Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 47 | Powerbank Tuan Andro


__ADS_3

Andro dan Apel saling melepas ciuman disana, membuat mereka larut dalam adegan saling ******* di ranjang mereka.


Puas dengan posisi berciuman, Andro segera membalikkan keadaan dia membuat Apel berada di atas dirinya sehingga kini Andro yang dibawah.


"Apakah powerbank milikmu masih bekasku?" tanya Apel menggenggam rudal milik Andro. qw


"Tunggu? Powerbank?" tanya Andro yang membuat Apel mengangkat alisnya.


"Iya, Powerbank, anggap saja Itu panggilan sayangku untuk rudalmu, Tuan," jawab Apel yang mulai mengocok pelan powerbank Andro.


Andro melenguh sejenak menikmati segala sentuhan yang diberikan Apel kepadanya, sebenarnya Andro sedikit geli dengan sebutan powerbank yang disematkan Apel kepadanya. Namun dia terima saja karena menurutnya itu adalah nama yang unik.


Setelah puas mempermainkan powerbank tersebut, Apel kemudian naik keatas perut Andro dan mencium suaminya itu sehingga kini mereka kembali dalam posisi saling menautkan bibir.


Andro membalikkan tubuh Apel kemudian membuka lebar kedua kaki Apel sebelum powerbank miliknya kembali menerobos milik Apel.


Ah!


Apel mendesah tertahan sejenak saat Andro mendiamkan powerbank nya didalam sana membiarkan Apel beradaptasi sejenak, Andro sangat bersemangat dengan ini, pasalnya setelah perceraian mereka, Andro sudah meninggalkan dunia cassanova-nya dan tidak pernah lagi melakukan pelepasan selama beberapa hari belakangan.


Setelah cukup lama mendiamkan rudalnya Andro kemudian mulai menggerakkannya dengan ritme pelan sembari mencium Apel, ritme yang awalnya pelan kemudian berubah cukup sedang manakala Apel terlihat begitu menikmati segala permainan Andro.


Andro menarik tubuh Apel sehingga membuat Apel dalam posisi duduk sekarang, Andro mengangkat tubuh Apel dengan powerbank yang masih tertanam kemudian mendudukkannya di nakas sembari menggoyangkan kembali powerbank nya.

__ADS_1


Kini keringat sudah membasahi keduanya sampai akhirnya mereka berdua telah sampai pada puncak kenikmatan masing-masing yang membuat mereka berdua akhirnya tepar dalam kondisi lemas di ranjang.





Apel membuka matanya perlahan, setelah pemainan mereka semalam ingatan terakhirnya adalah dia tepar dalam kondisi lemas di ranjang, kini tubuhnya tidak bisa bergerak karena sepasang lengan kokoh tampak mendekap erat tubuhnya bahkan aroma berry dan hembusan napas dari si pemilik lengan terdengar olehnya.


Apel mengadaptasikan matanya dia langsung terpaku pada wajah tampan dengan setiap lekukan manis diwajahnya, ia ingat betul semalam dia dan pria itu menghabiskan waktu dengan permainan malam pertama yang tertunda sehingga mereka berdua tertidur dengan keadaan Andro memeluk tubuhnya erat seolah takut kehilangannya.


Apel mengelus setiap inci dari wajah Andro yang lumayan tampan untuk ukuran pria dewasa berusia 4p Tahun, dengan kumis dan janggut tipis dan brewok yang rapih membuat siapapun betah menatapnya, jari Apel menyapu halus wajah suaminya itu dari dahi, pipi dan dagu yang berakhir ke usapan pada bibir tipis suaminya.


"Ingin morning kiss?" tanya Andro membuka matanya.


"Tidak," jawab Apel singkat.


Apel ingin bangkit dari posisi tidurnya tapi Andro malah mempererat pelukannya yang membuat Apel tidak bisa bergerak.


"Lepas, udah pagi, kita akan berangkat ke paris hari ini," pinta Apel mengingatkan Andro.


Andro menggeleng. "Aku mau gini aja sama kamu, siapa suruh kamu bikin aku candu."

__ADS_1


"Cium dulu," lanjut Andro.


Apel ragu dan membuang wajahnya yang memerah.


"Kalau kamu gak mau sih gapapa, Aku kuat kok meluk kamu seharian," ujar Andro mempererat pelukannya. "Biarin aja ketinggalan pesawat."


Andro sengaja menekan kalimatnya sehingga menimbulkan kesan intimidasi bagi Apel, atmosfer didalam kamar berubah seiring kemenangan yang akan didapatkan oleh Andro.


"Sekali aja tapi," ujar Apel pada Andro.


Tepat! Andro tersenyum semuringah karena semua sesuai dengan tebakannya, dia akan mendapatkan jatah ciuman pagi ini dan itu membuat Andro mengangguk.


Apel segera mencium pipi Andro yang membuat Andro sumringah dibuatnya, setelah itu Andro segera bangkit dari tidurnya dan mengambil handuk untuk segera mandi pagi.


"Baru sehari menikah dia sudah kembali ke sifat aslinya, untung dia suamiku, dan aku cinta dengannya." batin Apel merapikan ranjang.





TBC

__ADS_1


__ADS_2