Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 62 | Sembilan Belas Tahun


__ADS_3

Apel menjalankan mobilnya menuju kantor polisi untuk melihat bagaimana ekspresi menderita Tuan Adsense, Nyonya Soffel dan Vanish yang mencoba bermain-main dengannya.


Apel menyukai pertunjukan seperti ini, seperti seseorang yang terjebak oleh rencana dia sendiri.


Kring!


Suara dering ponsel dari Apel terdengar membuat Apel segera mengambil ponselnya di dashboard depannya dan melihat bahwa yang meneleponnya adalah sosok Andro suaminya.


Nama kontak "My Hubby" itu membuat Apel memperlambat laju kendaraannya dan mengangkat telepon tersebut.


"Halo? Kau dimana?" tanya Andro saat sambungan telepon tersebut tersambung. "Aku tadi pulang kerumah, dan kau sudah tidak ada, apa kau lupa kalau aku melarangmu pergi kemana-mana?"


Apel terdiam, rupanya dia ketahuan sekarang.


"Maaf, aku sedang di Kantor Polisi ada urusan sebentar," jawab Apel sembari terus fokus menyetir.


"Kantor polisi? Sedang apa?" tanya Andro bingung dengan jawaban istrinya.


"Nanti aku jelasin, kalau mau, silakan datang kesini, Tuan, aku juga lupa memberitahu mu tentang pertunjukkan besar yang sedang aku sutradarai," jawab Apel tersenyum sinis walaupun tidak bisa dilihat oleh Andro.


Andro terdiam.

__ADS_1


"Pertunjukkan?"


"Aku akan kesana sekarang, kau membawa mobil sendiri kan? Hati-hati kau sedang hamil," lanjut Andro meraih jas-nya yang tadi dia lepas dan berjalan ke luar rumah.


"Baiklah," jawab Apel menutup telepon tersebut sepihak dan melanjutkan menjalankan mobilnya menuju kantor polisi.


"Ada apa Apel ke kantor polisi?" batin Andro menekan tombol pada kunci mobilnya sehingga membuat lampu sen mobil tersebut berkedut yang berarti pintunya sudah bisa dibuka.


Andro masuk ke dalam mobilnya kemudian menjalankannya meninggalkan area kediamannya menuju kantor polisi.


Sementara itu Apel yang sudah tiba di kantor polisi segera memarkirkan mobilnya dihalaman kantor polisi tersebut, dia menggerai rambutnya kemudian mengambil kacamata hitam miliknya dan memakainya sebelum turun dari mobilnya.


Setelah merasa sudah siap, Apel segera turun dari mobil, layaknya seorang model yang sangat mempresentasikan bahwa seberapa Baby Bossnya dirinya.


"Siang Baby Boss," sapa seorang kepala kepolisian kepada Apel.


"Bisa aku bertemu dengan Tuan Adsense, Nyonya Soffel dan Vanish? Nampaknya ada urusan janggal yang belum terealisasikan saat ini," jawab Apel menurunkan sedikit kacamatanya yang membuat gagang penghubung lensa kanan dan kiri kacamatanya menyentuh pangkal hidungnya.


"Silakan,"


Kepala polisi tersebut segera membawa Apel masuk ke area ruangan dimana penjenguk bisa bertemu dengan tahanan, beberapa polisi kemudian segera membawa Tuan Adsense, Nyonya Soffel dan Vanish ke ruangan tersebut di mana sudah ada Apel yang menunggu.

__ADS_1


"Silakan Baby Boss," ujar kepala polisi tadi keluar dari ruangan tersebut.


"Sedang apa kau disini!" bentak Tuan Adsense yang menatap tajam Apel.


Apel tersenyum, berusaha untuk tenang namun dari sorot matanya memperlihatkan kesinisan.


"Hanya ingin mengucapkan selamat, selamat atas kebodohan kalian yang terperangkap didalam bencana yang kalian ciptakan sendiri, satunya gampang emosi, satunya gampang bicara dan yang terakhir kurang pintar, kalian bertiga adalah perpaduan yang pas," jawab Apel melipat kedua tangannya.


Tuan Adsense, Nyonya Soffel dan Vanish menatap tajam Apel yang tersenyum meledek namun sinis kepada mereka.


Nyonya Soffel yang kesal kemudian hendak menampar Apel namun segera ditahan oleh Apel yang langsung menghempaskan tangan Nyonya Soffel menjauh darinya.


"Jangan sentuh wajahku bedebah, kalau kau berani, akan ku pasti kan kau akan mati didalam penjara ini," ancam Apel.


"Terkadang kalian semua bodoh, kalian bahkan bisa ditaklukan dalam waktu sehari oleh bocah berusia sembilan belas tahun," Suara Andro terdengar yang membuat semuanya menatap ke arah pintu ruangan.


"Ups apa Tuan lupa, mereka kan tidak memiliki akal dan pikiran," timpal Apel berjalan ke arah Andro dan merangkul tangannya.



__ADS_1



TBC


__ADS_2