
"Bawa beberapa pihak berwajib sekarang ke alamat rumah Tuan Adsense, aku akan memberikan sebuah pertunjukan yang menarik, bertajuk Permainan Satu Juta Kata," ujar Apel pada asistennya Indosat yang ada dibalik telepon.
Sepertinya Vanish dan Nyonya Soffel mengira Apel sebodoh dan semudah itu untuk di tipu, sayangnya mereka lupa siapa pemeran utamanya disini.
Apel berjalan keluar dari toilet dan kembali menemui Vanish yang sudah menunggunya dengan senyuman tanpa dosa, Apel tidak langsung duduk melainkan hanya mengode Vanish untuk langsung ke tempat kediaman Nyonya Soffel.
Vanish mengangguk dan berdiri dia menyusul Apel yang sudah berjalan lebih dulu keluar dari cafe, Apel masuk kedalam mobilnya begitupun dengan Vanish yang ikut masuk kedal mobil Apel.
"Sudah siap?" tanya Apel memakai sabuk pengaman nya.
Vanish memberi tanda jempol menandakan dirinya sudah siap, Apel tersenyum sinis, dia tahu sekarang Vanish sedang ber-euphoria karena dia bersama Nyonya Soffel akan menjebaknya di kediaaman Nyonya Soffel, tapi mereka bodoh, kali ini Apel sudah datang dengan sangat siap.
Apel menjalankan mobilnya meninggalkan cafe tersebut, Kediaman Nyonya Soffel berada cukup jauh dari Cafe tersebut, didalam perjalanan Vanish terus menjelaskan rencana menjebak Nyonya Soffel yang membuat Apel sedikit muak karena fakta yang dijelaskan Vanish hanya sebuah karangan, dia bukan saudara dari Dean.
Sesampainya di sebuah rumah bernuansa putih dengan halaman luas, Apel segera membelokkan mobilnya masuk ke sana dan memarkirkannya disana.
__ADS_1
Klip!
Apel keluar dari dalam mobil dan mengunci mobil tersebut menggunakan tombol otomatis yang berada didalam mobil dengan keadaan Vanish yang masih ada di dalam.
Vanish yang mengetahui bahwa dirinya terkunci didalam mobil menautkan alisnya bingung dan mengetuk jendela kaca yang membuat Apel berbalik menatap Vanish.
"Aku terkunci!" teriak Vanish yang suaranya terdengar kecil oleh Apel.
Apel berjalan ke arah kaca jendela dan menatap Vanish sinis. "Apa? Kau terkunci? Ups, anggap saja ini simulasi sebelum kau mendekam dibalik jeruji besi."
Vanish membulatkan mata sempurna atas jawaban Apel, Apel mengeluarkan ponselnya kemudian mengetik pesan kepada Vanish.
Setidaknya begitulah pesan yang dikirim Apel kepada Vanish, Vanish mengacak rambutnya, ternyata Apel lebih pintar dari ekspestasinya. Kini tinggal menuntaskan Nyonya Soffel.
Beberapa pihak kepolisian sudah menjaga di sekitar kediaman Nyonya Soffel dan tinggal menunggu aba-aba dari Apel.
__ADS_1
Apel berjalan masuk kedalam rumah Nyonya Soffel yang tidak terkunci, sepertinya Nyonya Soffel memang sudah menunggu kedatangannya.
"Vanish apakah itu kau? Aku sedang dikamar, tunggu aku sedang berganti baju," ujar Nyonya Soffel saat mendengar Apel membuka pintu. "Dimana Apel?"
Apel terdiam, dia memikirkan cara dan mengubah sedikit timbre suaranya agar semirip mungkin dengan Vanish. "Dia ada di mobil, aku sudah membawanya,"
"Bagus, kita akan mengurungnya disini apalagi dalam kondisi hamil, tentu saja itu menjadi bahan untuk mengancam Andro untuk melepaskan suami ku kalau istrinya ingin selamat," jawab Nyonya Soffel membuka pintu kamar.
Namun betapa terkejutnya dia mendapati bahwa sosok didepan pintu kamarnya adalah Apel yang berdiri dengan senyum sinis kepadanya.
"Halo, siap untuk pemainan satu juta kata? Kata pertama adalah. Bodoh," ujar Apel datar penuh penekanan.
•
•
__ADS_1
•
TBC