Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 54 | Yang Diakui


__ADS_3

Apel membuka pintu rumahnya sesaat setelahnya Tuan Adsense memaksa masuk dan langsung melemparkan koran berisi berita hari ini kepada Apel.


"Aku butuh penjelasan!" teriak Tuan Adsense yang membuat Apel melipat kedua tangannya.


"Penjelasan seperti apa?" tanya Apel yang membuat Tuan Adsense geram.


Tuan Adsense menodong Apel dengan telunjuknya kemudian menatapnya dalam dan wajah beringas. "Tidak usah bersandiwara kau kan yang mengambil dan mencopy konsep ritel dari perusahaan AdsCorp."


"Oh, jadi anda sudah tahu? Baguslah Ayah mertuaku ternyata pintar juga," ujar Apel berjalan dan duduk disofa.


Tuan Adsense menautkan alisnya serta mengerutkan dahinya bingung saat Apel menyebutnya Ayah Mertua, Apel menaruh kaki kanan diatas paha kirinya kemudian menatap Tuan Adsense yang kebingungan sekarang.


"Ayah kau mencari ini?" tanya Andro yang membuat Tuan Adsense menatap Andro yang baru keluar dari kamar.


"Andro apa yang kau lakukan disini, dan kartu akses itu?" tanya Tuan Adsense yang membuat Andro berjalan ke arah Tuan Adsense.


"Maaf Ayah, bukannya aku durhaka, aku hanya meminjamnya sebentar guna mencuri File untuk Istriku," jawab Andro menarik tangan Tuan Adsense dan mengalungkan kartu akses milik Tuan Adsense kembali ke lehernya.

__ADS_1


"Istri?"


Andro berjalan ke arah Apel kemudian menarik tangan Apel sehingga kini Apel dalam posisi berdiri dan membuat Tuam Adsense semakin bingung.


"Oh iya Istri, aku lupa, aku sudah menikah dengan Baby Boss, maaf tidak mengabari Ayah dan Mama," jawab Andro yang membuat Tuan Adsense bertambah bingung.


Ternyata putra satu-satunya bekerjasama dengan Baby Boss untuk menghancurkan perusahaannya yang membuat Tuan Adsense sedikit sakit adalah karena Andro anak kandungannya, dan itu sangat diluar ekspestasi Tuan Adsense.


"Jadi kalian bekerjasama?" tanya Tuan Adsense dengan tangan bergetar.


"Bagaimana rasanya dikhianati Tuan? Kau tahu itulah yang dirasakan ibuku saat kau menikahinya dan dengan mudahnya kau kembali lagi ke istri pertamamu," ujar Apel yang membuat Tuan Adsense kembali tercengang.


Firasat wajah familiar Tuan Adsense terbukti, Apel adalah sosok dari segala masa lalunya, dan Apel datang ke kehidupannya setelah sepuluh tahun lamanya dengan misi balas dendam dan kini Apel sudah berhasil menghancurkan bisnisnya.


"Oh jadi kau sudah tahu?" tanya Tuan Adsense dengan wajah tanpa dosa.


"Kau tahu? Bertahun-tahun aku dan kakakku menderita karena Ibuku depresi setelah kau tinggalkan dan sekarang tanggapan mu hanya itu? Kau benar-benar tidak lebih dari seonggok sampah Tuan," derai Apel menunjuk Tuan Adsense dengan kalimat penuh penekanan.

__ADS_1


"Kau tahu? Ibumu pantas mendapatkan itu, yah memang aku bertengkar dengan istriku kemudian datang ke indonesia, dan menikahi ******* yang merupakan ibumu itu, betapa bodohnya ibumu ingin menerima menjadi istri keduaku dan dengan mudahnya dia aku tinggalkan, dan kau ingin balas dendam? Menghancurkan perusahaanku? Kau pikir kau sudah menang?" teriak Tuan Adsense yang membuat Apel tersenyum.


"Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku sudah menang," jawab Apel.


"Tapi kami akan menang, Ayah atau kusebut kau Pria Brengsek, ternyata seburuk itu Ayahku," timpal Andro menyerahkan remote berisi microchip perekam kepada Apel.


Apel membuka remote tersebut kemudian mengeluarkan chip perekam itu dan memperlihatkannya kepada Tuan Adsense.


"Kau mengatakan betapa bodohnya ibuku? Tapi kau lupa betapa geniusnya anaknya, Oh Tuan Adsense aku tidak perlu repot-repot karena kau sendiri yang mengakui semuanya," ujar Apel menekan tombol yang membuat rekaman suara tersebut terdengar.


Tuan Adsense tersentak. "Kalian bekerjasama! Untuk menghancurkanku!"


"Oh tidak Tuan, bukan kami yang menghancurkan dirimu tapi kau sendiri yang mengakui dan memilih menghancurkan dirimu," jawab Apel tersenyum sinis.



__ADS_1



TBC


__ADS_2