
"Ketika sampai di paris kita sudah harus menjalankan rencana kita, Ayahku tidak tahu kalau Aku adalah Boss dari perusahaan WCorp, dia hanya tahu aku adalah seorang pengacara, jadi dalam meeting nanti bersama Ayahku itu adalah tugasmu sayang," ujar Andro yang membuat Apel mengangguk.
Apel tampak mengemasi pakaian mereka kedalam koper karena beberapa menit lagi pesawat yang akan mereka tumpangi menuju paris akan segera berangkat.
Disaat Apel sibuk mengemasi pakaian, Andro tampak berjalan mondar-mandir dengan laptop di tangan nya.
"Ayahku itu seorang yang gampang tersinggung, terakhir kalian bertemu saat umurmu sembilan tahun kan? Kemungkinan besar dia tidak akan mengenalimu, dan kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?" jelas Andro yang membuat Apel berdiri.
Apel sudah selesai mengemasi baju mereka, Apel yang sudah berdiri dihadapan Andro segera mengambil laptop dari tangan Andro dan menatap suaminya itu.
"Membuatnya terintimidasi sehingga dia merasakan bahwa menerima kerjasama ini adalah sesuatu yang buruk, biasanya orang lain akan memberikan kesan bagus untuk pertemuan pertama, tapi entah kenapa rencana suamiku ini malah ingin memberikan kesan buruk dan itukan tujuannya," jawab Apel yang membuat Andro memetik jarinya puas.
"Kau benar-benar My Genius Wife! Tanpa kujelaskan lagi kau sudah paham," timpal Andro menangkup pipi istrinya itu.
"Kau lupa kalau Baby Boss itu genius, dan rencana selanjutnya?" tanya Apel menaruh laptop di atas meja.
Andro tidak menjawab dia berjalan ke arah malas disamping ranjang mengambil segelas susu ibu hamil yang sudah dia buat kan untuk Apel tadi.
__ADS_1
Andro menyodorkan gelas tersebut yang langsung diterima oleh Apel, Apel meminum susu tersebut sembari menunggu Andro menjelaskan apa yang akan dia lakukan.
"Untuk rencana selanjutnya, itu urusanku dan Divo," jawab Andro mengode Apel membuka mulutnya. "Kau hanya perlu meeting dan biarkan aku yang bergerak dibelakang layar."
Apel membuka mulutnya yang membuat Andro segera memasukkan pil kesehatan ibu hamil yang langsung ditelan Apel. "Lalu?"
"Dan akhirnya, dia sendiri yang akan menjebak dirinya, kita hanya perlu menyaksikan segala permainan itu dalam diam dan tanpa mengotori tangan kita," jawab Andro kembali. "Kau paham?"
Apel mengangguk kemudian mengalungkan tangannya dileher Andro, rencana Andro benar-benar diluar nalar dan ekspestaso Apel, dia benar-benar beruntung memiliki sosok Genius Husband seperti Andro.
"Yuk berangkat, sudah telat, Kak Bryan sudah menunggu di bandara sekalian kita balikin mobilnya disana aja," ujar Apel yang membuat Andro mengangguk.
Ini adalah hari terakhir mereka di Indonesia, mereka berdua menghela napas panjang untuk kembali ke paris meninggalkan kota Makassar yang katanya adalah kota romantis, dan kali ini Andro berhasil membawa serta istrinya untuk pulang ke paris.
Andro dan Apel masuk kedalam mobil sebelum Andro menancap gas meninggalkan area kediaman Adam yang mereka tempati selama beberapa hari ini.
Tak butuh waktu lama bagi mereka berdua tiba di bandara sultan Hasanuddin, disana sudah ada Bryan dan Adam yang menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
Take off, akan dimulai dalam beberapa menit lagi, Andro dan Apel turun membawa koper dan tas mereka menemui Adam dan Bryan.
"Mas Adam, makasih yah," ujar Apel menyerahkan kunci rumah Adam kepada Adam sendiri.
Adam tersenyum dan mengangguk. "Semoga kalian selalu bahagia yah. Jangan berantem ga baik.
Apel dan Andro tersenyum, Andro kemudian mengembalikan kunci mobil Bryan yang membuat Bryan segera memeluk Andro.
"Jaga adikku, dan aku tunggu kebenaran yang kalian perjuangkan, semangat," bisik Bryan pada Andro.
Andro tersenyum pada Bryan, tak lama kemudian suara CS yang mengabarkan bahwa pesawat akan take off membuat Andro dan Apel segera naik kesana meninggalkan Bryan dan Adam.yang melepas kepergian mereka.
Kini sang Boss Besar sudah kembali, membawa rencana baru dengan tujuan balas dendam yang sebenarnya.
•
•
__ADS_1
•
TBC