
Jangan lupa like dan berikan komentar, agar Author semakin semangat Update :)
•
•
•
Dua orang bermodalkan senjata api masuk kelobby kantor tersebut, menodongkan senjatanya kepada Andro dan Divisinya, Andro bingung, ini hari pertamanya bekerja sebagai Daddy Boss dan dia sudah mendapat ujian seperti ini.
Divisi Bubar Jalan beserta Divo sudah tiarap dilantai sedangkan kedua penjaga didepan sudah tepar akibat kedua perampok tersebut, Andro kesal, bagaimana bisa melantik penjaga selemah itu.
"Siapa Bossnya?" tanya salah seorang perampok yang membuat Andro mengangkat tangan gemetar.
Kedua perampok bermasker itu saling bertatapan kemudian berjalan ke arah Andro, mereka kemudian membawa paksa Androi untuk menunjukkan dimana ruangan kerjanya, karena didalam ruangan kerjanya terdapat brangkas berisi uang kantor.
Andro yang diapit dua orang bersenjata, hanya bisa tenang, memikirkan ide agar tidak panik, kegeniusannya benar-benar diuji disini, Android masuk ke dalam lift bersama salah seorang, sedangkan seorang lainnya menjaga agar Divo dan Divisinya tidak kabur dan melapor ke polisi.
Ting!
Pintu lift terbuka dilantai dua membuat Andro beserta perampok yang ikut bersamanya keluar, mereka berjalan melewati koridor menuju ruangan kerja Andro yang merupakan bekas ruangan kerja Apel, Andro sendiri masih memikirkan cara bagaimana bisa melapor polisi tanpa ketahuan, sampai sebuah ide terbersit di kepala nya yang membuat dirinya akan meminta bantuan Apel tanpa ketahuan.
"Dimana ruangannya!" bentak perampok tersebut yang membuat Andro membuka ruangan miliknya dengan acces card dari Apel tadi pagi.
Perampok tersebut masuk dengan masih menodong Andro, ia mencari ke sekeliling ruangan dimana brangkas tersebut berada sampai perampok tersebut menemukannya di bawa meja kerja Apel.
"Ini apa?" tanya perampok tersebut yang membuat Andro gugup.
"Brangkas?" jawab Andro ragu.
"Besi bodoh! Ini besi!" ujar perampok tersebut mengangkat brangkas dan menaruhnya dimeja. "Kata sandinya apa?"
Andro terdiam dan bersiap melakukan permainannya. "T-tidak tahu, istriku eh maksudku Baby Boss yang tahu,"
"Bagaimana bisa kau tidak tahu?"
__ADS_1
"K-karena aku bukan Bossnya," jawab Andro gugup.
Perampok tersebut menepuk jidat, kemudian segera memerintahkan Andro menelepon Baby Boss untuk menanyakan kata sandinya.
"Ingat jangan sampai bocor," ancam perampok tersebut yang membuat Andro mengangguk.
Andro merogoh saku celananya dan mengambil ponsel sebelum menelpon nomor Apel, tidak butuh waktu lama untuk sambungan tersebut tersambung.
"Halo? Ada apa?" tanya Apel dari balik sambungan.
"Halo Baby Boss, ini ada karyawan yang minta gaji diawal, makanya aku butuh kata sandi berangkas soalnya karyawan itu Pe dua empat mpok," jawab Andro pada Apel.
[Pe24mpok: Perampok]
Andro sengaja menggunakan sandi-sandi Morse agar membuat perampok tersebut tidak curiga bahwa Andro tengah meminta bantuan Apel.
"Hah? Maksudnya?" Apel sebenarnya tahu maksud dari Andro cuma dia hanya berpura-pura demi menguji Andro.
Andro mendesis kesal sementara perampok tersebut sudah menempelkan ujung pistol di kepala Andro.
[L4por pol151: Lapor Polisi]
"Kau bicara apa sih?" tanya Apel kembali dengan aksen bingung padahal kini dia sedang tertawa bahagia mengetahui suaminya dalam kepanikan.
Andro menarik napas panjang, ingin rasanya dia mengumpat, padahal istri nya itu genius, bagaimana bisa kode seperti ini tidak dia ketahui.
"Eh Bu Bos! Kau tiga nol de nol ha ternyata, saya bilang disini ada karyawan yang jadi pe dua empat mpok, jadi cepat el empat por pol satu lima satu," ujar Andro mencoba menjelaskan sekali lagi.
[30d0h: Bodoh, Pe24mpok: Perampok, L4por Pol151: Lapor Polisi]
Apel tersenyum puas, dia masih berusaha tenang disaat Andro tengah kesal bukan main karena Apel lemot.
"Kau bilang apa sih?" tanya Apel sekali lagi pada Andro.
Andro benar-benar kesal, dia mencengkram ujung jasnya dengan perasaan campur aduk sementara perampok tersebut sudah mendesaknya, sebenarnya Andro tahu kata sandinya. Namun dia hanya ingin berpura-pura agar dia bisa meminta tolong pada Apel namun ini yang dia dapatkan.
__ADS_1
"Cepat!" bisik perampok tersebut tidak sabar.
"T-tunggu!" jawab Andro yang sudah kesal.
Apel sendiri masih tertawa puas dengan wajah laknatnya, dia benar-benar merasa puas, dia sudah menyiksa fisik Andro semalam dan hari ini dia sudah melakukan senam mental kepadanya.
Andro mendesis. "Dengarkan ini Bu Boss yang tidak punya nol plus tak, disini ada karyawan bagian pe dua empat mpok, dia meminta gaji dimuka, jadi aku butuh Bu Boss memberikan sandi berangkasnya dan segera el empat por pol satu lima satu."
[0+tak: Otak, pe24mpok: Perampok, L4por pol151: Lapor polisi]
"Oh aku mengerti, kenapa tidak bilang dari tadi." jawab Apel yang membuat Andro mengumpat dalam hati.
Andro kesal. "Aku sudah berusaha menjelaskannya Bu Boss yang memiliki pemikiran 404 Not Found."
"Apa itu?"
"Eror!" jawab Andro.
Apel tertawa di sambungan telepon kemudian meminta Andro menyerahkan ponsel kepada si perampok tersebut, perampok tersebut langsung menerima dan berbicara pada Apel.
"Halo, Axiata? Kabari Exxel dibawah, bahwa tugas kalian sudah selesai."
"Baik Baby Boss." jawab perampok tersebut yang ternyata suruhan Apel.
"Hah?" kaget Andro kesal. "Ckckck, Istriku lima empat yang, istriku lima satu alan,"
[Istriku 54yang, Istriku 51alan: Istriku Sayang, Istriku Sialan]
•
•
•
TBC
__ADS_1
Kegeniusan pembaca diuji disini wkwkww