Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 31 | Hati Rapuh Di Pantai Losari


__ADS_3

"Apel benar, dia berbeda dengan Tuan Ads, dari matanya dia memancarkan ketulusan, semoga keputusanku mempertemukan mereka berdua adalah hal yang benar," batin Bryan saat melihat Andro masuk ke mobil miliknya.


Andro masuk kedalam mobil yang dipinjamkan Bryan untuknya, mobil bermerek honda tersebut, ia kendarai melewati jalanan kota Makassar, dari alamat yang diberikan Bryan. Apartemen milik Apel yang menjadi tempat dia tinggal ada di bilangan Stellamaris.


Andro menahan sakit diwajahnya akibat bogeman tadi, walaupun sudah diobati namun rasa perih nya masih ada disana, namun hatinya lebih sakit mengetahui bahwa Apel tengah depresi dengan apa yang dia jalanin.


Mereka berdua sama-sama kehilangan pijakan akan pondasi hidup mereka, namun Andro tidak menyangka kalau Apel mengalami kejadian yang lebih pahit dari nya.


Crrt!


Andro menghentikan mobilnya didepan lampu lalu lintas yang berwarna merah, dia diam sejenak, sembari menetralkan pikirannya untuk bertemu dengan Apel.


Andro melirik wajahnya di spion atas mobil tersebut, wajahnya sudah penuh lebam akibat bogeman mentah dari Bryan untuknya, apakah Andro marah? Tidak, Andro kali ini memilih untuk berpikir dewasa, lagipula dia sudah bukan Andro yang dulu lagi.


Mungkin benar kata Bryan, dia pria yang brengsek, pria bajingan dan tidak tahu malu, dia merebut kesucian Apel disaat Apel berada didalam titik terendah dalam hidupnya.


Dan dia dengan bodohnya malah kembali menghancurkan Apel dengan membiarkannya menanggung perasaan depresi sendiri, dimana saat ini Apel sangat butuh pegangan.

__ADS_1


Harusnya dia sadar dari gesture dan perubahan sikap Apel padanya, bukan malah berpangku tangan pada takdir yang ada, jadi kali ini, Andro sudah membulatkan tekad untuk memperjuangkan kembali cintanya, bagaimanapun dan apapun tanggapan Apel.


Lampu lalu lintas dihadapan Andro sudah berwarna hijau, Andro kembali menjalankan mobilnya di jalanan kota Makassar, sampai akhirnya dia tiba didaerah stellamaris, Andro tidak tahu bahwa daerah itu dinamakan bilangan stellamaris karena terdapat sebuah rumah sakit bersama Stellamaris disana.


Andro memarkirkan mobilnya sejenak didepan sebuah pantai yang menjadi ikonik kota Makassar sebelum melanjutkan ke apartemen Apel.


Andro turun dan menjejakkan kaki disana seiring angin berhembus riuh menerpa wajahnya. Hati yang rapuh itu berdiri tegas dengan tujuan memperjuangkan cintanya.


"Memeluk angin itu seperti apa?" tanya Andro dalam hati. "Lebih baik ke peluk angin, agar dia bisa membawa luka ini pergi bersamanya,"


Setelah puas disana Andro kembali masuk kedalam mobil. Suasana kota Makassar yang mendung ditengah siang hari, tidak menyurutkan niatnya. Hati yang rapuh itu akan bertemu dengan kepingannya yang hilang.


Drrt!


"Greenheels," gumam Andro membaca nama unit apartemen ini.


Dengan bermodalkan info yang diberikan Bryan, Andro segera masuk kedalam sana dan memilih naik ke lantai dua bangunan bertingkat tiga itu, sampai akhirnya Andro tiba disana dengan menggunakan lift.

__ADS_1


Andro segera menyusuri setiap koridor tersebut mencari kamar unit milik Apel, sampai akhirnya dia menemukan kamar tersebut dan memberanikan diri mengetuknya.


Tok!


Tok!


Tok!


Andro mengetuk pintu tersebut beberapa kali, namun tidak ada jawaban dari dalam sana, Andro hampir menyerah sebelum gagang pintunya bergerak menandakan ada seseorang dari dalam yang hendak membuka pintu.


Drrt!


"Sayang?" panggil Andro dengan mata sendu saat melihat Apel berdiri dihadapannya.



__ADS_1



TBC


__ADS_2