Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 36 | Lost My Ex-Wife


__ADS_3

Ting!


Suara yang menandakan Apel sudah tiba dilantai dasar membuat Apel segera menyeret kopernya dan keluar dari lift saat lift tersebut terbuka.


Apel berjalan dengan langkah cepat, dia harus pergi dan tidak meninggalkan jejak, dia tahu Andro tidak akan menyerah dengan begitu mudahnya, sesampainya dipinggir jalan raya, Apel segera menahan taksi, untuk saat ini dia tidak tahu tujuannya kemana namun yang pasti dia tidak akan meninggalkan kota ini melainkan hanya menghilangkan diri sampai Andro menyerah pada keadaan dan berhenti memperjuangkannya.


"Halo?" ujar Bryan saat panggilan telepon dari Apel terhubung.


Apel yang masih sesenggukan segera berbicara dengan kakaknya itu. "Halo, Kak, Apel izin pamit, kakak gausah nyari Apel lagi, Apel dan calon anak Apel akan baik-baik saja, dan kalaupun kakak nanti tahu dimana Apel, jangan kasih tahu Andro, Apel kuat kok, sampai jumpa,"


Belum sempat Bryan membalas ucapan adiknya itu, Apel langsung mematikan telepon tersebut sepihak dan mencabut kartu sim dari dalam ponselnya.


Kletak!


Apel mematahkan sim telepon milik nya kemudian memasukkan ponselnya kedalam tas, mengusap air matanya perlahan dan mencari tujuan yang baru.


"Jalan pak," ujar Apel yang membuat supir taksi tersebut menjalankan taksinya meninggalkan area stellamaris.


Andro yang baru tiba dilantai dasar, segera mencari keberadaan Apel, ia bertanya kepada resepsionis dan beberapa satpam disana namun karena kesulitan berbahasa indonesia membuat mereka tidak mengerti apa yang ditanyakan Andro.

__ADS_1


Andro yang nampak frustrasi segera berjalan keluar dari apartemen tersebut dan berkeliling mencari Apel, namun sia-sia, dia tidak menemukan Apel di sana yang membuat Andro masuk kedalam mobil yang dia bawa tadi.


Tujuannya kali ini adalah kembali ke rumah Bryan. Andro berpikir mungkin Bryan tahu kemana Apel pergi, Andro memijat keningnya dan memperbaiki posisinya saat dia duduk didepan setir.


"Apel! Kamu dimana!?" tanya Andro dalam hati.


Andro menyalakan mesin mobil tersebut kemudian mulai menjalankan mobil dengan kecepatan cepat meninggalkan area stellamaris menuju kediaman Bryan.


Andro mengendarai mobil dengan keadaan kalut, pusing dan riuh, dia mengenggam erat cincin yang diberikan Apel tadi meyakinkan dirinya bahwa dia bisa mendapatkan cinta Apel, dan itulah janji seorang Adsense Andromeda.


Andro mengatur napasnya sejenak saat lampu lalu lintas didepan pantai losari menandakan warna merah, Andro melirik kesamping sampai mata nya tertuju pada masjid 99 kubah disana.


Andro termenung sejenak, memikirkan bagaimana dia bisa memperjuangkan cinta nya jika jarak dirinya dengan Tuhan saja begitu jauh.


"Tuhan, maaf, aku memang tidak pernah mengeluh atau meminta apapun darimu, namun aku lupa bahwa aku tidak berdoa padamu," renung Andro mengusap air matanya kemudian kembali menjalankan mobilnya karena lampu sudah hijau.


Andro menjalankan mobil kembali dengan kecepatan cepat, sampai tak lama kemudian mobil yang dia kendarai memasuki area perumahan dimana Bryan tinggal.


Andro memarkirkan mobil didepan kediaman Bryan, dia segera turun dari mobil dan berlari ke pintu rumah Bryan dan mengetuknya cepat.

__ADS_1


"Apakah Apel ada disini?" tanya Andro saat Bryan membukakan pintu.


Bryan melepas kacamatanya kemudian menggeleng. "Dia meneleponku namun dia enggan memberitahu ku dimana dia berada, maaf,"


Mendengar itu membuat Andro sedikit putus asa, dia bersimpuh dilantai dengan kepala tertunduk yang membuat Bryan sedikit merasa iba.


"I lost my heart, my love and my ex-wife," lirih Andro frustrasi dengan air mata mengalir.


"I feel you, men," ujar Bryan mengangkat bahu Andro untuk berdiri. "Aku membenci orang yang sudah menghancurkan adikku, namun aku menyukai orang yang ingin mempertanggungjawabkan perbuatannya dan memperjuangkan perasaannya, aku akan membantumu mencari Apel."


Mendengar itu, sebersit harapan hadir yang membuat Andro sedikit bisa merasa lega.





TBC

__ADS_1


__ADS_2