannya kepada Andro.
"Kenapa?" tanya Andro bingung.
"Kau pikir, Bu Boss harus memasang cincin itu sendiri?" tanya Apel menjulurkan tangannya kepada Andro.
Andro terdiam menatap Apel dalam yang berakhir sebuah senyuman, Andro segera memasang kan cincin tersebut ke jemari Apel dan langsung menarik Apel kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Terima kasih, aku akan berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu Bu Boss," bisik Andro kemudian beralih menggendong tubuh Apel.
Apel melingkarkan tangannya dileher Andro kemudian tersenyum manis sebelum Andro membawanya ke sofa dan mendudukkannya di sofa kemudian beralih mencium bibir Apel sebelum turun di perut Apel yang tengah mengandung.
"Hai anak Daddy? Daddy datang sayang, kamu gak harus datangin Daddy lagi didalam mimpi, maafin Daddy yah, Daddy janji, Daddy bakal jagain kamu sama Mommy kamu, kalau Daddy ingkar janji kamu bebas mau ngapain aja, tapi Daddy pasti gak bakal ingkar janji," bisik Andro mencium perut Apel.
Apel tersentuh melihat itu, Andro tampak menangis didepan perut Apel yang menandakan bahwa dia benar-benar tidak ingin berpisah dengan calon anaknya.
Andro kemudian duduk disamping Apel dan menarik tubuh Apel sehingga kini mereka dalam posisi saling berhadapan dimana Apel terduduk diatas paha Andro.
"Dan kau, sekali lagi kau mencoba meninggalkanku, kau akan melihat tubuhku tanpa nyawa diberita koran harian," ujar Andro yang membuat Apel tersenyum.
"Karena aku tidak bisa hidup tanpamu sayang, you are my Baby Boss, kalau kau sampai meninggalkanku diriku lagi, aku tidak tahu lagi harus bagaimana," jawab Andro mengelus wajah Apel.
Apel tersenyum dalam posisi mereka sekarang, hening diantara mereka menjadi saksi bisu manakala Andro menarik kepala Apel sehingga bibir mereka berdua saling bersentuhan.
__ADS_1
Andro menutup matanya menikmati adegan ciuman yang terjadi diantara mereka berdua, mereka berdua sudah lama merindukan ini dan untuk pertama kalinya mereka melakukannya dengan cinta.
Setelah puas melakukan adegan tersebut, Apel dan Andro segera memutuskan ciuman mereka dan Apel kembali duduk disamping Andro.
Apel menyandarkan kepalanya di bahu Andro, sementara Andro mengusap rambut Apel perlahan, mereka berdua tampak menikmati semua hal yang terjadi diantara mereka dan Andro harus bersyukur pada Tuhan karena dia sudah berhasil mendapatkan kembali hati istrinya.
"Aku ingin bertanya, sayang," tanya Andro yang membuat Apel Segers menatap Andro serius.
"Apa?"
"Tentang dendammu bersama Bryan, aku sudah mengetahui semua nya, apakah kau tidak merasa berhutang penjelasan padaku," jawab Andro yang membuat Apel terdiam.
•
•
__ADS_1
•
TBC