Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 51 | Kartu Akses Balas Dendam


__ADS_3

Apel berjalan masuk dengan langkah tegasnya, sebenarnya Apel ingin sekali memukul wajah Tuan Adsense, wajahnya belum berubah sama seperti sepuluh tahun yang lalu kala dia meninggalkan ibu Apel dan kembali ke istri pertamanya.


Wajah yang tergores luka didalam hati Apel, cuma kini wajah pria tersebut sudah cukup menua dengan rambut putih namun senyumannya masih karismatik yang membuat Apel semakin geram kala berlama-lama menatap wajahnya.


"Baby Boss, apa kabar," ujar Tuan Adsense berdiri dan menjulurkan tangannya kepada Apel.


"Baik," jawab Apel menerima jabatan tangan Tuan Adsense sebelum duduk di kursi yang disediakan disana.


Tampaknya Tuan Adsense tidak mengenali wajah Apel karena terakhir mereka bertemu adalah ketika Apel berusia sembilan tahun, Tuan Adsense kemudian memulai obtolan sejenak sebelum masuk ke inti meeting pribadi mereka.


"Aku baru melihatmu, kukira CEO W-Corp adalah Tuan Bryan, dan kau adalah adiknya? Hah, mengingatkanku pada seseorang." ujar Tuan Adsense yang sedikit mengingat masa lalunya.


"Mungkin hanya kebetulan, aku dan kakakku Bryan adalah seorang anak yatim ibu kami depresi setelah ditinggal semua keduanya, akhirnya kami berdua harus bertahan hidup sendiri, tapi syukurlah Tuhan selalu berpihak kepada kami, namun kisahku cukup mengenaskan bukan?" jawab Apel bercerita yang membuat Tuan Adsense tersentak.


Entah Tuan Adsense lupa atau lupa, dia merasa familiar dengan cerita Apel, karena mulai merasa tidak nyaman dengan obrolan personal ini, Tuan Adsense memilih mengalihkan pembicaraan.


"Saya dengar Baby Boss dari Indonesia, bukan?" tanya Tuan Adsense yang membuat Apel tersenyum.


"Benar sekali lebih tepatnya, Makassar," jawab Apel yang membuat Tuan Adsense kembali tersentak.

__ADS_1


Deg!


Bagaimana bisa cerita Tuan Adsense sama dengan yang dialami Apel, Tuan Adsense masih berpikir positif karena menurutnya mana mungkin Baby Boss yang ada dihadapannya adalah anak tirinya dulu.


"Kena kau," batin Apel sinis.


"Kau tahu Tuan, aku pernah memiliki seorang Ayah yang menghancurkan hidupku dan ibuku, kalau aku bertemu dengannya aku akan menghancurkan dia sedalam-dalamnya, maaf aku sampai bercerita begini," ujar Apel yang membuat Tuan Adsense gelagapan.


"T-tidak apa-apa," jawab Tuan Adsense


Tak lama kemudian tampak sekretaris- wipol datang membawa nampan berisi minuman untuk Tuan Adsense dan Apel, melihat itu Apel menemukan sebuah ide bagaimana merebut kartu akses dari leher Tuan Adsense.


Apel yang melihat itu segera berdiri kemudian mengambil segelas minuman, dia kemudian dengan sengaja menumpahkan minuman tersebut kepada Tuan Adsense yang membuat Tuan Adsense sontak berdiri.


"Maaf, Tuan," ujar Apel berpura-pura panik dan segera membantu Tuan Adsense mengelap bajunya, dan saat Tuan Adsense lengah Apel berhasil merebut kartu akses tersebut dan menjatuhkannya ke lantai.


"Tidak apa-apa," ujar Tuan Adsense.


Apel masih terus membantu Tuan Adsense untuk membersihkan tubuhnya, dan dengan sekali sentakan, Apel menginjak kartu akses yang jatuh dilantai itu.

__ADS_1


Tuan Adsense kemudian memilih izin ke toilet, sehingga meninggalkan Apel disana, sekretaris- wipol juga izin untuk mencari baju ganti untuk Boss-nya itu.


Setelah sendiri diruangan itu, Apel segera mengambil kartu akses yang dia injak kemudian berjalan keluar ruangan menemui Divo dan Andro.


"Aku melihat Tuan Adsense keluar, apa kau berhasil sayang?" tanya Andro pada Apel.


"Menurutmu?" tanya Apel menarik tangan Andro dan menjejalkan kartu akses itu kepada Andro. "Sekarang tinggal melakukan sisanya kan?"


Andro mengangguk dan tersenyum, ia kemudian mengode Divo untuk segera menuju ruangan yang mereka akan masuki, sedangkan Apel hanya berdiri disana menatap sinis sekitarnya.


"Baiklah, akan ada berita apa besok pagi," batin Apel masuk kembali ke ruangan Tuan Adsense.





TBC

__ADS_1


__ADS_2