Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 40 | Fakta Bercerita


__ADS_3

Tapi semua itu malah gagal ketika Apel merasakan sendiri bagaimana Andro mengalami rasa depresi, dan setelah berpikir sejenak, akhirnya Apel merasa bahwa gelar dosen dengan moral yang tinggi serasa hilang.


Dengan keputusan dari dalam dirinya, Apel memilih membatalkan rencana balas dendam nya apalagi kepada Andro yang tidak tahu apa-apa sehingga akhirnya mereka bercerai namun siapa sangka setelah perceraian mereka, mereka berdua sama-sama kehilangan pondasi hidup mereka.


Dan kenapa Apel menolak Andro kembali, karena Apel takut dia akan menyakiti Andro, Bryan mengakhiri ceritanya tersebut dengan anggukan kepala Adam.


Sebenarnya masalah yang dihadapi Apel berkaitan dengan masa lalu, sangat berpengaruh bagi psikologi nya, bahkan seorang genius seperti Apel bisa merasa jenis depresi seperti ini.


"Andro adalah sosok pria paling brengsek, dia menghancurkan Apel disaat dia berada dalam titik terendahnya, namun aku bersyukur Andro ingin memperjuangkan Apel, itu berarti dia adalah pria yang baik terlepas dari semua yang terjadi," ujar Adam menyimpulkan cerita Bryan.


"Menurutmu bagaimana tentang dendam kami?" tanya Bryan yang membuat Adam berpikir sejenak.


Adam menggertak dan mengeraskan rahangnya sejenak. "Dendam sebenarnya tidak membuat hidup kita tenang, namun jika ini harus dibalaskan, orang yang pantas membalasnya adalah Apel dan Mas Andro sendiri."

__ADS_1


Mendengar penjelasan Adam membuat Bryan mengangkat alisnya, ia bingung dengan jawaban bernada ambigu dan membingungkan dari Adam kepadanya, Adam tersenyum dan menghela napas panjang.


"Apel adalah Genius Dosen sedangkan Mas Andro adalah Genius Advokat, jika dua komposisi ini disatukan, tentunya akan membentuk teamwork yang baik, dan aku yakin kalau mereka berdua bisa bersatu maka balas dendam cantik tanpa mengotori tangan mereka akan terjadi, bagaimana menurut Mas Bryan?" jelas Adam yang membuat Bryan mengangguk sejenak.


"Aku hanya berdoa semoga mereka bisa bersatu, karena mereka punya hal yang harus mereka perjuangkan," ujar Bryan yang membuat Adam tersenyum.


Apel dan Andro adalah komposisi genius yang pas namun mereka lebur oleh rasa cinta dan keadaan.


Kaca jendela yang dibuka membuat angin berhembus kencang menampar wajah Andro yang sedang menyetir, Andro sudah merangkai kata demi kata untuk semua kalimatnya kepada Apel nanti, Andro menatap langit mendung, ia melirik arlojinya sudah jam empat sore, ia harus bergegas.


Langit mendung kota paris tampaknya mengikuti Andro sampai ke Makassar, dengan menegaskan duduknya dan memijat setir berselimut kulit coklat itu kuat-kuat, Andro mempercepat laju kendaraannya.


Dengan bermodalkan Google Maps, Andro yang tidak tahu rute lengkap kota ini masih berusaha mencari alamat dari Kediaman Adam yang tadi Adam berikan, beruntunglah Andro takdir sekarang berpihak padanya, dia tidak perlu waktu lama untuk menemukan alamat tersebut.

__ADS_1


Setelah menemukan kordinat yang pas, Andro segera menambah kembali kecepatan mobil yang dia bawa di jalanan kota Makassar, jalanan agak sepi saat ini sehingga membuat Andro bisa melenggang bebas.


"Apakah tidak pantas bagiku diberikan kesempatan? Semoga kali ini aku berhasil, aku mencintai mantan istriku dan juga tidak ingin berpisah dengan calon anakku, jika ini sampai terjadi, aku akan benar-benar dibunuh oleh takdir sedang diriku kini dipermainkan keadaan," batin Andro.


Tak lama kemudian, Andro bisa bernapas lega karena kini mobil yang dia kendarai sudah terparkir didepan rumah yang dia tuju.





TBC

__ADS_1


__ADS_2